Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
Malam yang panjang


__ADS_3

Arga dan Andini sudah tiba di villa mereka. Andini langsung keluar dari mobil dengan tangan yang sudah penuh oleh paper bag yang berisi mainan yang ia beli di toko mainan.


Terlihat Andini begitu susah membawa paper bagnya, Arga langsung mengambil ahli paper bag itu dan di bawanya masuk kedalam villa.


Sesampai di dalam kamar Arga langsung menyusun paper bag itu sementara Andini langsung menuju kamar mandi untuk mandi.


Setelah selesai dengan paper bag. Arga memutuskan untuk ikutan mandi dengan sang istri, diraihnya handuknya dan berjalan ke arah kamar mandi. Saat dirinya sudah tiba di kamar mandi dirinya berniat membuka kamar mandi , tetapi Andini sudah menguncinya dari dalam.


Tok... tok... tok...


Arga terus menggedor pintu kamar mandi itu tetapi Andini tidak memberi tanggapan. '' Sayang kamu lama banget mandinya. Gantian dong, aku juga mau mandi.'' Teriak Arga.


Andini menghiraukan perkataan Arga dirinya masih asyik dengan acara lulurannya dengan sabun cairnya itu.


'' Mau main-main kamu sama aku rupanya ya, awas kamu, gak akan aku lepas kamu.'' Gumam Arga tersenyum kecut.


Arga memutuskan untuk duduk kembali di tempat tidurnya, sambil menunggu Andini siap mandi dirinya mulai memainkan ponselnya. Saat sedang memainkan ponselnya tiba-tiba saja sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Arga segera Arga membuka pesan itu dan melihat siapa yang telah mengirim pesan.


'' Alvin?'' Gumam Arga, segera dirinya buka pesan itu.


Alvin( Bang, kondisi pak Abdi sangat memperhatinkan, dirinya begitu lemah.) Sebuah pesan berhasil Arga baca dengan segera Arga membalas pesan dari Alvin.


Arga ( Kamu tau dari mana?) Arga mengirimkan sebuah pertanyaan melalui pesan.


Alvin( Tadi aku dan Tara ingin menjenguk pak Abdi. Saat kami sampai di kantor polisi pak Abdi sudah di larikan ke rumah sakit, karena kondisinya yang nge-drop.)


Arga( Emm, yasudah pulang dari sini, kami langsung ke rumah sakit.)


Arga langsung mematikan ponselnya saat melihat Andini sudah kuat dari kamar mandi.


'' Sudah?'' Tanya Arga yang di balas anggukan dari Andini.


Arga langsung masuk ke kamar mandi dan mulai dengan ritual mandinya. Hampir sepuluh menit Arga di dalam kamar mandi, akhirnya dirinya keluar juga dari dalam kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya.


Arga sengaja tidak memberitahu Andini soal abdi ABG dirawat di rumah sakit. Arga tidak mau akan menambah pikiran Andini dan yang pasti malam ini gagal akibat mood Andini yang langsung berubah kalau Arga memberi tahunya.


Arga mendekati Andini yang sedang berkaca di depan meja rias itu. Arga mengecup pipi Andini. '' Cantik.'' Puji Arga.


Andini hanya tersenyum dan dirinya menoleh ke arah Arga tanpa di duga-duga Andini juga membalas ciuman itu dengan mencium pipi Arga.


'' Terimakasih.'' Bakal Andini malu-malu.

__ADS_1


Arga langsung tersenyum jari telunjuk nya langsung mencolek hidung Andini. '' Nakal.'' Kata Arga dengan mengedipkan sebelah matanya.


Andini langsung mendorong pelan dada Arga.'' Pakai dulu pakaian kamu mas.'' Kata Andini.


'' Kenapa harus pakai pakaian, kitakan mau langsung enak-enak.'' Goda Arga.


Andini hanya menghela nafasnya saat Arga berbicara yang berbau ranjang. '' Aku laper mau makan.'' Kata Andini mengalihkan pembicaraan mereka.


'' Emm, baiklah aku akan memesan makanan untuk kita.'' Arga pergi menjauhi Andini dan menuju kasur untuk meraih ponselnya dan Arga langsung mengotak-atik ponselnya.


'' Mau makan apa?'' Tanya Arga yang jarinya sudah menarik ulur aplikasi makanan itu.


'' Nasi padang mas, aku mau makan nasi padang.'' Jawab Andini. Arga langsung memesan dua porsi nasi padang dan tak lupa memesan minuman juice jeruk.


Arga masih tidak memakai pakaiannya, karena sama aja, nanti juga bakal di lepas lagi, pikir Arga.


Beberapa menit kemudian, kurir yang mengantarkan makanan mereka akhirnya datang juga. Andini langsung mengambilnya dan membawanya ke dalam kamar mereka.


