
"Cerai?" Valerie sangat bingung.
"Ya. Kamu sangat membenci Victor. Karena Javier lah kamu rela tinggal bersama Victor, kan?" timpalnya. Archa merendahkan suaranya. "Tapi Valerie, kamu harus lebih sadar. Javier sudah menikah, dan dia menjadi pewaris keluarga Spare. Mengapa kamu masih mengejarnya? Walaupun sekarang kamu sudah cantik, tetapi tetap saja tidak baik mengejar pria yang sudah beristri. Kamu sudah tahu bahwa Javier sangat tidak menyukaimu, jadi menurutku di sama-sama tidak layak untukmu."
"Selain itu, bukan berarti kamu harus bersama Victor jika kamu tidak menyukainya. Dalam penampilanmu sekarang, kamu bisa mendapatkan pria seperti apapun yang kamu inginkan. Pria seperti Javier dan Victor tidak cocok untukmu. Kamu selalu menyurahkan kuluhanmu kepadaku, hidup dengan pria buta yang kamu setiap hari sangat menyakitkan, dan kamu sangat ingin bercerai. Sekarang, bagaimana keputusanmu?"
Dalam ingatan Valerie, Valerie asli memang selalu berkeluh kesah pada Archa. Dia juga selalu menyebutkan perceraian berkali-kali, tetapi dia tidak mau menyerah untuk mengejar Javier. Jika dia menceraikan Victor, dia tidak akan memiliki kesempatan untuk mendekati Javier. Oleh karena itu, dia selalu menyimpan gagasan untuk menceraikan Victor.
"Rea, kamu harus membujuk Valerie agar setuju dengan usulanku!" Archa menyenggol Rea yang sedari tadi terdiam linglung.
Rea tersadar dan tersenyum lembut. "Aku menghormati apapun keputusan Valerie."
Valerie cukup setuju dengan usulan Archa, dan ia memang sahabat baiknya. Tetapi ia mana mungkin meninggalkan Victor? Pria itu sudah menjadi prioritas utamanya sejak ia tiba di dunia ini.
"Mengapa aku harus menceraikan Victor? Menurutku dia cukup baik. Aku tidak punya rencana lagi untuk menceraikannya. Jadi, jangan sebutkan perceraian lagi nanti."
__ADS_1
"Valerie? Ada apa denganmu?" Archa langsung tercengang, begitu pun Rea.
Mereka sangat tahu seberapa besar Valerie membenci Victor. Sejak Valerie menikah dengan pria itu dan bertemu setiap hari, rasa jijik dari kaki sampai ujung ribut tidak di sembunyikan. Dan saat ini, Valerie mengatakan Victor baik? Mereka hanya menduga mengalami halusinasi pendengaran.
"Mungkin sebelumnya aku merasakan emosional, dan ini tidak akan selalu terjadi. Aku tidak menyukai Javier lagi, dan jangan menyebut dia lagi nanti," kata Valerie dengan tenang.
Dosen di depan melototi mereka. Archa yang ingin berkata lagi langsung diam tak berkutik dan menunduk serendah mungkin.
***
"Aku mendengar Archa memanggilnya Valerie, apakah itu benar-benar dia? Mengapa aku merasa Valerie sangat cantik?"
"Itu memang dia. Saat dia masuk, aku bisa langsung mengenalinya. Aku pun sangat terkejut. Sebelumnya, dia meminta cuti selama sebulan. Aku duga, dia pergi ke luar negeri dan melakukan operasi plastik."
"Tidak mungkin! Dalam waktu sebulan, bagaimana mungkin operasinya langsung pulih?"
__ADS_1
"Tentu saja. Ada uang, apapun bisa di lakukan."
"Bukan hanya wajah, lihatlah dia di sekujur tubuh. Kulitnya sangat putih, pasti dia melakukan suntikan pemutih!"
Gosip-gosip para wanita terdengar ricuh. Walaupun para pria tidak ikut bergosip, tetapi mata mereka tidak bisa di kendalikan. Mata mereka tertempel pada Valerie. Siapa yang tidak suka melihat wanita cantik?
Archa mati-matian menutupi Valerie dengan tubuhnya. "Valerie! Ayo pergi! Kamu akan menjadi bencana!"
Rea sama-sama terlihat berusaha menutupinya, tetapi ia juga mencoba untuk menenangkan Archa yang heboh. "Mereka mempunyai mata, itu normal melihat Valerie yang berubah menjadi cantik."
Valerie tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis melihat kelakuan dua sahabatnya. Ia sebenarnya tidak peduli dengan gosip, perhatian dan mata semua orang. Seperti pengalamannya, ia sudah pernah mengalami yang lebih seperti ini.
Valerie tidak masalah mereka menganggap kecantikannya merupakan operasi plastik atau yang lain, yang terpenting tidak ada yang mengatakan sesuatu yang lebih buruk tentangnya. Dan ia bisa lebih santai.
Terkadang, menjadi cantik pun merepotkan.
__ADS_1