Istri Jelek Dari Pria Buta

Istri Jelek Dari Pria Buta
Part 43


__ADS_3

Sebelumnya, Gracia setuju jika Chelsea datang ke kediaman Spare kapan saja. Lalu, setelahnya Gracia menyarankan untuk tinggal di kediaman Spare, Chelsea tentunya tidak menolak, malah dengan senang hati menerimanya. Pada pagi ini, ia datang dengan banyak barang bawaan.


Setelah menyapa Gracia dan mengobrol sebentar, Chelsea langsung pergi ke mansion kecil milik Victor dengan kue yang baru di buatnya. Saat sampai, matanya langsung di sambut dengan pemandangan harmonis.


Di hadapannya ia melihat Valerie, Victor dan Lucher duduk di paviliun tengah makan bersama-sama, seekor kucing terbaring malas di samping. Seperti keluarga kecil beranggota tiga orang yang sangat bahagia.


Tangan Chelsea mengepal. Ia mendekat dan mempersiapkan senyum terbaik di wajahnya.


"Victor, Valeri, selamat pagi," sapanya hangat.


Angin sejuk menerbangkan rambut Valerie. Saat tatapan Chelsea tertuju pada wajah Valerie, pupilnya langsung menyusut. Ia hanya merasa Valerie semakin cantik. Kulitnya putih seperti porselen di bawah sinar matahari yang hangat. Senyum di wajahnya agak menyempit, tangan memegang kotak kue mengencang.


Saat kemarin, ia masih percaya diri dengan penampilannya. Tetapi melihat Valerie lebih jelas saat ini, ia hanya merasa kesal dan tidak senang tanpa alasan. Ia tidak suka di bandingkan, terutama Valerie tidak sebaik dirinya sebelumnya.


Mata Chelsea beralih pada Victor. Pria ini buta dan tidak bisa melihat keindahan Valerie. Mungkin yang hanya ingat sisi jeleknya. Memikirkan itu ketidaksenangan di hatinya agak mengurang.

__ADS_1


Valerie sangat terkejut dengan keberadaan Chelsea. Ini masih sangat pagi, mengapa di sini? Sebagai sesama wanita, tentu saja ia bisa menebak niat Chelsea, tetapi tidak menduga dia akan begitu rajin dan gigih.


Valerie memasang senyum santai. "Pagi."


"Victor, bolehkan aku ikut sarapan denganmu? Pagi-pagi aku membuatkan kue favoritmu dan membawanya untukmu, dan aku belum sarapan sama sekali." Suaranya terdengar lembut. "Kue baru di keluarkan dari oven. Aku bergegas ke sini secepat mungkin agar tidak terlalu dingin, untung saja tidak ada kemacetan lalu lintas."


Melihat Victor diam seolah tuli, Chelsea sabar dan bertanya penasaran. "Ngomong-ngomong, bagaimana rasa kue yang ku bawa kemarin?"


Chelsea sedikit berharap, bagaimana pun Victor tidak mempunyai alasan untuk tidak menyukainya.


"Aku tidak tahu. Aku tidak memakannya," balas Victor dingin. Ia mengaduk bubur di mangkuk. Jelas bahwa suasana hatinya tidak baik karena tidak memakan kue buatan Valerie.


"Ah, kamu tidak memakannya?" Chelsea terkejut. Ia segera tersenyum seolah bukan masalah. "Kue kemarin memang agak jelek, dan itu adalah kue pertama yang aku buat. Tidak masalah kamu tidak memakannya. Hari ini aku yakin kue yang ku buat akan lebih baik. Maukah kamu mencobanya?"


"Aku tidak mau memakannya," kata Victor santai.

__ADS_1


Senyum di wajah Chelsea kaku. "Mengapa?"


Pada saat ini, wajah Victor menoleh pada Valerie. Ia sedikit melengkungkan bibirnya dan berkata tenang. "Valerie tidak memperbolehkanku untuk memakannya."


Chelsea sangat terkejut. Kapan Victor begitu patuh?


Valerie sama-sama terkejut. Ia segera berkata. "Victor, aku hanya menyarankan, dan kamu tidak harus patuh untuk tidak memakan kuenya. Lagi pula kamu belum berjanji kepadaku."


"Tapi aku berjanji padamu. Aku hanya bisa memakan dua kali selama seminggu. Dan kemarin aku baru memakannya, itu berarti aku belum boleh makan hari ini."


Chelsea sedikit mengerti. Mata yang sedikit menggelap tertuju pada wajah Valerie yang cantik, tetapi senyum lembut terpatri di wajahnya. "Valerie, kamu tidak mengerti Victor."


Ia duduk dan membuka kotak kue. Aroma kue yang menarik melayang di udara, dan di dalam kotak ada beberapa bagian kue kecil yang berbeda dari kemarin, itu sangat cantik.


Chelsea menambahkan. "Victor sangat suka kue Victoria sponge, dan kamu tidak bisa menghentikan sesuatu yang di sukainya. Hal-hal yang seseorang sukai lebih banyak menuntut. Sama halnya denganku yang lebih suka menari. Aku berlatih intensitas setiap pagi, aku merasa tidak tahan lagi, tetapi itu adalah hal yang aku suka. Jika ada seseorang yang menasihatimu untuk berlatih keras, itu akan berdampak tidak baik untuk tubuhku. Meskipun nasihatnya baik, aku akan mendengarkannya. Tetapi bukan berarti aku akan menerimanya."

__ADS_1


"Valerie, aku berterus terang. Ku pikir pandangan kita berbeda. Aku bisa memahami perasaan Victor," kata Chelsea dengan anggun. "Sebenarnya, setelah memakan kue, meminum secangkir yogurt akan menurunkan berat badan. Itu berarti ada cara lain tanpa harus berhenti memakan kue."


Valerie mengerutkan kening, tetapi ia hanya merasa lucu. Wanita ini berkata seolah-olah dirinya yang paling salah di sini. Ia hanya sedikit membujuk Victor untuk tidak terlalu malam banyak, mengapa Chelsea mengatakan terlalu banyak alasan untuk membantah? Selain itu, seolah kepeduliannya tidak baik untuk Victor, dan dialah yang paling peduli pada suaminya.


__ADS_2