
Setelah selesai makan. Arga dan Andini memutuskan untuk istirahat sejenak di vila, sebelum mereka memutuskan untuk jalan-jalan nanti.
Mereka langsung memasuki kamar vila itu. Andini begitu terpesona melihat pemandangan kamar yang indah, bak kamar pengantin baru.
" Ayo, Din. Kamu mau tunggu apa lagi?" Tanya Arga.
" Eh, iya tuan." Andini langsung memasuki kamar dan Arga langsung menaiki Rannnjangg.
Karena bingung, Andini masih saja berdiri di situ, dia bingung sebab di dalam kamar itu hanya ada sebuah kasur.
" Kenapa masih di situ? Ayo kemari." Suruh, Arga yang sedikit kesal.
" Sat-satu tempat tidur, tuan?" Tanya Andini gugup.
'' Iya, kenapa Kamu tidak mau? kalau Kamu tidak mau, Saya bisa tidur di sofa saja.'' Usul Arga.
'' Eh, buk-bukan begitu Tuan, yasudah saya tidur disini. '' Lagi-lagi Andin sangat gugup dengan Arga.
Andini pun mulai merebahkan tubuhnya dan tak lama terdengar suara dengkuran halus dari bibirnya.
Arga melihat Istrinya tertidur tersenyum tipis, lalu mengecup kening Andini.
Cup!
'' Tidur yang nyenyak.'' Kata Arga, sambil menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah mulus Andini.
__ADS_1
Arga terus memandangi wajah damai istri nya, tiba-tiba saja terlintas di benak nya. Saat ia melihat Tara bersama kekasihnya dan bukan dengan Istrinya.
Pikiran Arga terus berkecamuk, dia sudah berpikir bahwa istrinya ada main di belakangnya, karena pusing dengan pikirannya akhirnya Arga memutuskan untuk ke balkon kamar yang langsung terlihat pemandangan pantai yang bikin menenangkan pikiran.
Suara ombak yang tenang, tapi tidak dengan dengan suasana hatinya. Pikirannya terus saja melayang-layang, kenapa istrinya harus membohongi dirinya? Dan kalau Tara di sini, lantas dia pergi dengan siapa?'pikir Arga.
Arga pun memutuskan untuk kembali ke tempat tidur. Saat dilihatnya, kasur sudah kosong.
'' Loh. Andin kemana?'' Gumam Arga.
Saat di dengar nya suara gemericik air. Hatinya langsung melega, karena pasti Andini sedang berada di dalam kamar mandi.
Setelah tak terdengar lagi suara gemericik air, tiba-tiba saja pintu terbuka dan terlihat, Andini sudah mengganti pakaiannya dengan piyama tidur.
'' Eh, tuan. Ada apa, tuan?'' Tanya Andini.
''Tidak, tuan. Badan saya lengket-lengket, Tuan. Jadi saya putuskan untuk membersihkan diri dulu sebelum tidur.'' Tutur Andini.
Arga hanya membentuk bibirnya bulat saja.
'' Kalau begitu, saya lanjut tidur ya tuan.'' Ijin Andini.
'' Hmmm, silahkan.''' Balas Arga.
🐐🐐🐐🐐🐐
Malam pun tiba, niat hati tidur cuma sejam dua jam, eh malah ke blablasan sampai malam.
__ADS_1
Bagaimana tidak nyenyak tidurnya? Orang tidurnya sambil pelukan.
Saat ini sudah lebih dulu terbangun dari tidurnya, dia langsung memandangi wajah ayu Andini.
'' Cantik!'' Puji Arga, lalu mengecup singkat kening Andini.
Cup!
Entahlah. Entah kenapa akhir-akhir ini, perasaan Arga terhadap Andini berbeda. Tidak seperti pertama kali mereka bertemu.
Arga merasa nyaman saat di dekat Andini, kenyamanan itu di dapatnya dengan istri keduanya, yang tidak dia cintai sama sekali.
' Apa aku, sudah jatuh cinta dengan Andini?' Batin Arga.
Ntahlah. Apapun perasaannya terhadap Andini, itu tidak akan membuat cintanya kepada Defi luntur.
Defi adalah cinta pertama Arga. Arga sangat sulit untuk mendapatkan Defi. Arga harus mengejar cinta itu sampai ke negeri Cina, karena memang Defi berkuliah di situ.
Dia terus mengejar cintanya dan terbukti sekarang dia sudah mendapatkan itu dengan jerih payahnya sendiri.
Defita Aldonna
bersambung.....
kira-kira udah cocok belum visual-nya Defi, istri pertamanya Arga, jangan lupa komen ya😊
__ADS_1
gak bakal bosen ngingetin nya, jangan lupa like, favorit dan vote serta bunga mawarnya ya gaya, karena itu adalah penyemangat ku untuk cepet-cepet up.
Babay see you next time 💗😊