
Andini dan Arga sudah berada di atas kasur. Andini sedang berusaha memejamkan matanya, tetapi dia tidak bisa sudah beberapa kalai ia mencobanya tetapi hasilnya nihil.
'' Kenapa aku gak bisa tidur?'' Gumam Andini.
Andini berniat untuk mengerjai Arga. Dia mulai mengambil beberapa alat dan make-up miliknya, lalu Andini langsung melukis gambar yang ntah apa yang di gambarnya ke wajah Arga yang sedang tertidur pulas.
'' Maafkan aku mas. Tapi kamu sangat cantik saat di dandani seperti ini, hehehe.'' Andini ketawa sendiri saat melihat hasil lukisan yang menggunakan lipstik merah cabai di wajah Arga.
Andini segera mengambil ponselnya dan langsung memotret beberapa wajah Arga yang sedang ia sabotase.
Setelah puas dengan kejahilannya. Segera dia memejamkan matanya dan masuk ke dalam pelukan Arga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi-pagi Andini sudah membangunkan Arga untuk mengajaknya joging bersama. Yaa... Andini sudah memutuskan untuk melahirkan normal, persyaratan agar melahirkan normal yaitu dengan berolahraga, jadi dia putuskan hari ini untuk berolahraga keliling taman komplek.
'' Mas, ayo bangun mas.'' Sebenarnya Andini gak sanggup menatap wajah comel Arga lama-lama, karena make-up Andini masih tercetak jelas di wajah Arga.
'' Kenapa sih Ndin. Ayo tidur lagi, hari ini kita libur ke kantor, hari ini weekend.'' Kesal Arga, dia langsung menarik lengan Andini untuk tidur kembali.
'' Ayo bangun mas, kamu harus nemenin aku joging.''
'' Joging?'' Ulang Arga.
'' Ngapain kamu joging Ndin? Kamu tidak usah insurance sama yang lain, aku akan tetap cinta sama kamu walau tubuh kamu agak buntal.'' Lanjut Arga, dirinya langsung mendapatkan cubitan maut dari Andini.
'' Bukan mau ngurusin badan mas, tapi biar lancar persalinan aku nanti. Lagian kalau kamu tidak mau nemenin aku juga gak masalah, aku bisa pergi sama Tara dan mama.'' Kesal Andini, dia langsung turun dari kasur dan berjalan keluar kamar untuk menuju meja makan, karena perutnya dari tadi minta diisi makan.
Andini datang dengan wajah cemberut serta rambut yang berantakan akibat belum mandi.
Semua orang yang ada di meja makan menertawakan dirinya, kenapa dia bisa seperti itu? Batin mereka.
'' Mbak kenapa, kok cemberut aja sih?'' Tanya Tara.
'' Gak tau. Mbak lagi males ngomong.'' Andini langsung menarik kursi dan segera duduk di atas kursi. Dia langsung mengisi nasi beserta teman-temannya ke dalam piringnya.
'' Arga mana Ndin?'' Tanya Winda.
'' Di kamar ma, masih tidur.'' Jawab Andini.
Tak lama Arga berlari mendekati meja makan. Dengan ngos-ngosan dirinya duduk di kursi dan langsung menuang air ke dalam gelas dan meminumnya hingga kandas.
'' Jangan marah Ndin. Oke, nanti kita akan joging bareng.''Kata Arga memelas.
__ADS_1
Sementara yang lain hanya menahan tawa. Arga terlihat sangat lucu dengan coretan tak jelas yang memenuhi wajah tampannya.
Arga celingak-celinguk menatap yang lain. Kenapa mereka tersenyum-senyum gak jelas? Batin Arga bertanya-tanya.
'' Kalian kenapa, seperti menahan sesuatu begitu?'' Tanya Arga heran, hal itu langsung membuat yang lain termasuk Andini tertawa.
'' Kok ketawa? Ada yang lucu emang?'' Tanya Arga semakin heran.
'' Sebaiknya kamu berkaca dulu Ga.'' Kata Wijaya.
'' Berkaca? Kenapa sih, gak jelas banget.'' Kesal Arga. Lalu Tara memberikannya sebuah cermin kecil yang bermotif lucu.
Arga langsung berkaca pada cermin itu, betapa terkejutnya dia saat mendapati lipstik elyner dan sebuah lukisan dari pensil alis memenuhi wajah tampannya.
Arga langsung menatap kesal ke arah Andini yang sedang memakan nasi gorengnya.
