
''Aku udah gak apa-apa, mas. Aku sudah jauh lebih baik, mas. Aku mau pulang aja, aku ingin meminta maaf sama mbak Defi atas apa yang sudah aku lakukan padanya, mas.''
Saat Arga mendengarkan keinginan Andini yang di lontarkan, dirinya begitu terkejut atas keinginan sang istri.
'' Tidak. Aku tidak akan membiarkan kamu menemui dia. Dia sudah begitu jahat dengan mu, aku gak mau kamu kenapa-kenapa nantinya.'' Tegas Arga.
'' Tapi mas. Mbak Defi pasti sedih saat tau hubungan antara kita berdua.'' Lirih Andini.
'' Ndin, jangan keras kepala. Kondisi kamu belum stabil, jika kamu paksakan untuk berjalan akan berakibat fatal pada kandunganmu. Kalau kamu masih kekeh ingin jumpa dengan Defi, silahkan. Tapi jika terjadi sesuatu pada anakku. Aku tidak akan bisa memaafkan mu.'' Ancam Arga sambil menatap tajam ke arah Andini. Hal itu menimbulkan rasa takut di dalam benak Andini, dirinya tak berani lagi untuk mengeluarkan suaranya.
'' Tidur. Jangan menjadi istri yang pembangkang, karena aku tidak suka dengan istri pembangkang. Jadilah istri penurut, ayo sekarang kamu tidur, gak usah hiraukan Defi, dia bukan wanita yang berhati lembut, dia tidak sepertimu Andini ku.'' Setelah mengatakan itu, Arga langsung mengecup kening Andini dengan lembut.
Ada rasa terharu saat Arga mengatakan bahwa hatinya lembut. Sungguh hatinya sekarang sedang berbunga-bunga saat mendengarkan pujian yang di ucapkan Arga barusan.
'' Sudah, sekarang tidurlah. Bentar lagi mama dan papa akan menjagamu. Aku juga sudah memberi tahu kedapa Tara, kalau kamu sedang berada di rumah sakit. Sepulang sekolah sopir akan menjemput Tara.''
'' Makasih mas. Kamu begitu baik dengan ku.''
'' Tidak usah berterimakasih pada ku, Ndin. Semua sudah menjadi tanggung jawab ku, untuk bisa melindungi kamu dan membuat mu tersenyum.'' Lagi-lagi Arga mengeluarkan kata-kata buaya-nya, yang mampu membuat Andini melayang sampai ke awan-awan.
'' Aku akan pergi sebentar dan setelah urusan ku selesai. Aku akan kesini lagi untuk menunggumu.'' Lalu Arga keluar dari ruangan Andini. Dan di saat bersamaan Eva dan kedua orang tuanya.
Tanpa aba-aba, Winda langsung menjewer kuping anaknya. '' Kamu ya, main tinggal-tinggal aja. Pusing mama nyariin kamu.'' Omel Winda.
'' Aw-aw. Sakit ma, main jewer-jewer aja.'' Ketus Arga, sambil mengelus telinganya.
'' Ma. Mama tolong jagain Andini. Arga ada urusan sebentar.''
'' Mau kemana Ga? Istrimu lagi sakit itu, bukannya ditungguin malah kamu ninggalin Andini.'' Ucap Wijaya.
'' Arga ingin menyelesaikan masalah Defi dan Rio.'' Jawab Arga.
'' Bagus. Segeralah kamu selesaikan urusanmu. Kami disini akan menjaga Andini.'' Ujar Wijaya.
'' Hm. Kalau begitu Arga pamit dulu ma pa. Arga titip Andini.''
'' Hati-hati.''Peringat Winda.
__ADS_1
...----------------...
'' Semuanya sudah beres pak.'' Kata seorang pria yang memakai baju serba hitam.
'' Bagus. Nanti malam jumpai saya di taman mini, saya akan kasih uangnya.'' Ujar seseorang.
'' Oke pak.''
Klik'
'' Mudah-mudahan rencana ku berhasil. Andini maafkan papa. Papa tidak ada pilihan lain selain melenyapkan suamimu. Papa tidak rela jika abangmu di penjara karena laporan suamimu.'' Gumam Abdi. Yaa... seseorang itu adalah Abdi, ayah kandung dari Arga Wijaya.