" Nih. Makan dulu mas." Andini menyerahkan sekotak nasi padang pada Arga dengan senang hati Arga menerima nasi itu. Arga mulai memakan nasinya hingga habis.


*********


Arga dan Andini selesai makan. Andini langsung membereskan bekas makan dirinya dan suaminya.


Andini yang kesal karena diikuti oleh Arga, dirinya langsung membalikkan tubuhnya dan keningnya langsung terbentur oleh dada Arga. " Ihhh, kamu kenapa ikutin aku mulu sih mas." Kesal Andini.


Arga hanya tersenyum menanggapi kekesalan Andini. " Udah bisa di mulai?" Tanya Arga yang tak sabaran.


" Bersih-bersih dulu mas." Ucap Andini.


Yang dibilang Andini ada benarnya, akhirnya Arga memutuskan untuk menyikat giginya dan memakai deodorant.


" Huft. Kok aku deg-degan ya?" Gumam Andini.


Arga keluar dari kamar mandi dan berganti Andini yang masuk ke kamar mandi. Andini menukar pakaiannya menjadi lingerie kimono seksi yang dapat menggoda iman.


Andini semakin deg-degan, saat menatap dirinya di cermin dengan memakai pakaian kurang bahan ini. Setelah Andini selesai membersihkan diri dan dirasanya sudah lebih mendingan. Akhirnya Andini memutuskan untuk keluar dari kamar mandi, benar saja saat Andini luar dari kamar mandi, mata Arga tak berkedip saat melihat tubuh Andini yang begitu seksi.


Andini mulai mendekati Arga yang sedang duduk di atas kasur dengan mata fokus ketubuh Andini.


Andini dibuat semakin grogi akibat tatapan Arga pada tubuhnya. " Jangan gitu banget mas natapnya. Aku makin grogi nih." Ucap Andini.

__ADS_1


" Kenapa grogi?" Tanya Arga.


" Gak tau, grogi plus takut."


" Gak usah takut. Sini duduk." Arga menepuk-nepuk kasur di belakangnya. Andini mulai merangkak naik ke atas kasur dan mendekati Arga.


Arga menatap dalam wajah Andini." Udah bisa di unboxing belum?" Tanya Arga.


Andini menepuk pelan pipi Arga. " Kamu ini mas kaya baru pertama aja." Andini tertawa kikuk.


" Harusnya aku yang bilang seperti itu sayang. Kamu masih takut?" Tanya Arga.


Andini menggeleng. " Tidak, "


" Kalau begitu langsung aja ya?"


Andini menggeleng. " Kenapa?" Tanya Arga heran.


" Eh enggak apa mas, maaf mas."


Andini langsung membuka baju Arga lebih dahulu, sampai mampu membuat Arga sumringah.


Tak ingin membuang-buang waktu nya lagi, mereka berdua mempersatukan nafas mereka. Bibir yang saling menyapa hingga sesekali beradu di dalam mulut mereka berdua. Tubuh mereka saling merespon saat mereka meraih kenikmatan.


Andini cukup menikmati sentuhan nakal yang di berikan oleh Arga. Sampai-sampai mampu membuat nya seperti di ratukan dalam peraduan yang syahdu.


" Awww. Kok sakit ya mas?" Keluh Andini jujur. Arga langsung memberhentikan aksi kenikmatannya itu.


" Aku sudah pelan sama hati-hati."


" Tapi kok sakit ya mas? Berasa seperti pertama. Apa mungkin jahitnya waktu itu kebanyakan ya mas?" Andini mulai menyalahkan dokter Hani selaku dokter yang membantu dirinya pasca lahiran.


" Mungkin ini rezeki anak sholeh, dapet perawan jilid dua. Kalau begitu kamu tahan ya? Aku akan melakukannya dengan hati-hati."


' Baiklah, kamu harus rileks Ndin.' Andini menjerit kecil saat Arga berhasil memasukan adik kecilnya ke dalam kandangnya.


Arga yang merasa istrinya seperti tidak nyaman, dirinya tidak memaksa Andini. Arga berinisiatif memberikan rangsangan lebih gila lagi. Hingga mampu membuat Andini terlena dan merasa lebih siap.


Dengan sedikit usaha, kerja keras, akhirnya malam perdana setelah melahirkan pun bisa dilewati dengan jeritan manja dan rintihan nikmat yang berseru di antara deru nafas mereka.


"Sayanggg..... Bisa nambah lagi kecepatannya?" Andini mengangguk. Arga langsung menambah kecepatan nya hingga membuat Andini menjerit manja karena di hujam manja oleh Arga.

__ADS_1


Arga tersenyum saat melihat wajah Andini yang terlihat sangat lelah. Dirinya langsung menghujami ciuman di kening Andini dan berkali-kali mengucapkan terimakasih atas pelayanan Andini malam ini.


Arga langsung memeluk tubuh Andini dan tak lama dirinya tertidur akibat aktivitas mereka yang begitu melelahkan.


__ADS_2