Istri Jelek Dari Pria Buta

Istri Jelek Dari Pria Buta
Part 64


__ADS_3

"Apakah ... apakah kamu Valerie?" tanya Nuella dengan penuh ketidakpercayaan. Sadar akan kebodohannya, Nuella memperbaiki ekspresinya. "Ma-af ... Aku tidak mengenalimu untuk sementara waktu."


Terakhir kali Nuella melihat Valerie, ketika ia akan berangkat untuk syuting, dan dia masih terlihat agak gemuk dan hitam. Setelah hari itu, Nuella tidak penah melihat atau berpapasan dengan Valerie kembali. Lalu, pada saat ini, penampilan Valerie membuatnya benar-benar tercengang, karena perubahannya terlalu banyak.


Nuella membalikan tubuhnya untuk membiarkan mereka masuk. "Suamiku ada di dalam. Silahkan masuk."


Di dalam, Javier sudah mendengar percakapan mereka. Saat melihat mereka langsung, matanya tertuju pada Valerie. Ia terkejut dan merasa terpesona untuk sementara waktu. Setelah itu, dia buru-buru menggelengkan kepala dan kembali pada Ekspresi sebelumnya.


"Aku mendengar kau tertusuk pisau?"


Saat Victor berkata itu, tidak ada keprihatinan atau rasa khawatir. Ekspresi pria itu terlihat arogan. Valerie mencengkram tangannya erat, mencoba memberi isyarat untuk tidak berbicara menyinggungnya.


"Ya," balas Javier dengan kening berkerut.


"Oh." Victor acuh tak acuh. "Apakah kau terluka untuk wanita itu?"


Ekspresi Javier langsung gelap. "Dia istriku."


Nuella yang sedari tadi terus memerhatikan Valerie, ia langsung menggigit bibirnya dengan rasa bersalah saat mendengar kata-kata Victor. Perhatiannya tertuju kembali pada Valerie. Dia terlihat lebih kurus dengan kulit putih, sangat cantik. Tanpa sadar tangannya terkepal. Nuella telah berkecimpung di industri hiburan cukup lama, dan ia telah melihat banyak bintang wanita cantik, tetapi tidak ada yang bisa di bandingkan dengan Valerie.


Fitur wajah Valerie sangat indah, dan ia tidak menyangka bahwa matanya begitu cantik dan cerah, bahkan kulitnya seputih salju dan terlihat lembut. Nuella menunduk dan melihat kulit di punggung tangannya. Banyak orang yang iri karena kulitnya sangat bagus. Tetapi, melihat wanita di depannya yang tanpa make up apapun, dia bahkan lebih putih darinya. Hatinya merasa kesal dan tidak nyaman.


Nuella mengalihkan pandangan untuk melihat Javier. Ia bisa melihat keterkejutan di mata pria itu. Bahkan, ia juga bisa melihat rasa terpesonanya. Kukunya menancap telapak tangan karena kepalannya yang erat, tapi ia tidak merasakan rasa sakit sama sekali.


"Huh, membosankan. Kita sudah melihatnya. Sekarang, ayo pergi." Victor mendengus dan mengajak Valerie untuk segera pergi.


"Victor!" tegur Valerie pelan. Ia khawatir ucapan pria ini menyinggungnya. Bagaimana pun, cahaya kedua protagonis ini masih bersinar, dan ia takut hati mereka tersinggung.

__ADS_1


Valerie menatap Javier dan tersenyum alami. "Apakah kamu sudah lebih baik?"


"Ya." Ekspresi Javier tenang. Tapi, hatinya masih keheranan dengan sikap Valerie. Sepertinya, wanita ini tidak mengejarnya lagi. Walaupun dia tersenyum, namun matanya acuh tak acuh.


Mereka mengobrol beberapa patah kata, begitu pula Nuella. Melihat Victor yang sudah berekspresi muram, Valerie berpamitan dan pergi.


Nuella melihat keduanya berjalan pergi menutup pintu. Lalu, ia berjalan ke sisi Javier. "Aku sudah lama tidak bertemu dengan Valerie, tetapi dia sudah berubah menjadi begitu cantik. Sepertinya berat badannya turun banyak, mungkinkah dia minum pil diet? Ku dengar itu tidak baik dan bisa melukai tubuhnya."


Javier menyentuh kepalanya. "jangan khawatir, itu urusannya."


