Istri Jelek Dari Pria Buta

Istri Jelek Dari Pria Buta
Part 56


__ADS_3

Di sebuah kamar luas, seorang wanita tengah terbaring dengan selimut tipis yang menutupi seluruh tubuhnya hanya dengan memperlihatkan kepala. Dia membolak-balikannya tubuhnya dengan tidak nyaman. Walaupun matanya tertutup, wajahnya terlihat berkerut kesakitan.


Valerie merasakan sangat sakit sehingga ia tidak bisa tidur. Tiba-tiba selimut di buka, dan perasaan hangat datang dari perutnya.


Valerie langsung membuka mata dan berkedip terkejut. Di depannya, wajah Victor sangat dekat. Dia terbaring di sampingnya. "Victor?"


"Hmm," sahut Victor. Lalu bertanya dingin. "Masih sakit?"


Valerie mengangguk dengan menyedihkan. Lupa bahwa dia tidak bisa melihat, Valerie menjawab. "Ya."


Victor mencibir. "Itu pantas! Siapa yang tidak patuh meminumnya?"


Valerie mengerucutkan bibir. Saat berikutnya, ia sangat terkejut saat menemukan bahwa perasaan hangat itu datang dari tangan Victor yang di letakkan di atas perutnya. "Kamu ...."


Valerie tidak tahu harus berkata apa. Ia menggerakkan tubuhnya dengan tidak nyaman.


"Jangan banyak bergerak, bukankah perutmu sakit?" Victor mengerutkan kening. Ia menahan Valerie dan terus menempelkan tangan di perut wanita itu. "Jika bukan karena kamu tidak meminum teh jahe gula merah, mengapa aku harus melayani dan merawatmu Valerie, apakah kamu puas?"


Valerie melihat penampilannya yang arogan dan penuh gengsi, kerucutan bibirnya menjadi lengkungan geli. Pria ini sangat perhatian, tetapi dia selalu membuat alasan seolah apa yang di lakukannya untuk dirinya adalah paksaan dan keengganan.


"Terima kasih, Victor. Kamu sangat baik," ucap Valerie lembut.


"Huh." Victor mendengus dingin.


Lalu, tiba-tiba Victor melepaskan tangannya, dana Valerie memerhatikan pria itu meletakkan tangannya di atas kantong air hangat. Sebelumnya, Valerie bertanya-tanya, mengapa tangan Victor yang biasanya dingin menjadi hangat saat menyentuh perutnya? Setelah memerhatikan ini, akhirnya ia mengerti.


"Kamu bisa meletakkan kantong air hangat secara langsung di perutku. Aku tidak ingin merepotkanmu ...," saran Valerie.

__ADS_1


Victor mengangkat alis. Tanpa mendengar saran Valerie, ia meletakkan kembali tangannya di atas perut Valerie. "Aku tidak kerepotan!"


Hei, siapa yang sebelumnya bilang jangan merepotkanku? Valerie menggelengkan kepala dengan ekspresi geli.


***


Di bangsal rumah sakit, seorang wanita berbaring di samping tempat tidur yang di mana seorang pria terbaring pucat. Saat pria itu bergerak, wanita di sampingnya yang tertidur langsung bangun.


"Javier? Apakah kamu sudah bangun?" Melihatnya membuka mata, wajah Nuella penuh kebahagiaan. "Aku akan memanggil dokter." Nuella segera membunyikan bel.


Setelah beberapa saat, dokter datang memeriksa. Dia mengatakan beberapa patah kata yang perlu di perhatikan dan pergi.


Gracia langsung bergegas masuk berpapasan saat dokter itu keluar bangsal. Wanita tua itu menangis dengan ekspresi sangat cemas.


Ketika ia mendengar berita bahwa cucu kesayangannya di tikam dan masuk rumah sakit, Gracia hampir pingsan karena ketakutan. Saat mengetahui bahwa dia melakukan itu untuk menyelamatkan cucu menantunya, Gracia merasa rumit.


"Javier! Kamu membuatku takut sampai mati!Bahkan jika kamu ingin menyelamatkan seseorang, kamu harus memerhatikan dirimu sendiri!" sergahnya. "Pamanmu sudah buta karena kecelakaan. Lalu sekarang, kenapa kamu harus mengalami kecelakaan juga?!"


Javier selalu dia manjakan lebih dari putranya sendiri. Dan ia membesarkannya seolah menjaga harta paling berharga. Sekarang, melihatnya terbaring di rumah sakit, Gracia hanya merasakan hatinya sakit.


