Istri Jelek Dari Pria Buta

Istri Jelek Dari Pria Buta
Part 16


__ADS_3

Pada pagi menjelang siang, matahari agak terik menggantung di langit. Hari ini Valerie berniat ke villa, karena sebelumnya kepala pelayan memberitahunya bahwa ibu mertuanya ingin bericara sesuatu.


Saat itu juga, ia langsung mengingat perkataan Victor tentang bunga yang ia cabut, karena Gracialah yang menanamnya. Walaupun ia tidak peduli, namun Valerie tidak menyangka Gracia akan memanggilnya. Tanpa sadar membuatnya agak gugup. Apakah ia akan di marahi?


Saat tiba di ruang tamu, Valerie melihat Gracia dan Nuella tengah mengobrol dan tertawa. Pada pandangan pertama, siapapun akan meganggap hubungan mereka sangat baik dan akrab.


Ketika Gracia dan Nuella melihat Valerie datang, senyum lebar di bibir mereka agak berkurang.


Gracia segera berkata. "Ah, ternyata kamu. Duduklah."


Valerie segera berjalan mendekat. Ia duduk di sofa kosong di seberang mereka.


"Aku dengar, hutan bambumu sudah siap?" Gracia bertanya ringan.


"Ya, Bu." Valerie menunduk dan berkata dengan rasa bersalah. "Eum.. ibu, maafkan aku. Aku tidak tahu bahwa bunga itu ibu tanam sebelumnya. Aku mencabutnya karena aku takut akan mempengaruhi Victor karena alerginya. Tapi, aku sudah meminta izin kakek untuk mencabut bunga itu.."


Valerie merasa tidak enak. Ia mengatakan ini karena ia agak takut di benci olehnya. Bagaimanapun, ia ingin hidup damai di sini. Tapi.. karena ia sudah mencabutnya, mengapa mereka tidak menanam kembali?


Mendengar itu, Gracia menatap Valerie tanpa daya. "Ibu memanggilmu ke sini bukan untuk menyalahkanmu tentang itu. Ibu sama sekali tidak keberatan dengan apa yang kamu lakukan, justru itu membuatku senang karena kamu peduli terhadap Victor. Kamu boleh melakukan apapun terhadap taman itu, anggap saja itu milikmu."


Valerie terkejut. Ia sudah siap mental karena menduga akan di marahi, namun ternyata tidak? Justru apa yang di katakannya begitu positif dan di luar dugaan.


Valerie menatap Gracia dengan senyuman lebar. "Terima kasih, Bu!"


Gracia merasa menantunya agak lucu. Senyum di bibirnya semakin dalam. "Ibu memanggilmu karena ibu ingin berbicara tentang ulang tahun Victor bulan depan. Kamu pasti tahu bahwa ulang tahun Victo dan Javier di tanggal yang sama, dan sedari dulu selalu di rayakan bersama. Ibu sudah mendengar jawaban suamimu dari Javier, jadi ibu tidak akan memaksanya untuk hadir. Kamu adalah istrinya, di hari ulang tahunnya, kamu bisa melakukan atau memberikan apapun yang membuatnya bahagia. Jagalah dia baik-baik."


Valerie langsung mengerti, ucapan Gracia berarti bahwa jika saja Victor tidak hadir, berarti ia sendiri pun tidak akan menghadirinya. Tidak apa-apa jika mereka tinggal bertiga di gedung asing kecil itu, sekarang ia bukan Valerie sebenarnya. Jika dia benar-benar Valerie asli, ia pasti akan menggunakan seribu cara dan bersumpah untuk menghadiri ulang tahun Javier.

__ADS_1


Valerie sama sekali tidak tertarik dengan pesta ulang tahun Javier, Victorlah yang sudah menjadi prioritasnya saat ini.


Valerie menatap Gracia dengan tulus. "Baiklah. Percayalah ibu, aku akan menjaganya dengan baik."


Gracia dan Nuella sama-sama tidak menduga dengan respon Valerie yang begitu mudah. Benar-benar begitu berbeda dengan dirinya yang dulu. Gracia merasa senang, namun Nuella merasa tidak nyaman.


Gracia menatap Valerie agak lekat. Ia sedikit terkejut saat menyadari perbedaan. "Kamu.. sepertinya agak sedikit kurus?"


Nuella di sampingnya juga melihat Valerie lebih lekat saat mendengar ucapan Gracia. Ia dan Valerie jarang bertemu dalam beberapa hari, namun sepertinya dia kehilangan banyak berat badan?


Nuella langsung teringat kehidupan sebelumnya. Ia tinggal di bangunan itu dan menghadapi Victor sepanjang hari, karena kesedihannya, seluruh tubuhnya sangat kurus. Bukankah keadaan Valerie sama dengan ia pada kehidupan sebelumnya?


Perasaan Nuella campur aduk dan rumit.


