
Setelah kepergian Arga dari kafe. Arga memutuskan untuk menemui orang suruhannya untuk mengambil surat pengahlian harta Arga menjadi surat palsu.
'' Huft. Rasanya hari ini, aku begitu capek. Mereka membuat ku capek. Hah, di kira mereka sudah yang paling pintar, haha gak tau dia kalo, Arga Wijaya jauh lebih pintar dari dirinya.''
'' Ntah dosa apa yang dulu ku perbuat, sampai-sampai orang kepercayaan ku sendiri berkhianat di belakang ku. Apa aku pernah berbuat kesalahan yang fatal? Hingga mereka begitu jahat dengan ku? Dan sekarang mereka berembet ke Andini. Mereka ingin menyelakai Andini dan kandungannya melalui obat-obatan itu. Aku tidak tinggal diam, jika Rio dan Defi menyakiti Andini, sudah cukup Andini menderita di masa kecilnya dulu.'' Monolog Arga sambil membuang keheningan di dalam mobilnya saat menyetir.
Mobil Arga berbelok ke arah sebuah danau buatan dan langsung menemui orang suruhannya.
'' Alvin!'' Panggil Arga.
'' Eh, Pak Arga. Duduk dulu Pak, saya sudah memesan minuman untuk bapak.'' Ujar Alvin orang suruhan Arga.
'' Hmm.'' Lalu Arga duduk di hadapan Alvin.
'' Sudah kamu bawa pesanan saya?'' Tanya Arga saat menyedot minumannya.
'' Sudah Pak. Ini dia surat palsunya berikut dengan materai tiga ribunya, Pak.'' Alvin sambil menyerahkan map yang berisi surat pengahlian harta Arga yang pasti surat itu, surat palsu.
Aga langsung mengecek isi surat itu dan hasilnya tidak bisa di ragukan lagi. Tidak sia-sia dirinya membayar mahal Alvin, karena memang hasil kerjanya yang begitu bagus. Isi suratnya begitu cantik nyaris tak ada perbedaan dan pastinya Defi tidak akan tau, kalo ini surat palsu.
__ADS_1
" Bagus. Surat ini seperti surat yang asli, siapapun yang melihatnya pasti tidak akan bisa membedakan yang asli dengan yang palsu. Bagus Alvin, bonus mu nanti akan saya kirim ke rekening mu, sekali terimakasih kamu sudah mau membantu saya untuk memecahkan teka-teki selama lima tahun ini." Arga langsung berjabat tangan kepada Alvin.
" Tak masalah Pak. Saya tidak menyangka dengan kelakuan Bu Defi, yang dengan tegas telah mengkhianati pernikahan kalian, Pak." balas Alvin.
" Sudah lah gak perlu bahas itu. Kalau begitu, saya pamit dulu ya? Nanti kalau ada informasi terbaru kabari saya." Arga langsung menuju mobil dan memutuskan untuk langsung pulang, dia takut keduluan dengan Defi, yang pasti akan mencari-cari surat itu.
Tiga mobil dari mobilnya terparkir, terlihat sepasang kekasih yang sedang bercengkrama dan tertawa bersama. Kegiatan pasangan itu tak jauh dari pandangan Arga. Arga pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini, dia langsung mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi Camera, untuk merekam dan memotret mereka berdua. Suatu saat nanti foto ini akan berguna untuk menjadi tambahan bukti perselingkuhan Defi dan Rio.
" Tidak punya malu sekali. Bermesraan di depan umum." kata Arga tersenyum kecut.
Setelah sudah mendapatkan beberapa foto. Arga memutuskan untuk langsung pulang, dan meletakkan surat ini ke dalam laci samping ranjang Arga.
Suara deru mesin mobil Arga sudah terdengar di area rumah mewahnya dan scurity langsung membuka pintu gerbangtersebut saat mendengarsuara telekson mobil Arga.
Lalu Arga turun dari mobil dengan membawa map coklat berisi surat palsu tersebut.
'' Malam, Pak.'' sapa pak Dadang, selaku security di rumah Arga.
'' Mbak Defi ada di rumah, Pak?'' Tanya Arga basa-basi. Yang pasti dia tau jawabannya adalah tidak.
__ADS_1
'' Mbak Defi, tadi pergi Pak. Dia pergi bersama temannya, Pak'' Jawab Pak Dadang.
'' Oh. Kalau begitu, saya masuk dulu.'' Ujar Arga.
Dia langsung menuju ke lantai atas, tepatnya di kamar nya. Tapi sebelum Arga masuk kedalam Kamar, dia tidak sengaja berjumpa dengan asisten rumah tangga yang baru.
'' Tuan mau makan, atau mandi dulu?'' Tanya Ni Inem, selaku pelayan baru di rumah Arga.
'' Tidak perlu Bi, saya ingin langsung tidur.'' Jawab Arga yang akhirnya masukke dalam kamar nya itu.
Arga langsung meletakkan surat palsu ke dalam laci samping ranjang Arga. Arga meletakkan surat palsu itu di tumpukan berkas-berkas lainnya dan yang pasti dia meletakkan nya di paling bawah.
Surat ini sengaja Arga bikin untuk Defi. Dia akan berakting di depan Dari, bahwa dia ingin memberikan Hartanya yang mengatas nama kan Defi. Kalau di lihat-lihat, Arga ini baik, dia mempermudahkan rencana istrinya.
Mereka tidak tau, di balik ke tersengajaanya membuat surat itu, ada kepintaran yang tak tertandingi oleh siapapun, good job, Arga.
'' Selesai, tapi aku belum bisa bernafas lega, karena masalah ini belum terbongkar. Arga Wijaya memang sangat pintar, gak sia-sia aku kuliah jauh-jauh. '' Lalu Arga bergegas untuk membersihkan tubuhnya dan langsung tidur.
bersambung...
__ADS_1
hola gaess. Aku baru nyadar, kalau temennya si Defi itu, Tara. Dan aku bikin juga nama adiknya Andin, Tara juga gaes. Udah terkadung gaes bikin namanya sama, tapi ga papa lah. Nama Tara kan banyak yakan gaes gak cuma dia aja😂😂😂