
"Internet cukup gempar! Ini benar-benar berkah terselubung! Nona, cepatlah lihat!" Suara di seberang telepon sangat bersemangat.
Nuella melirik pintu bangsal yang tertutup, dan bertanya kepada asistennya. "Ada apa?"
"Para Kru meliris berita tentangmu yang menyelamatkan wanita itu, karena perbuatan baikmu, polisi berhasil memecahkan kasus besar. Yang membuatmu semakin populer adalah, wanita yang kamu bantu untuk melarikan diri, dia memposting rasa terima kasihnya di internet, dan para netizen memujimu sebagai orang baik. Selain itu, jumlah penggemarmu semakin meningkat!"
Nuella merasa sangat senang. Mengingat Javier lagi, wajahnya kembali sedih.
"Aku akan membiarkan tim memanfaatkan gelombang panas ini untuk mempromosikan mu. Sebaiknya kamu menunjukkan wajahmu kepada publik dalam dua hari," sarannya.
Nuella memejamkan matanya. Ia melirik kembali bangsal. Mengingat pengorbanan Javier untuknya, Nuella menggeleng pelan. "Suamiku terluka, dan aku akan merawatnya."
"Ini kesempatan, Nona." Nada asisten itu agak tidak terima karena penolakan Nuella, tapi suaranya tidak keras karena mengingat identitas Nuella.
Nuella menyia-nyiakan kesempatan ini begitu saja. Jika ia benar-benar tidak mengingat latar belakangnya, ia harus lebih sabar dan memperlakukannya dengan baik.
"Maaf." Nuella langsung menutup telepon.
***
Valerie tertidur sepanjang hari. Ketika ia bangun pada siang harinya, wajahnya masih agak merah. Merasa tangan besar pria itu masih di letakkan di perutnya, Valerie bergerak dan ingin beranjak.
"Bangun?" Victor membuka matanya.
__ADS_1
"Ya." Valerie menatap tangan pria yang masuk ke dalam pakaiannya dan menyentuh perutnya. Ia berkata malu. "Victor, bisakah kamu menarik tanganmu dari perutku?"
"Tanganku mati rasa," kata Victor malas.
"Ah." Valerie langsung merasa bersalah. Ia mengambil tangan pria itu dari perutnya dan memijatnya sedikit. "Apakah kesemutan?"
Tangannya tiba-tiba di ambil oleh tangan Valerie dan ia agak menyesal karena pinggang serta perut yang ia sentuh telah di tinggalkan. Tetapi, pijatan halus itu membuat nyaman dan ia hanya membiarkan. "Aku baik-baik saja."
Valerie melepaskan tangannya dan tersenyum tulus. "Terima kasih telah merawatku. Aku lebih baik sekarang."
"Apakah kamu tidak memberikan apapun padaku?" tangannya tiba-tiba.
"Hah?" sahut Valerie tidak mengerti.
Valerie langsung mengerti. Ia berpikir sejenak, dan berkata ragu. "Apakah kamu ingin aku membuatkanmu kue favorit dalam beberapa hari sebagai hadiah?"
Victor tampak tidak puas dengan tawaran Valerie. "Jangan terlalu berlebihan, Valerie. Apakah kamu tidak berpikir bahwa hadiah itu terlalu murah untukmu?"
Valerie mengerutkan alis bingung. Ia menatap bekas luka di wajah pria itu, dan hanya merasa itu tidak terlalu mengerikan seperti sebelumnya, enak di pandang. "Lalu, aku membuatkanmu kue dua kali sehari? Jangan terlalu banyak makan, itu tidak baik."
"Aku tidak berkata untuk membuat kue sebagai hadiah," dalih Victor. "Aku hanya ingin kamu membiarkanku menggigit mulutmu untuk mencicipi kue."
Valeria langsung melotot dengan mulut menganga lebar. Wajahnya memerah dan merutuk. "Tidak tahu malu!"
__ADS_1
Victor mengangkat sebelah alis dengan santai. "Kenapa? Apakah aku salah meminta itu?"
"Tidak. Kamu sama sekali tidak salah, Tuan Victor. Tetapi aku yang salah telah membuat seseorang menjadi tidak tahu malu," balas Valerie dengan kesal.
Ceklek.
Tiba-tiba pintu terbuka menampilkan lelaki kecil yang masuk dengan kaki pendeknya. Mata yang bulat mengarah ke Valerie dan berkata Lucu. "Segera bangunlah. Matahari sudah menggantung tinggi di langit."
Tidak tahu siapa yang mengajarkan untuk mengatakannya, tetapi suaranya sangat lucu membuat Valerie gemas. Di sisi lain, ia juga malu karena baru bangun di siang hari. Dengan wajah tersipu, Valerie turun dari tempat tidur.
"Hadiahku, kapan?" Suara Victor menghentikan langkah Valerie.
Valerie menoleh dengan wajah memerah. "Aku tidak tahu!"
"Hadiah apa? Apakah ayah akan mendapatkan hadiah? Aku juga ingin!" kata Lucher dengan semangat.
Wajah Victor berubah gelap. "Kamu tidak bisa mendapatkannya. Hanya aku saja."
"Ah ... baiklah." Bahu Lucher langsung terkulai lemas.
Victor tersenyum puas. Lalu Valerie? Ia melongo dengan wajah semakin memerah.
***
__ADS_1
Gak bisa ngetik lebih banyak lagi, ngntuk bgt maaf. Besok terakhir kerja, dan seterusnya bakal up lebih rajin kok.