"Aku baik-baik saja. Jangan khawatir," kata Javier dengan suara rendah dan serak.


Javier mengalihkan pandangan dan memandang istrinya yang berada di samping. Matanya memerah dan sedikitnya menyedihkan. "Apakah kamu terluka?"


Nuella menyembunyikan tangan yang memar di punggungnya. Ia menggelengkan kepala dengan air matanya yang tersendat. "Tidak. Kamu membuatku sangat cemas ...."


Walaupun Nuella menyukai Javier, tetapi hatinya tidak sepenuhnya di berikan untuk pria itu. Javier hanya seseorang yang menjadi alat dan keberuntungannya membalas dendam. Tapi, setelah mengalami kejadian buruk dan Javier menyelamatkannya sampai bertaruh nyawa, Nuella sangat tersentuh. Ia sangat takut Javier tidak bangun lagi. Sekarang ia sadar bahwa ia benar-benar mencintai pria itu.

__ADS_1


Lalu ketika dia di tangkap oleh pria yang memiliki masalah mental itu, ia diikat ke tiang tempat tidur kayunya. Pria itu sangat mengerikan. Dia mengumpat dan mengulurkan tangan untuk menyentuh wajahnya dengan ekspresi mesum. Nuella sangat ketakutan. Ia hanya bertanya-tanya, mengapa Tuhan membuat akhir di kehidupannya yang kedua lebih buruk?


Ketika ia merasa putus asa, Nuella tidak menyangka Javier akan datang. Wajahnya di penuhi kecemasan dan kemarahan. Javier melawan pria itu dengan tangan kosong, dan kejadian tak terduga terjadi yang membuat hati Nuella terguncang hebat.


Pada saat itu, pikiran Nuella penuh dengan Javier. Kelahiran kembalinya mungkin memang di takdirkan untuk bersamanya.


Javier melihat gerakan kecil Nuella. Ia mengerutkan kening. "Kenapa kamu menyembunyikan tanganmu? Apakah kamu terluka?"


"Tidak. Aku baik-baik saja." Nuella menyembunyikannya lebih dalam.


Javier meletakkan tangannya di ranjang rumah sakit dan mencoba untuk menangkapnya gan Nuella. Tapi, saat tubuhnya bergerak, ia tidak sengaja menarik lukanya dan meringis kesakitan. "Hiss ...."


Gracia dengan cepat melangkah maju dengan khawatir dan mencegahnya untuk bangun. Gracia mengomel. "Jangan bergerak! Berbaring lagi! Dokter sudah mengatakan bahwa kamu tidak boleh banyak bergerak! Apakah kamu lupa?!"


Javier kembali berbaring dengan patuh, tetapi matanya tidak lepas dari Nuella. "Tunjukkan tanganmu."


"Cepatlah dan tunjukkan tanganmu pada cucuku! Kenapa kamu sangat keras kepala?! Dia hampir kehilangan nyawanya untuk menyelamatkanmu, tetapi saat ini dia hanya peduli dengan tanganmu yang memar," marah Gracia kepala Nuella.


Setelah Gracia tahu bahwa cucunya menyelamatkannya hingga hampir membuat nyawa Javier melayang, dia mengeluh dan memarahinya, dan sekarang suasana hati Nuella tidak begitu baik. Ia menarik nafas dalam-dalam. Sepertinya kehidupannya setelah ini tidak akan semudah sebelumnya.


Nuella memaksakan senyum lembut. "Tidak apa-apa. Ini hanya sedikit goresan. Kami tidak perlu khawatir."


"Kamu dengar? Luka Nuella hanya sedikit, tidak sebanding dengan lukamu. Nanti dia akan pergi ke dokter untuk meresepkan obat disinfektan. Javier, kamu harus istirahat. Aku akan meminta pelayan untuk membawakanmu nanti," bujuk Gracia. Tidak peduli dengan ekspresi yang tidak begitu baik.


"Baiklah. Sekarang nenek harus kembali beristirahat juga. Nuella saja yang menjagaku," kata Javier.


Gracia melirik Nuella sekilas, tatapannya sangat sinis dan penuh kebencian di dalamnya. "Jaga cucuku dengan baik. Nanti aku akan mengirim makanan."

__ADS_1


Nada bicaranya tidak seakrab sebelumnya. Malah terdengar sangat asing. Nuella menundukkan kepala dengan hati tidak nyaman. "Ya."


__ADS_2