
Saat Arga hendak tidur, tiba-tiba saja dia mendengar suara knop pintu yang di putar. Itu pertanda bahwa Defi sudah pulang. Ini waktunya Arga menjalankan rencananya, dia harus bisa menyerahkan surat palsu itu kepada Defi yang tentunya sudah di tanda tangani oleh dirinya sendiri.
Defi seperti orang yang sedang mengendap-endap, dia tidak mau langkahnya terdengar di telinga Arga, ia takut jika Arga terjaga dari tidurnya dan akan memberikan pertanyaan yang dia sendiri akan kewalahan menjawabnya.
Arga berpura-pura tidur dan dia sengaja memiringkan tubuhnya untuk bisa mengawasi gerak-gerik Defi. Mau sampai kapan aku berpura-pura tidur seperti ini? pikir Arga sedikit kesal. Akhirnya dia memutuskan untuk berpura-pura menggeliat sambil mengucek mata, persis yang orang lakukan saat bangun tidur.
" Eh. Kamu sudah pulang Def?" Tanya Arga disaat dia menguap. Tubuh Defi tampak memegang, dia terkejut mendengar suara Arga yang tiba-tiba memanggil namanya.
' Mati aku, mas Arga bangun.' Batin Defi ketakutan.
" Iya mas. Aku mau mandi dulu ya, mas." Pamit Defi.
" Oke. Cepatlah kamu mandinya, soalnya ada sesuatu yang akan aku berikan kepadamu." Balas Arga. Defi menjawab dengan anggukan.
Sambil menunggu Defi mandi. Arga berniat untuk mengechet Andini, hanya untuk menanyakan keadaannya.
Arga:( Kamu sudah makan?) Tanya Arga melalui pesan di aplikasi hijaunya.
Di sebrang sana, nampak Andini tengah rebahan, sambil mengelus perutnya yang datar.
" Nanti kalau kamu sudah gede. Kamu jangan seperti Ibu mu ini, nak. Ibu yang tak pernah merasakan bahagia di waktu kecil. Ibu janji, Ibu tidak akan membiarkan dirimu menderita atau kesusahan, ibu akan berusaha semampu ibu untuk bisa membuatmu bahagia, karena kebahagiaanmu sumber kesenangan bagi ibu. Semoga kehadiran dirimu membawa kebahagiaan untuk orang banyak ya, nak." Andini bermonolog sendiri, dia berbicara dengan perutnya seolah-olah di dalam perutnya ada seseorang yang sedang mendengarkan ceritanya.
Saat sedang asyik-asyiknya berbincang-bincang dengan perutnya, ponsel Andini tiba-tiba saja nyala, menandakan adanya pesan masuk ke dalam ponsel itu.
Karena penasaran siapa yang mengechet dirinya. Segera di raihnya ponselnya dan membuka aplikasi Chet itu. Tampak nama Arga yang paling pertama di kolom Chet itu.
Mas Arga😎(Kamu sudah makan?) Begitulah pesan masuk dari Arga.
__ADS_1
Andini💚: (Sudah mas, baru aja siap makan)
Mas Arga😎:( Vitamin dan susunya sudah diminum?) Tanya Arga lagi.
Andini💚:( Sudah, mas. Oh iya mas, aku sama Tara ijin keluar ya malam ini. Tara tadi ngajakin aku ke pasar malam, sudah lama juga dia gak ke pasar malam, kasihan kalo aku nolak keinginan nya. Boleh ya, Mas?)
Mas Arga😎:( Boleh. Tapi jangan pulang malam-malam, kalau ada apa-apa langsung telepon)
Andini💚:( Sipp👍) Andini membalas pesan Arga dengan emoji jempol.
Arga langsung mematikan ponselnya karena keburu Defi yang sudah mendekati dirinya.
Defi dengan balutan piyama tidur nya. Piyama yang menjadi kegemaran Arga, karena bentuknya yang sexy, yang selalu membuat Joninya berdiri saat melihat Defi mengenakan piyama seperti itu.
Arga begitu candu dengan postur tubuh Defi, yang seperti model dan yang menjadi tempat favorit Arga bercinta dengan Defi adalah, empat gunung atas bawah dan depan belakang milik Defi. Karena empat gunung itu begitu montok. Arga pikir karena olahannya empat gunung Defi itu montok, nyatanya ada campur tangan orang lain yang ikut mengolah empat gunung itu.
Lalu Defi mendekati Arga dan dia duduk di tepi ranjang.
" Kamu ingin berbicara apa, Mas?" Tanya Defi di sela-sela mengeringkan rambutnya dengan handuk yang dia balutkan ke kepalanya.
Tanpa banyak bicara. Arga mengeluarkan surat palsu itu dan menyodorkannya kepada Defi.
Kening Defi mengkerut, karena bingung dengan apa yang dilakukan oleh Arga. Defi pun menerima surat itu dan membolak-balikan surat itu.
" Ini apa, mas?" Tanya Defi bingung.
" Itu surat pengahlian harta. Aku sudah mengahlikan surat itu dengan namamu." Jawab Arga santai.
__ADS_1
Mulut Defi terbuka akibat keterkejutannya. Ini kabar gembira untuknya, dia tidak perlu lagi untuk mencari cara agar mendapatkan tanda tangan Arga, karena Arga sendiri yang sudah memberikan tanda tangannya berikut dengan surat pengahlian harta itu.
" Apa? Ini buat apa, mas?" Tanya Defi berpura-pura shock, seolah-olah dia tidak tau apa-apa.
" Itu buat kamu. Awalnya aku ingin memberikan surat itu untuk anakku, tetapi apa mau di kata, kamunya mandul yang otomatis tidak bisa memberikan keterunan untuk ku." Ucap Arga.
Ada sedikit sakit hati, saat Arga mengatainya 'mandul'. Tapi tak masalah, toh dia mendapatkan harta kekayaan Arga, tanpa harus membuang-buang tenaganya.
" Jadi ini aku serahkan untuk mu. Aku harap, kamu bisa mengelola bisnis dan hartaku dengan baik." Kata Arga lagi.
" Pasti, Mas." Jawab Defi antusias.
' Akhirnya, masuk jebakanku juga kamu, Defi.' Batin Arga bersorak gembira.
Defi langsung memeluk tubuh Arga dengan erat, sambil menitikkan air mata, yang pasti air mata itu hanya air mata buaya.
" Terimakasih Mas. Kamu sudah mempercayakan aku untuk mengelola bisnis mu." Ujar Defi di sela-sela sesegukannya.
" Hmm. Aku akan tidur, karena besok pagi ada meeting. Kamu jangan tidur malam-malam.
" Peringat Arga.
Defi Hanya mengangguk dan dia langsung beranjak dari ranjang menuju meja riasnya. Malam ini juga dia harus menemui Rio, untuk memberikan kabar gembira ini.
bersambung....
jangan lupa vote dan hadiahnya ya gaes. Biar aku semangat terus ngetiknya 😊
__ADS_1