Istri Jelek Dari Pria Buta

Istri Jelek Dari Pria Buta
Part 50


__ADS_3

Saat sampai di hutan bambu, Valerie mendengar suara kekanak-kanakan Lucher yang tertawa bahagia.


"Lebih tinggi! Haha ..."


"Aku tidak akan takut!"


Apakah matahari terbit dari barat? Victor bermain dengan Lucher? Bibir Valerie langsung melengkung. Ia langsung berjalan ke arah mereka.


Namun, begitu dia berjalan keluar dari sudut, ia melihat Victor yang berbaring di kursi panjang di paviliun. Ia berjemur di bawah sinar Matahari dengan mata tertutup. Di ayunan, Chelsea dan Lucher tengah bermain. Ekspresi pria kecil itu sangat bahagia, tawanya begitu lepas.


Pemandangan ini seperti keluarga tiga orang. Hati Valerie langsung di penuhi kekesalan. Ekspresinya sangat masam. Valerie berjalan dan duduk di kursi kosong faviliun. Matanya yang tajam menuju Chelsea yang tengah asik bermain dengan Lucher.


Ada bau susu samar di udara, Victor langsung membuka matanya. Suaranya dingin saat sebuah pertanyaan keluar. "Kamu tidak kembali pada siang hari tadi?"


Mata Valerie tidak teralihkan saat mendengar itu. Ia mengambil kue cemilan di meja dan memasukkan ke dalam mulutnya. Rasanya yang manis karena gula terlalu banyak, tidak sesuai dengan hatinya yang pahit.


Setelah beberapa saat terdiam, ia menelan kue dan menjawab masam. "Aku tidak khawatir akan pulang lebih terlambat, dan jawabanmu pagi tadi tidak ada masalah. Lagipula, jika aku tidak pulang pun masih ada seseorang yang akan menemanimu. Kamu bisa menikmatinya tanpa adanya aku."

__ADS_1


Sangat gigih. Alih-alih membuat kue favorit Victor yang biasanya, Chelsea menggantinya menjadi kue osmanthus. Valerie mengira, wanita ini tidak akan muncul setelah percakapan yang cukup tidak enak terakhir kali. Ternyata ia meremehkan kegigihannya.


Victor langsung mengerutkan kening mendengar ucapannya. Suaranya di penuhi ketidaksukaan. "Tidak ada yang menemaniku."


Valerie tersenyum ironis dan mencibir. "Oh? Apakah Chelsea di sana bukan manusia menurutmu?"


Victor menyipitkan matanya dan duduk tegak. Ia menoleh ke arah Valerie dengan bibir melengkung. "Apa yang kamu makan? Mengapa kamu berbicara sangat masam saat ini?"


Valerie terkejut. Ia segera menenangkan hatinya yang panas. Sepertinya dia agak imfulsif. "Aku ... aku memakan kue osmanthus yang di buatkan Chelsea untukmu. Ini terlalu manis. Aku tidak tahu berapa banyak gula yang di tambahkan ke dalamnya."


Valerie merasa kesal lagi. Bukankah pria ini dengan tidak suka berbicara kepada Chelsea terakhir kali? Mengapa saat ini dia membiarkannya datang. Melihat wanita itu bermain dengan Lucher, Valerie merasa tidak nyaman.


Valerie tersadar. Saat melihat ke depan, ia tercengang dengan wajah Victor yang sudah ada dekat di hadapannya.


"Kue? Coba ludahkan?" katanya tiba-tiba.


"Ha? ... aku sudah menelannya ...," balas Valerie linglung.

__ADS_1


Apakah pria ini belum memakan kue yang di buat Chelsea? Mengapa dia menyuruhnya untuk meludahkan? Apa maksudnya?


Valerie linglung lagi. Victor mempersempit jarak. Bibir tipis dinginnya mencium bibir lembut Valerie dengan sedikit tekanan. Lidahnya mengait ke dalam kiri.


Mata Valerie melebar dengan ekspresi tertegun. Hatinya tidak bisa menahan untuk berdegup kencang. Ia hanya merasakan benda dingin dan lembut itu bersinggah beberapa detik di bibirnya.


"Cukup manis." Victor mengangkat alis dengan ekspresi puas. "Aku belum memakannya tadi, tapi sekarang aku bisa merasakannya."


Wajah Valerie terbakar merah. Matanya masih terbelalak menatap Victor tidak percaya.


Ap-apa?! Ap-akah dia menciumku barusan?!


***


TBC


03.00

__ADS_1


Gak selamanya protagonis pria di cerita ini bakal cacat dan jelek, jadi semuanya butuh proses. Itu adalah jawaban buat yang bertanya-tanya, apakah Victor akan selalu jelek dan buta?


__ADS_2