"Tapi, kulitnya juga memutih dan lembut." Wajah Nuella penuh kesedihan. "Sepertinya, dia juga menggunakan suntikan pemutih. Meskipun dia sudah menjadi putih, tetapi memiliki epek samping."


"Jangan memikirkannya. Dia tidak sebaik kamu." Javier mencoba menghiburnya.


Ia tahu, istrinya itu pasti tidak nyaman dengan perubahan Valerie. Berbeda dengan ucapannya, hatinya pun masih terkejut melihat kecantikan Valerie yang melebihi Nuella. Ia ragu, apakah wanita itu memang memakan pil diet dan menggunakan suntikan pemutih?


Suasana hati Nuella menjadi lebih baik. Ia tersenyum. Merupakan pilihan yang paling tepat milih Javier di kehidupan ini.


Tiba-tiba teleponnya berbunyi. Nuella menatap Javier dan berkata. "Aku akan mengangkat telepon."


Javier mengangguk dengan senyuman hangat di wajahnya. Saat Nuella pergi, pikirannya kembali pada Valerie.


Di sisi lain, setelah Nuella mengangkat teleponnya, ia hendak berjalan ke dapur, tetapi sebelum ia masuk ke pintu, Nuella bisa mendengar suara para pelayan.


"Nyonya Valerie sangat cantik. Apakah kamu melihatnya barusan?"


"Aku sudah pernah mengatakannya kepadamu saat itu, dan kamu tidak percaya bahwa Nyonya sudah benar-benar menjadi cantik."

__ADS_1


"Ku kita itu hanya candaan, tetapi aku percaya sekarang. Aku tidak tahu mengapa dia bisa secantik itu, aku tidak berani menatapnya terang-terangan karena pesonanya." Dia berseru kagum. "Saat kamu mengantarkan makanan, apakah kamu tahu produk apa yang di gunakan Nyonya?"


"Bagaimana aku tahu, aku tidak hanya melayani Tuan Muda, bukan Nyonya Valerie." Pelayan itu menghela nafas menyesal. "Nyonya Nuella terlihat cantik, lugu, saja menyenangkan, dan karakternya masih lembut. Sebelumnya, Nyonya Valerie seperti lumpur jika si bandingkan dengannya. Tetapi, Nyonya melakukan serangan balik dan langsung menjadi seorang Dewi. Sebaliknya, Nyonya Nuella kehilangan warnanya karena tertutup cahayanya."


Nuella menggertakkan gigi dengan mata memerah. Pujian mereka membuat hatinya semakin tidak tenang. Ia tidak bisa menyangkal bahwa Valerie memang sudah lebih baik darinya.


Nuella hanya merasa tidak seharusnya Valerie berubah cantik. Mengapa ini terjadi?


***


Berbeda dengan suasana hati Nuella yang buruk, saat ini suasana hati Chelsea sangat baik. Wajahnya di penuhi senyuman.


"Bibi, walaupun usiamu sudah menginjak lebih setengah baya, tetapi sosokku terawat. Gaun apapun sangat cocok, dan tampilanmu sangat baik dan mulia."


Setiap kata jelas membuat Gracia sangat bahagia dan tersangkut. "Oh, mulutmu sangat manis."


Chelsea mengambil gaun merah dan memberi isyarat bahwa itu benar-benar cocok.


"Aku ingin tinggal lebih lama di sisi Bibi, tetapi aku sangat malu jika terus menumpang di sini," kata Chelsea dengan malu, tangannya memegang lengan Gracia dan bertingkah manja.


"Mengapa kamu harus malu? Aku akan dengan senang hati jika kamu tetap tinggal. Selain itu, baru-baru ini akan ada jamuan ulang tahun ke 15 perusahaan Spare. Jika kamu ingin tetap tinggal, aku akan merawatmu."


Senyum Chelsea berubah cerah. "Baiklah. Aku akan tetap tinggal dan membantu di sini untuk persiapan nanti."


"Tidak, tidak. Aku menganggapmu tamu di sini, dan aku tidak ingin merepotkanku. Biar saja pelayan yang akan mempersiapkannya. Kamu harus datang ke pesta nanti dan berpenampilan cantik."


"Terima kasih, Bibi." Senyum di wajah Chelsea anggun dan lembut.

__ADS_1


Perjamuan akan di adakan kurang dari sebulan. Memikirkan itu, ada ledakan kegembiraan rahasia di hati Chelsea.


__ADS_2