
Tidak sedikit orang yang tahu bahwa Nuella pada awalnya adalah putri dari keluarga Harison yang tidak terlalu kaya. Karena kakeknya telah menyelamatkan kakek Spare, tidak tau apakah karena rasa terima kasih atau persahabatan satu sama lain, di saat masih sangat kecil, Nuella menjadi tunangan Victor.
Setelah Victor mengalami kecelakaan tak terduga, semua orang mengira bahwa Nuella sendiri akan jatuh. Namun tidak di sangka, Nuella berbalik dan menikah dengan Javier. Untungnya dia masih sangat cantik membuat banyak putri keluarga kalangan atas lainnya merasa iri dan cemburu.
Padahal hanya Nuella yang tahu, bahwa ia beruntung karena dirinya sendiri mengubah jalan yang seharusnya.
Setelah Nuella menyapa semua orang, ia memanfaatkan waktu luangnya untuk memerintahkan seorang pelayan untuk menemui Valerie. Entah apa yang ia rencanakannya.
Berbeda dengan halaman depan vila yang di penuhi orang, di bagian belakang yang merupakan hutan bambu di sisi bangunan asing kecil, suara pesta terdengar bising sampai ke sana.
Saat ini, Valerie tengah sibuk di dapurnya. Ketika seorang pelayan datang, ia baru saja menyelesaikan membuat kue biasa yang Victor sukai.
"Nyonya.." panggil pelayan itu.
Valerie berbalik dengan wajah sedikit terkejut. Tentu saja terkejut, karena pelayan ini merupakan pelayan dari vila.
"Ada apa?"
"Nyonya Nuella mengundang Anda untuk ke pesta.." Suara pelayan wanita tua itu sangat sopan.
Valerie kembali terkejut. Ia tidak tahu mengapa Nuella menyuruh pelayan ini untuk mengundangnya ke pesta. Tapi, setulus atau sebaik apapun itu tujuannya, Valerie tetap tidak tertarik untuk pergi ke pesta.
"Aku sangat berterima kasih karena Nuella telah mengundangku. Tapi, dari sebelumnya ibu mertuaku sudah menyuruhku untuk menjaga Victor, jadi aku tidak akan pergi ke sana," kata Valerie dengan ekspresi tenang.
Pelayan itu memandang kosong Valerie yang wajahnya ternoda oleh tepung putih. Ia sangat terkejut sehingga tidak bisa kembali ke akal sehatnya.
Valerie berniat merayakan ulang tahun Victor, jadi sebelumnya ia sengaja mencari-cari gaun bagus di lemari untuk di kenakan. Saat ini ia mengenakkan rok yang diikat dan tidak tertali longgar karena ukurannya yang besar. Dengan pinggangnya terikat, lekuk ramping juga terlihat.
Bukan karena ia di bilang cantik, namun penampilannya saat ini benar-benar berubah di bandingkan dengan sebelumnya. Tidak hanya kehilangan banyak berat badan, tapi warna kulit dan wajahnya juga berubah cerah.
Setelah pelayan itu pulih dari rasa terkejutnya. Ia melirik kue di atas meja dan bertanya. "Apakah Nyonya akan merayakan ulang tahun Tuan Victor?"
"Ya."
__ADS_1
"Tuan Victor memang sangat menyukai kue ini. Stroberi musim ini sangat segar. Saya juga melihat pelayan di sini membeli banyak stroberi hari ini." Pelayan tua itu tersenyum. "Kalau begitu, saya akan kembali dan menyampaikan kata-kata Nyonya kepada Nyonya Nuella."
Valerie mengangguk. "Baiklah."
Setelah pelayan itu pergi, Valerie mengambil kue yang telah siap dan mulai berjalan menuju kamar dengan hati-hati.
Saat ia sampai di sana, Valerie melihat Victor yang duduk tenang di kursi. Sedangkan Lucher tengah duduk di lantai dekat kaki ayahnya. Pria kecil itu tengah bermain dengan mobil barunya.
Di bandingkan dengan pesta meriah di vila, bangunan ini sangat sunyi dan tenang.
Valerie berjalan mendekat dan tersenyum ceria. "Victor, aku telah membuatkan kue untukmu. Hari ini adalah hari ulang tahunmu, jadi secara khusus aku membuat kue versi yang lebih besar untuk merayakan ulang tahunmu!"
Lucher langsung mengangkat kepalanya dengan ekspresi cerah. "Aku juga ingin makan kue!"
Valerie hanya tertawa akan keantusiasannya. Ketahuilah, ia sangat gembira karena hari ini Victor benar-benar mengenakkan kemeja putih yang di belikannya hari itu.