Valerie hanya tersenyum ringan. "Apakah ibu melihatnya? Aku memang kehilangan berat badan baru-baru ini."


Gracia tidak terlalu peduli. Ia mengangguk dan menyarankan. "Perhatikan kesehatanmu."


Setelah Victor marah hari ini, berat badan Valerie menurun menjadi seratus dua puluh lima kati. Meskipun masih terlibat gemuk, namun itu lebih baik dari tubuh sebelumnya.


"Valerie, jika kamu membutuhkan sesuatu atau menemui masalah, kamu bisa berbicara denganku," imbuh Nuella dengan senyum lembut di bibirnya.


Nuella tidak lagi di ganggu olehnya, dan ia tidak di incar oleh Valerie seperti sebelumnya. Namun tanpa sadar, Nuella merasakan krisis. Apalagi melihat sikap Gracia yang agak berubah kepada Valerie, hatinya selalu merasa masam. Bagaimanapun, ia harus mengembangkan citra bagusnya lebih dulu.


Valerie bertemu mata Nuella yang munafik, ia menyipitkan matanya tanpa merubah senyumnya. "Ya. Terima kasih. Aku meminta bantuanmu nanti."


Di novel di sebutkan, protagonia wanita menggunakan banyak trik kecil untuk kelahirannya kembali. Walaupun Valerie belum melihat taringnya, ia harus tetap hati-hati dengan wanita di depannya. Bukankah seharusnya Nuella merasa bersalah terhadapnya? Dia sudah mendapatkan dan menggapai tujuannya, Valerie asli sudah cukup menderita karena ulahnya, mengapa ia merasa mata Nuella tidak wajar?

__ADS_1


Faktanya, ia tidak mengerti pikiran Nuella sama sekali. Yang terpenting, ia tidak bisa mempercayainya sekalipun. Ia harus lebih pintar darinya. Ia bukanlah Valerie yang bodoh lagi.


***


"Kamu begitu bermalas-malasan! pengurus rumah tangga sudah memerintahkan agar rumah di bersihkan luar dalam! Bulan depan akan menjadi pesta ulang tahun Tuan Javier, ayo cepat bekerja!" Seorang pelayan pria berambut pendek itu menarik pelayan muda lainnya.


"Biarkan aku beristirahat sebentar. Aku di perintahkan pengurus rumah tangga untuk membersihkan gerbang pagi ini." Pelayan muda itu agak mengeluh. Lalu berkata lagi. "Dulu, pesta Tuan Victor sangat besar dan megah. Namun, aku mendengar bahwa tahun ini pestanya tidak akan di rayakan. Hmp, sayang sekali. Mungkin hanya Tuan Javier saja yang akan di rayakan. Bahkan katanya, orang-orang kaya di kota ini di undang."


"Ya, itu sangat wajar. Penampilan Tuan Victor pasti akan membuat siapapun takut saat dia keluar, dan itu pasti akan menjadi lelucon. Berbeda dengan Tuan Javier yang tentunya akan mewarisi masa depan keluarga Spare, tentu saja ulang tahunnya harus besar."


"Oh, aku merasa dia sangat menyedihkan. Ketika Tuan Victor masih normal dan mendominasi, semua orang menatapnya dengan kekaguman dan ketakutan. Sekarang dia terlempar ke dalam bangunan kecil yang rusak dan tidak ada yang peduli." Pelayan muda itu mendesah simpati.


"Kamu kasihan padanya? Kenapa kamu tidak melamar menjadi pengasuhnya saja? Ku dengar, Tuan Victor belum mendapatkan pengasuh yang cocok."


Pelayan muda itu langsung menggeleng ngeri. "Kamu sendiri saja! Aku tidak mau!" Mengingat wajah Victor yang tidak sengaja ia lihat sebelumnya, tubuh pelayan muda itu bergidik dan bergetar. Sangat menakutkan dan menjijikan.


Percakapan inilah yang Valerie dengar saat ia lewat setelah kembali dari Villa. Kedua pelayan itu langsung tutup mulut dan menunduk saat menyadari keberadaan Valerie.


Valerie merasa kesal dan tidak nyaman mendengar ucapan mereka tentang Victor.


Matanya menatap mereka dingin. "Apakah pekerjaan kalian hanya bergosip?"


Tundukkan kepala mereka lebih rendah. Mereka tidak berani menjawab atau menatap matanya.


Valerie mendengus dingin dan melenggang pergi meninggalkan kedua pelayan itu yang menghela nafas lega.


Meskipun mereka kurang menghormati Valerie, namun sikap mereka di permukaan masih tidak akan menimbulkan salah paham atau masalah yang tidak perlu.

__ADS_1


"Apakah kamu merasa Nyonya agak berbeda?" tanya heran pelayan muda itu seraya menatap kepergian Valerie.


"Ku kira hanya aku saja yang merasa begitu."


__ADS_2