Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
Andini diculik?


__ADS_3

Waktu istirahat Arga sudah selesai. Sekarang dirinya akan memulai hari-harinya dengan menyibukkan diri di depan laptop.


Seminggu dirasa sudah cukup untuk mengumpulkan kembali stamina serta strategi dirinya untuk menghadapi masalah yang akan dihadapi dirinya.


'' Mas. Hari ini kamu ada meeting dengan PT Asuransi Jiwasraya.'' Lapor Andini.


'' Jam berapa kita akan bertemu dengan manager PT Asuransi Jiwasraya itu?'' Tanya Arga dengan melirik Andini.


'' Sekitar jam satu siang mas. Di kafe tentram.''


Arga langsung melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul dua bas lewat empat puluh menit.


'' Kenapa tidak bilang dari tadi? Hmm, ayo kita berangkat, nanti kita telat.'' Arga langsung menutup laptopnya dan menggandeng tangan Andini menuju lobby kantor.


'' Tapi mas, aku belum menge-print berkas yang akan kita bawa untuk meeting.''


'' Kenapa gak dari tadi?'' Kesal Arga dia langsung menghadap Andini yang sedang berdiri di belakangnya.


'' Aku gak sempat mas, soalnya PT Asuransi Jiwasraya mengadakan pertemuan ini dengan mendadak.'' Jawab Andini.


'' Gini aja mas. Kamu pergi duluan, nanti aku nyusul setelah selesai nge-print berkas yang akan di presentasikan nanti.'' Usul Andini.


'' Apa kamu tidak apa-apa aku tinggal?'' Tanya Arga cemas.


'' Tenang aja mas, aku gak pa-pa kok. Sebisa mungkin aku datang dengan cepat.''


'' Baiklah. Ini ongkos untuk naik taksi, maaf kamu harus naik taksi, soalnya mobil kantor sudah dipakai semua.'' Arga memberikan beberapa lembar uang kepada Andini untuk ongkos Andini naik taksi.


'' Ini terlalu banyak mas. Lagian aku masih ada uang.''


'' Sudah ini ambil, sekalian buat cemilan kamu saat di jalan nanti, kalau begitu aku berangkat sekarang ya? Ingat, kamu harus berhati-hati.'' Peringat Arga.


'' Sip bos Arga.''


Cup'


Arga memberikan sebuah kecupan manis di kening Andini dan hak itu di tonton oleh para karyawan kantor Arga. Mereka hanya tersenyum geli dan ada juga yang merengut.


'' Enak banget Andini bisa dapetin pak Arga. Aku gak terima.''Kesal Neli.


'' Husshh. Kamu gak boleh ngomong gitu. Biar gimanapun, dia itu istri bos kita, kamu gak mau kan kehilangan pekerjaan kamu.'' Sambung Tiwi, selaku resepsionis di kantor Arga.


'' Ck. Ya enggak lah.'' Neli berdecak kesal.

__ADS_1


'' Tapi kalau di lihat-lihat. Pak Arga sama Andini cocok, karena Andini bisa membuat hari-harinya menjadi bewarna. Lihat lah dulu, ketika pak Arga masih bersama bu Defi, wajahnya seperti tertekan. Dan ketika dengan Andini, wajahnya sangat ceria dan dia sudah tak sedingin dulu.'' Kata Riska.


'' Ingetin ya. Andini itu hanya pelakor di dalam hubungan Arga dan mantan istrinya.'' Bantah Neli.


'' Sudah-sudah jangan gosip aja.'' Tiwi melerai gosip mereka, karena dirinya takut ada yang mendengar perkataan mereka.


Mereka langsung mengerjakan tugas-tugas mereka.


Andini langsung kembali ke ruangan Arga untuk mengambil beberapa berkas yang akan dia fotokopi. Saat dirinya melewati para karyawan yang ada di hadapannya, semua karyawan langsung menunduk hormat padanya, Andini hanya tersenyum menanggapi hal itu.


'' Siang, bu!'' Sapa Tiwi sambil tersenyum.


'' Siang juga Tiwi.'' Balas Andini dengan senyuman yang tak kalah manis.


'' Untung saja berkasnya tidak terlalu banyak, jadi bisa cepat.'' Ucap Andini saat menunggu hasil print-an yang terakhir.


'' Siap.'' Andini langsung menyusun print and itu dan memasukkannya ke dalam map cokelat.


Andini langsung ke bawah dan bersiap-siap untuk menunggu taksi.


Andini memilih menunggu taksi di pos satpam, karena di sana tempatnya sejuk dan terhindar dari sinar matahari. Pos satpam itu berjarak lima meter dari


'' Target sudah di depan mata. Bersiap-siaplah.'' Seseorang yang memakai pakaian serba hitam yang bersembunyi dari balik pohon besar itu.


