
Matahari sudah menunjukkan sinarnya, tetapi Andin dan Arga enggan untuk membuka mata. Mengingat semalam mereka lembur.
Waktu terus berjalan, hingga jam menunjukkan pukul delapan pagi, tetapi mereka belum juga bangun. Sampai akhirnya suara dering ponsel Arga yang membangunkan mereka berdua.
Andini yang tersentak langsung mendorong tubuh Arga hingga jatuh ke lantai, membuat sang empu meringis kesakitan.
" Aww sakit, Andin."Kesal Arga.
Andin hanya menyengir seolah-olah tak ada kejadian.
" Ayo, mas. Kita sudah terlambat ini. Udah siang banget, kenapa pake acara kesiangan sih." Omel Andin.
" Santai, gak papa juga kalo kita telat. Aku kan bos." Jawab Arga enteng.
" Bangkrut usahamu, kalo kamu seperti itu, mas.'' kesal Andin, dia langsung turun dari kasur dan menyiapkan satu stel pakaian kerja Arga dan dirinya yang mereka beli di Mall kemarin, lalu Andin bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Sedangkan Arga masih belum bergerak dari tempatnya, dia masih sibuk dengan melihat arah kamar mandi yang di dalamnya terdapat Andini.
Hingga selesai, Arga juga masih di tempatnya. Karena geram Andin langsung melempar pakaian Arga ke wajahnya dan mengomelinya.
" Bandel banget di bilangin mandi, gak mandi juga. Kita itu udah kesiangan Mas. "Omel Andin yang sedang sibuk ber-make-up.
Arga hanya tersenyum, akhirnya dia mengalah dan turun dari kasur untuk mandi. Cukup lama Arga mandi hingga membuat Andin semakin kesal, dia langsung keluar kamar dan menyiapkan perlengkapan Arga. Seperti tas, sepatu dan kunci mobilnya.
" Sudah? Ayo buruan, mas. Kita ini udah kesiangan banget, ini udah jam setengah sembilan." Kata Andini yang sibuk wara-wiri karena ada saja barangnya yang ketinggalan.
" Ayo, nanti kita sarapan di kantor aja." Ajak Arga.
Andin pun akhirnya mengikuti Arga yang keluar rumah, tak lupa pula untuk mengunci pintu rumahnya itu.
Dan akhirnya mobil mereka melesat ke kantor perusahaan Arga. Di dalam mobil Andini tak bosan-bosannya mengomel.
__ADS_1
" Ini, karena kita nganu-nganu nya sampe pagi, mas. Jadi kesiangan kita kan. Kamu sih, udah di bilang stop-stop, masih aja lanjut." Omel Andini, Arga hanya melihatnya sekilas dan langsung fokus menyetir mobilnya.
" Ternyata kamu cerewet." Ucap Arga santai.
Hingga mobil yang di naikin Arga dan Andin telah sampai di lobby utama kantor. Arga langsung turun dan Andin juga dengan rasa gugupnya akhirnya memutuskan untuk turun.
" Mas. Aku gugup." Cicit Andin.
" Tadi aja, sok-sok-an nyuruh cepet-cepet, giliran udah sampe. Eh, gak berani." Ledek Arga.
" Bukan gak berani, tapi gugup." Bantah Andin.
Meraka akhirnya masuk ke dalam, sebelum menaikkan lift. Ada seseorang yang memanggilnya dan itu membuat mereka berdua menoleh kearah sumber suara itu.
" Mas." Panggil wanita itu.
" Defi? Ngapain dia ada disini?" Gumam Arga.
" Pagi, Andin. " Sapa Defi ramah.
" Pagi juga, bu. " Balas Andin sambil tersenyum.
" Jangan panggil 'Ibu' panggil aja, 'Mbak'. Ataupun senyaman Kamu aja." Kata Defi lembut.
" Ba-baik, mbak." Ucap Andin tersenyum.
Arga seperti di kurung tangannya oleh Defi, agar dia tidak bisa bersama-sama. Hal itu membuat Arga jengah. " Def, tolong tanganmu. Gak enak di liat karyawan." Kata Arga, tetapi tidak dihiraukan oleh Defi.
Bukannya melepaskan rangkulannya, Defi malah semakin mempererat rangkulannya itu.
" Kamu semalam gak pulang kemana, mas?" Tanya Defi.
__ADS_1
" Aku ke apartemen." Jawab Arga cuek.
" Oh." Defi hanya membulatkan bibirnya.
Saat hendak masuk ke dalam lift, Andin enggan untuk ikutan masuk, hatinya memanas melihat kemesraan suami dan istri pertama suaminya.
" Ayo, Ndin. Jangan diam di situ." Ucap Defi.
" Mbak deluan aja, biar saya menyusul." Kata Andin, sambil menganggukkan kepalanya.
" Jangan dong. Kamu kan masih baru disini, takutnya kamu nanti salah ruangan lagi, yaudah ayo ikut kami aja." Ajak Defi sekali lagi.
" Biarkan saja Def, Andin tidak mungkin salah ruangan. Masing-masing ruangan sudah di beri nama oleh kantor. Jangan lupa nanti kamu pencet lantai enam ya. Ingat, ruangan S
saya di lantai enam." Peringat Arga.
" Baik, pak.'' Ucap Andin.
Akhirnya Defi dan Arga yang deluan menaiki lift, hingga tak lama pintu lift itu terbuka, lalu Andin masuk ke dalam lift tersebut.
Saat di dalam lift, Andin sedang memainkan ponselnya dan di aplikasi warna hijaunya ada pesan masuk dari Arga.
Mas Arga { Maafkan aku, karena tidak bisa bareng dengan mu}
Saya{ Tidak apa, mas. aku ga pa-pa kok}
Setelah membalas pesan Arga, Andin langsung menyimpan ponselnya ke dalam tasnya.
Bersambung.....
Ganggu banget sih kamu Defi.
__ADS_1