Istri Jelek Dari Pria Buta

Istri Jelek Dari Pria Buta
Part 51


__ADS_3

Sentuhan dingin di bibirnya masih terasa. Valerie begitu tertegun dan tercengang di waktu yang bersamaan.


"Valerie?"


Sampai Victor memanggilnya, Valerie tersadar. Rona merah menyebar di seluruh wajahnya. "Victor? Apa yang kau lakukan? Kamu menciumku?"


Victor bersandar di kursi bambu dengan malas. Ekspresinya seolah tidak terjadi apa-apa. "Menciummu? Tidak. Aku hanya mencicipi kue itu lewat mulutmu."


Wajah Valerie sangat kesal, tapi yang paling banyak adalah rasa malu. Wajahnya sangat tersipu seperti apel matang. "Itu sama saja menciumku! Tidak tahu malu!"


Yang paling tidak malu adalah pria itu menjulurkan lidahnya! Wajah Valerie semakin panas.


Victor tertawa rendah. "Apakah kamu malu?"


"Tidak!" sangkal Valerie yang berbeda dengan ekspresinya.


"Valerie." Victor duduk tegak dengan tubuh sedikit condong ke arah Valerie. Ia berkata lugas. "Mulutmu benar-benar manis."

__ADS_1


Valerie melotot menatapnya galak.


Victor bersandar kembali dengan tangan bersedekap dada dan menambahkan. "Tetapi tidak sebaik kue kesukaanku."


Valerie langsung mengerucutkan bibir. Apakah ia lebih rendah dari kue favorit kesukaan pria ini?


"Lucher, aku lelah bermain. kita beristirahat dulu, oke?"


Tiba-tiba suara Chelsea datang. Valerie menoleh dan mendapati wanita itu mengambil handuk di atas meja dan menyeka keringat di dahi Lucher dengan sabar. Lalu dia mengambil segelas jus kepada pria kecil itu seperti seorang ibu yang lembut.


Nadanya seakan-akan dialah nyonya rumah yang sopan. Valerie mencoba menekan rasa malunya akibat ciuman suaminya itu. Tetapi suasana hatinya menjadi baik. Ia tersenyum santai. "Ya. Aku tidak menduga kedatangan Nona Chelsea sebagai tamu lagi di sini. Lain kali, aku akan pulang lebih awal untuk menyambutmu. Dan ah, maafkan aku telah merepotkanmu untuk merawat dan bermain dengan putraku."


Walaupun tidak ada yang salah pada kata-katanya, jelas bahwa maknanya berbeda. Itu menandakan Chelsea bukanlah siapa-siapa di sini. Dan ia hanya seorang tamu luar. Senyum di wajah Chelsea mengeras.


"Aku bermain ayunan!" Suara bahagia Lucher sangat keras.


Valerie tertawa. Ia mengulurkan tangan dan menyentuh kepalanya. Rambutnya basah karena keringat. "Kalau begitu kamu harus berterima kasih pada Nona Chelsea."

__ADS_1


Lucher menoleh dan dengan sopan berucap. "Terima kasih."


"Sama-sama." Senyum di wajah Chelsea melembut kembali. "Aku akan bermain lagi denganmu lain kali. Saat ini aku akan kembali dahulu."


"Kamu akan pulang ke rumahmu?"


"Tidak. Saat ini aku tinggal di vila kediaman ini, sangat mudah jika Lucher ingin menemuimu untuk bermain." Chelsea melirik Victor. Lalu kembali pada Lucher dan Valerie seraya berkata. "Aku akan pergi untuk menemani bibi Grace. Seharusnya dia sudah pulang."


Valerie benar-benar kagum pada wanita gigih ini. Ia baru mengetahui bahwa dia tinggal di vila hanya untuk mendekati Victor? Wanita ini sangat menyukai suaminya? Senyum di wajah Valerie tidak berubah. Hanya saja terkesan penuh arti.


Setelah berpamitan kembali, Chelsea berjalan pergi meninggalkan hutan bambu kecil. Kukunya tertancap di telapak tangan karena kepalanya yang kuat, tetapi ia tidak merasakan sakit sama sekali.


Chelsea masih mengingat adegan di mana Victor mencium Valerie. Ia sangat terkejut sehingga ia hampir mendorong Lucher hingga terlempar daei ayunan. Victor benar-benar menciumnya!


Chelsea menekan hatinya untuk tetap tenang. Melihat reaksi Valerie, ia yakin ini pertama kalinya mereka berciuman. Tetapi mengapa?


Setelah Chelsea menyadari bahwa dirinya masuk ke dalam novel, tujuannya adalah Victor.

__ADS_1


__ADS_2