Sosok hitam itu langsung membekap mulut Andini. Sontak saja Andini memberontak, tetapi tenaganya kalah dengan sosok hitam itu. Dirinya Akhirnya pingsan, karena kebanyakan menghirup sapu tangan yang sudah di berikan bius.


'' Hmmpphhh, to...'' Andini langsung di masukan ke dalam mobil yang sudah dari stay di samping pos satpam itu. Tidak ada yang menyaksikan penculikan itu, karena tempat kejadian itu sangat sepi dan tak ada satu pun orang lewat di jalan itu.


'' Bagus. Misi kita berhasil, sekarang aku akan menelepon bos untuk meminta bayaran untuk kita.'' Kata sosok hitam yang sudah membekap mulut Andini.


'' Cepet kamu telepon bos.'' Sambung temannya yang sedang menyetir mobil itu.


'' Ck. Sabar.''


Sosok hitam itu langsung mengeluarkan ponselnya dan menekan nomor seseorang. Panggilan itu terhubung dan langsung ter-angkat oleh pemilik nomor tersebut.


'' Halo bos. Kami sudah berhasil menangkap target.'' Lapor sosok berbaju serba hitam itu.


' Bagus. Sekarang kamu bawa dia ke gedung tua di jalan xxx, nanti saya akan kasih bayaran mu di tempat yang sudah saya bilang tadi.' Perintah seseorang dari balik sambungan telepon itu.


'' Oke.'


Klik'

__ADS_1


'' Kejalan xxx sekarang.'' Ucap sosok hitam itu kepada temannya.


Di jok belakang ternyata Andini sudah sadar dari pingsannya, walaupun ada sedikit pusing karena pengaruh bius itu. Dengan sekuat tenaga, Andini membuka matanya dan melihat kesekitar jalan yang membawanya ntah kemana.


' Aku mau dibawa kemana?' Batin Andini.


Dia berinisiatif duduk di paling pojokan, karena dia ingin membuka ponselnya dan menghubungkan seseorang.


( Mas tolong aku. Aku di culik.) Andini mengirim sebuah pesan kepada Arga, untuk menolongnya.


Di tempat Arga berada, dirinya begitu khawatir dengan Andini. Karena sampai sekarang dia belum datang juga.


'' Kamu kemana sih Ndin?'' Ucap Arga cemas. Akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari ruangan meeting itu, untuk menelepon Andini.


Belum sempat Arga menelepon Andini, tiba-tiba saja sebuah pesan masuk ke dalam aplikasi hijaunya.


Arga langsung membacanya dan sesaat wajahnya langsung panik.


'' Apa? Bagaimana bisa?'' Arga langsung menelepon Andini, tetapi langsung di rijek oleh yang punya nomor telepon itu.


( Jangan telepon aku dulu mas, nanti mereka tau kalau aku sedang memegang ponsel.) Sebuah pesan masuk dari dalam ruang chetnya itu dan tak pula sebuah foto yang Andini kirim. Di dalam foto terlihat wajah Andini yang sembab akibat nangis ketakutan.


{ Kamu tenang aja. Aku akan menyusul kamu, jangan kamu matikan ponselnya, biar aku bisa lacak kamu} Arga membalas pesan dari Andini.


Lalu Arga beralih ke nomor Revan mantan sekretaris nya dulu.


' Halo. Revan saya minta tolong sama kamu, untuk menggantikan meeting saya dengan PT Asuransi Jiwasraya.' Ucap Arga. Arga sengaja menghubungi Revan, karena sebelum ini Revan juga pernah ikut meeting dengan PT Asuransi Jiwasraya ini, besar kemungkinan kalau dirinya bisa meng-handle meeting hari ini.


'' Oke bos.'' Revan langsung menyetujui perintah dari Arga.


Klik'


Arga memutuskan untuk kembali ke ruangan meeting dan berniat untuk mengundurkan diri dari meeting dan akan di gantikan oleh Revan.


'' Sepertinya saya akan menjelaskan sebentar meeting kita hari ini pak.'' Kata ketika sudah masuk ke dalam ruangan meeting itu.


'' Maksudnya pak?'' Tanya sekertaris dari PT Asuransi Jiwasraya.


'' Yang akan menggantikan meeting hari ini Revan pak. Saya tidak bisa melanjutkannya, karena istri saya dalam bahaya.'' Dirinya kini sudah tak peduli akan kerja sama dengan PT Asuransi Jiwasraya. Yang terpenting saat ini istrinya, dia harus cepat-cepat menemukan istrinya sebelum sesuatu yang tidak-tidak menimpa istri dan calon anaknya.


Bersambung.....


Hayo kira-kira siapa ya yang nyulik Andini?

__ADS_1


Jangan lupa like dan hadiahnya ya gengss🤭


__ADS_2