
Pada pagi hari, matahari cerah menyinari seluruh halaman. Di bawah sinarnya, bunga-bunga indah semakin hidup. Valerie tidak bisa melihat situasi dengan jelas pada saat kemarin. Sekarang, ia berjalan keluar dari bangunan bergaya barat yang terpisah.
Tempat atau rumah yang sekarang Valerie tempati, cukup jauh dari vila utama. Ia yakin, tempat ini adalah tempat terpencil dari kediaman Spare lainnya.
Penatua keluarga Spare memperlakukan Victor dengan baik. Untuk mengenang, penatua itu memindahkan Victor ke gedung ini di halaman belakang untuk beristirahat. Victor Tidak berkomentar apapun, tetapi Valerie asli merasa di buang.
Bagi Valerie asli yang terus-menerus mendapatkan kesialan, ia menjadi begitu temperamental. Apalagi setelah di dorong untuk tinggal di gedung yang rusak, Valerie asli benar-benar tidak terima, penuh kemarahan dan kebencian. Itu semakin membuatnya tidak tahu malu. Yang ia pikirkan hanya merebut kembali mantan tunangannya--Javier.
Setiap hari Valerie asli keluar dari rumahnya dan pergi ke vila untuk makan, namun semua orang tahu tujuannya hanya untuk melihat Javier dan mencari kesempatan untuk mendekatinya.
Valerie menghela nafas lelah mengingat itu.
Mencoba melupakannya terlebih dahulu, Valerie melanjutkan langkahnya untuk melihat-lihat sekitar.
Valerie berjalan selama beberapa menit sebelum mencapai halaman depan. Sebuah air mancur besar di rancang di atrium, dan amat air menyembur keluar di bawah sinar matahari bersinar dengan cahaya perak.
Mata Valerie memicing karena cahayanya.
Di sisi lain, Javier berjalan keluar rumah dan melihat wanita jelek itu berdiri di lorong, ekspresi jijik langsung muncul di wajahnya.
Saat ia melewati Valerie, Javier berkata dingin. "Aku peringatkan sekali lagi untuk tidak membuat masalah. Setiap hari kamu datang ke sini hanya untuk melihatku dan mencari kesempatan. Apakah kamu tidak tahu malu? Lain kali janganlah muncul lagi di hadapanku, aku sangat jijik dan muak melihatmu."
Valerie yang sedang menikmati suasana di sekitarnya langsung menoleh dan melihat Javier yang memandangnya dengan mata penuh hina dan ejekan. Ia mengerutkan kening.
Ia menjadi teringat bahwa Valerie asli sering menunggu di depan air mancur untuk bertemu dengan Javier, karena ini adalah salah-satunya jalan keluar.
Menghadapi mata dinginnya, Valerie menatap balik Javier dengan tatapan aneh. "Apakah kamu begitu percaya diri? Siapa yang ingin melihatmu? Pemandangan air mancur di hadapanku lebih indah darimu."
__ADS_1
Ucapan Valerie dengan sedikit rasa jijik dan agak asing membuat Javier tertegun dan termangu untuk sementara waktu.
Valerie tidak munafik di dalam hatinya, penampilan Javier memang sangat bagus. Walaupun di lihat pada pandangan pertama, temperamen bangsawan sangat luar biasa. Tidak heran Valerie asli sangat menyukai. Namun Valerie yang bekerja sebagai model dan di idolakan telah banyak melihat pria tampan setiap harinya yang bahkan selalu mengejar-ngejarnya, ia sama sekali tidak tergerak oleh wajah luar biasa di depannya.
Valerie yang merasa bosan, melenggang pergi begitu saja di bawah tatapan Javier yang bingung dan belum bereaksi.
Saat memasuki rumahnya kembali, Valerie berniat memberitahu beberapa orang di dapur bahwa mulai siang hari ini dan kedepannya, ia akan makan bersama Victor dan Lucher dan langsung mengirim bagiannya. Ia benar-benar harus menjauh dari Javier dan si teratai putih.
"Liana, aku merasa iri padamu karena begitu bebas setiap hari."
Suara seseorang menghentikan langkah Valerie di pintu dapur. Ia mendengarkan percakapan mereka.
"Kalau begitu, aku akan mengubah posisi denganmu."
Suara murah hati namun di penuhi arogansi terdengar. Valerie mengintip dan melihat bahwa itu adalah pelayan pagi tadi yang menyebalkan dan seorang pelayan lainnya.