Kemeja putih dan celana hitam, Victor yang berpakaian seperti sekarang memiliki temperamen yang lebih cerah, tidak lagi murung dan suram seperti biasanya.
Senyum di wajah Valerie tidak berubah mendengar ucapan dingin pria itu. Ia meletakkan kue di atas meja.
Valerie berjalan mendekat dan meraih lengan Victor. Ia menariknya sedikit kuat. Dengan suara yang paling lembut, ia berkata genit. "Tahukah kamu? Aku telah membuat kue ini sejak pagi ini. Butuh banyak waktu dan pemikiran. Maukah kamu mencobanya? Cicipi dulu sedikit. Jika memang kamu tidak menyukainya, aku tidak akan memaksamu.."
Ironisnya, ketika Victor akan menolak dan baru saja membuka mulut, namun kata-kata itu tertelan kembali saat aroma susu familier mencapai hidungnya. Ia mendengus pelan dan berkata tidak sabar. "Terserah."
Mendengar jawaban acuh tak acuhnya, Valerie memandangnya sedih. "Aku membuatkan kue untukmu lebih dari yang pernah aku lakukan sebelumnya. Apakah kamu pikir membuat kue sebesar ini mudah? Bahkan, keluargaku sendiri tidak pernah memakan kue buatanku."
Wajah Victor masih tanpa ekspresi saat mendengar kata-katanya, tetapi sudut mulutnya sedikit melengkung.
Valerie awalnya berniat menyalakan lilin ulang tahun, tetapi berpikir kembali tentang sikap Victor, jelas pria itu pasti tidak mau meniupnya. Jadi, Valerie memotong kuenya secara langsung.
Lucher mengambil kue yang telah Valerie potong dengan antusias. Sebelum masukannya ke dalam mulutnya, ia menoleh ke arah Victor dan berkata manis. "Ayah.. selamat ulang tahun."
Victor yang sedang memakan kue, sedikit mengerucutkan bibirnya. "Hm."
__ADS_1
Sepertinya pria kecil itu mengingat sesuatu, ia melompat dari kursinya dan berlari ke akarnya. Setelah beberapa saat kembali, Lucher memegang sebuah kotak dengan sedikit hiasan. Langkahnya menuju Victor. Tangan kecilnya menarik ujung pakaian Victor. "Ayah, ini hadiah ulang tahun dari Lucher untuk ayah.."
Victor mengulurkan tangan untuk mengambil hadiah itu. Namun, detik berikutnya, Victor bersin beberapa kali. Tiba-tiba matanya gatal, begitupun di beberapa bagian kulitnya.
Eskprsinya langsung mendingin. Eskpresi Victor benar-benar tenggelam. "Valerie! apa yang kamu tambahkan ke dalam kue?!"
Valerie tercengang.
Nafas Victor memburuk. Kulitnya memerah. Ia ingin berdiri untuk mengambil ponsel, namun tubuhnya menjadi sangat lemah.
Valerie merasa panik. Ia melihat titik merah di wajah Victor dan segera bergegas cemas. "Victor?! Ada apa denganmu?!"
Mata hitam pekat Victor yang tanpa fokus tertuju pada Valerie. Dengan rasa dingin yang dalam, ia bergumam. "Heh, ternyata ini yang kamu inginkan.."
Bug
Victor langsung terjatuh pingsan.
"Victor!"
Untungnya Valerie tidak terlambat, ia langsung menangkap tubuhnya.
Lucher yang tengah makan pun tertegun, ia langsung turun dari kursi dan mulai menangis. "Ayah.. ayah.."
Valerie berusaha menopang tubuhnya yang berat. Ekspresinya sangat panik. Ia memerhatikan banyak bintik merah di wajah Victor, bahkan tubuhnya yang terbuka di bagian leher, punggung tangan, dan lainnya. Tampaknya itu gejala alergi.
Melihat Lucher menagis, Valerie berusaha tenang. "Lucher.. jangan menangis. Kamu tunggu di sini untuk menjaga ayahmu. Aku akan pergi mencari bantuan."
Valerie mendudukkan Victor dengan di kursi punggung bersandar.
Mata Lucher memerah. Ketika mendengar ucapan Valerie, ia terisak kecil dan mengangguk. "Aku akan menjaga ayah.."
Valerie tahu bahwa dia ketakutan, namun ia tidak punya waktu untuk mengiburnya. Setelah menyentuh kepalanya sebentar, ia langsung berlari keluar untuk menemukan seseorang.
__ADS_1