'' Andin.'' Kesal Arga, sementara sang empu hanya tertawa. '' Hehehe maaf ya mas. Aku semalam bosen gak bisa tidur.'' Kata Andini.
'' Huftt.'' Arga hanya membuang nafas beratnya.
'' Jadi tidak joging nya?'' Tanya Arga lembut. Bukannya marah, Arga malah berbicara dengan lembut kepada Andini.
'' Mau mas. Emm, apa kamu masih marah mas?'' Tanya Andini hati-hati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Andini sudah bersiap-siap untuk joging pagi ini, dirinya sedang menunggu Arga selesai mandi. Sudah dua puluh menit lamanya Arga berada di dalam kamar mandi, Arga belum juga keluar dari dalam kamar mandi.
Kesabaran Andini sudah habis. Segera dia bangkit dan berjalan ke arah kamar mandi untuk menggedor pintu kamar mandi itu.
Tok' Tok' Tok'
'' Mas. Kamu sudah siap mandinya?'' Tanya Andini yang terus menggedor-gedor pintu kamar mandi itu.
'' Bentar lagi.'' Jerit Arga. Tak lama terdengar suara air yang sedang di guyur dari atas hingga ke lantai.
Andini langsung duduk kembali dan memainkan ponselnya.
Ceklek'
Terdengar suara langkah kaki yang sedang mendekati Andini. ''Ndin.'' Panggil Arga.
'' Apa mas?'' Andini masih fokus dengan ponselnya, tanpa berniat untuk menatap Arga.
__ADS_1
'' Gak bisa hilang.'' Rengek Arga.
'' Apanya yang tidak bisa hilang?'' Tanya Andini yang masih saja memainkan ponselnya.
'' Lipstik nya.'' Andini langsung mendongak menatap Arga.
'' Hahahaha..'' Tawanya pecah saat melihat wajah Arga. Wajahnya sudah seperti orang beradu jontos aja.
'' Kok bisa jadi gini mas?'' Tanya Andini. Bukannya hilang warna lipstik itu, tapi malah luntur tak beraturan mengenai wajah tampannya.
'' Gak tau. Aku sudah bolak-balik menyabuni wajahku dengan sabun muka, tapi warna ini tidak mau hilang. Bukannya hilang malah semakin melebar begini.'' Andini semakin di buat ngakak ketika melihat wajah tak berdosa suaminya.
'' Ternyata bagus juga lipstik ku ya mas. Gak sia-sia aku beli itu dengan harga mahal, hehehe.'' Andini langsung berdiri dan berjalan menuju meja rias untuk mengambil Makeup Remover, sebuah pembersih make-up.
Andini kembali mendekati Arga dengan membawa pembersih make-up dan sebuah kapas make-up di tangannya.
'' Sini biar aku bantu ngehapus bekas lipstik-nya.'' Andini langsung menarik lengan Arga untuk duduk di samping dirinya.
Andini langsung menyangkan makeup remover ke kapas wajah itu, lalu menyapu ke seluruh wajah Arga dengan lembut.
'' Kita pasti terlambat mas untuk joging.'' Kata Andini di sela-sela dia menghapus bekas kemerahan akibat ulahnya tadi malam.
'' Ini juga karena kamu Ndin, kalau saja kamu tidak mencoret-coret wajah tampan ku ini,pasti ini tidak akan terjadi.'' Balas Arga sedikit kesal.
Dia yang tanpa permisi langsung mengecup bibir Andini. Andini yang mendapatkan ciuman mendadak itu langsung membulatkan matanya.
'' Mas.'' Kesel Andini.
'' Hehehe, sorry.'' Arga menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya yang dia samakan.
'' Ck.''
'' Nih sudah siap.'' Andini langsung membereskan bekas kapas yang ia gunakan untuk menghilangkan noda merah di wajah Arga.
Andini langsung mengembalikan barang-barang itu pada tempat saat ia ambil tadi.
'' Sudah selesai?'' Tanya Arga.
Andini mengangguk. '' He'em. Ayo cepat kamu pakai pakaian kamu mas, pakaiannya sudah aku siapkan di ruang ganti.''
Arga langsung menuju ke ruang ganti dan langsung memakai pakaian joging yang sudah di siapkan Andini.
Setelah selesai,mereka langsung turun ke bawah dan langsung menuju taman kompleks sini untuk berjalan-jalan santai.
__ADS_1
Bersambung......