Pelayan yang berbicara dengan Liana merasa tersanjung, namun ia melambai dengan cepat. "Aku tidak bisa berada di posisimu. Semua orang tahu, kamu adalah orang satu-satunya yang tinggal di sini paling lama. Jika bukan karena pernikahan dengan dia, mungkin kamu dengan Tuan.."
Liana langsung mengerutkan kening tidak suka. Awalnya ia memiliki pemikiran yang sama sebelum datang dan bekerja di sini, namun setelah melihat Victor dengan mata kepala sendiri, Liana benar-benar langsung menghilangkan pemikirannya. Ia sama sekali tidak ingin menghadapi wajah jelek seperti itu setiap hari, apalagi menghabiskan seumur hidup dengan seorang pria buta. Ia merasa cantik, bagaimana bisa menghargainya jika dia tidak bisa melihat? Selain itu, siapa yang tahan dengan temperamen Victor?
"Jangan berbicara omong kosong. Tuan Victor hanya layak untuk wanita seperti Valerie yang sama-sama jelek. Apalagi wanita itu sangat gendut, dia layak karena Tuan Victor tidak bisa melihatnya," kata Liana penuh ejekan.
Pelayan itu memikirkankan sosok dan wajah Valerie yang bahkan lebih jelek darinya, ia tersenyum. "Kamu benar.. aku.."
Pelayan itu tiba-tiba membeku saat melihat orang yang di bicarakannya. Ia menatap kosong Valerie yang berjalan masuk dari pintu. Dengan gemetar, pelayan itu tergagap. "Nyo-Nyonya Muda!"
Valerie berjalan dengan santai di bawah tatapan terkejut keduanya. Ia tersenyum tipis. "Apakah kalian tengah berbicara tentangku?"
__ADS_1
Reaksi Liana lebih tenang dari pelayan di sampingnya. "Kami hanya melebih-lebihkan Nyonya, bahwa Anda sangat cocok dengan Tuan Victor."
Liana tahu bahwa Valerie sangat membenci orang yang menghubungkannya dengan Victor. Dia dengan jelas menjawab seperti itu untuk memancing kemarahannya.
Sebelum Liana datang, keluarga Spare telah memecat setidaknya lebih dari 20 perawat yang merawat Victor. Bukan karena bau badan, atau berbagai alasan seperti suara, namun ialah yang paling cocok untuk memenuhi keperluan Victor. Di depan Victor, ia yakin bahwa ia memiliki status lebih dari Valerie sendiri yang merupakan seorang istri.
Melihat ekspresi bangga Liana, Valerie menyipitkan matanya. "Sebelum kamu memasuki keluarga Spare dan menjadi pelayan di sini, kamu pasti pernah melakukan pelatihan profesional, dan kamu pasti tahu salah-satunya. Kamu tidak bisa mengkritik peraturan rumah majikanmu."
Liana terkejut melihatnya tidak marah. Mendengar apa yang Valerie katakan, Liana merasa tertohok. Tanpa sadar menyangkal. "A-ku.."
"Diam. Aku tidak suka mendengar tipu dayamu."
Liana tersedak dan kebencian semakin mengakar di hatinya.
"Mulai hari ini dan ke depannya, aku akan makan di sini, dan aku bisa mengambil bagianku langsung dengan Victor."
"Nyonya Muda.. maafkan aku. Aku.. aku hanya bertanggung jawab atas Tuan Victor dan Tuan Muda.."
Liana selalu memandang rendah Valerie, seorang wanita jelek dan bodoh, bagaimana bisa ia bersedia melayaninya?
"Sepertinya aku benar-benar tidak memiliki status apapun di sini. Bahkan, hal kecil seperti pengiriman makanan begitu kamu hindari. Apakah aku harus meminta pengurus rumah tangga untuk memperkerjakan seseorang berspesialisasi dalam mengantarkan makanan untukku?" Valerie berkata serius.
Liana langsung merasa malu dan kesal. "A-nda tidak perlu mencari orang lain. Saya bisa melakukannya."
"Oh? Benarkah? Bukankah tadi kamu begitu enggan?" Valerie berpura-pura terkejut dan membuat Liana semakin menggertakkan gigi. "Hmm.. Kalau begitu, aku serahkan padamu. Mulai saat ini, aku ingin menurunkan berat badan, dan makanannya harus lebih ringan."
Valerie langsung melenggang pergi keluar dari dapur. Liana menatap punggung gemuknya penuh rasa jijik dan kekesalan. "Dasar wanita jelek."
__ADS_1