Kabar pertengkaran hingga perceraian sang CEO ternama di kota ini langsung gempar. Tidak butuh waktu banyak untuk viralnya berita ini. Karena pada saat pertengkaran Arga dan Defi, Alfin dengan sengaja mengundang para wartawan untuk bisa menyaksikan kejahatan yang telah Defi dan Rio perbuat dan tak lupa, para wartawan dengan setianya pada kamera yang selalu di bawanya kemanapun mereka pergi.
Bukan tanpa sebab Alvin mendatangkan wartawan. Ini semua atas perintah bos-nya, karena Arga tidak ingin nama Andini menjadi kotor di media luas atau di lingkungan sekitar.
Dan tak menutup kemungkinan. Viralnya video yang berisi Arga, Defi serta Rio, telah sampai pada ponsel Abdi. Saat mengetahui bahwa anaknya dibawa ke kantor polisi, dia segera menyusul anaknya dan ingin meminta penjelasan tentang masalah anak dan menantunya itu.
Setibanya Abdi di kantor. Dia langsung menghampiri salah satu polisi yang sedang bertugas menerima tamu. Abdi langsung ingin berjumpa dengan putranya walau hanya di kasih waktu yang sangat minim, lima belas menit untuk waktu jumpa.
'' Ada apa ini, Yo. Bagaimana kamu bisa masuk ke dalam penjara?''Abdi melontarkan sebuah pertanyaan kepada sang anak sulung.
'' Pa. Tolong aku, aku gak mau berada di dalam penjara. Di sana tidak enak pa. Tolong bebaskan aku dari sini pa.'' Tiba-tiba saja Rio bersujud di kaki Abdi, untuk meminta di bebaskan dari bui penjara yang kejam ini.
'' Bagaimana caranya?'' Tanya Abdi.
'' Aku gak mau tau caranya. Pokoknya papa harus bisa batalin gugatan laporan Arga terhadap aku dan Defi. Kalau tidak aku sangat benci seorang papa, seperti papa ini.'' Ancam Rio.
Rio langsung meninggalkan Abdi sendirian. Sementara Abdi masih saja tidak bergeming.
' Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mau di benci oleh Rio. Sudah cukup kedua anakku tidak bersamaku, aku tidak ingin kehilangan seorang anak untuk yang kesekian kalinya.' Batin Abdi cemas.
Lama berpikir, hingga akhirnya seorang polisi menghampirinya. ''Maaf pa. Waktu untuk bertemu dengan pak Rio sudah habis.'' Kata polisi.
'' Eh. Maaf pak, saya tidak tau.'' Abdi segera bangkit dari kursi itu dan langsung keluar menuju lobby kantor polisi itu dan langsung saja masuk ke dalam mobilnya.
Hingga di jalan, tak mampu membuat dirinya fokus pada jalanan. Sudah tiga kali dirinya hampir menabrak pengendara motor dan mobil.
__ADS_1
Tak ingin terjadi yang tidak-tidak. Abdi langsung menepikan mobilnya di tepi jalan.
''Kenapa ini terjadi? Siapa yang harus aku bantu. Andini atau Rio?'' Marah Abdi, sambil memukul-mukul alat kemudinya.
Tetiba saja terlintas di dalam benaknya. Abdi langsung menekan nomor seseorang dan sambungan telepon itu pun tersambung, hingga di persekian detik. Suara dari sebrang telepon itu berbunyi.
'' Halo. Ada apa pak? Ada yang bisa saya bantu?'' Tanya seseorang itu.
Abdi sengaja menyimpan nomor seseorang itu, karena dirinya yakin suatu saat nanti itu akan berguna untuknya dan benar saja. Dirinya sedang meminta bantuan dengan seseorang ini.
'' Saya perlu bantuan mu. Tolong bantu saya.''
'' Akan saya bantu pak. Tapi ada syaratnya.''
'' Yaa... saya tau syarat nya. Saya akan mematuhi syarat yang kamu bikin bahkan lebih jika pekerjaan mu beres dan pastinya berhasil.'' Tekan Abdi.
'' Kalo soal itu tidak usah diragukan lagi. Saya pastikan semua pekerjaan yang saya lakukan selalu berhasil.''
'' Bagus.'' Ucap Abdi.
'' Sekarang saya mau kamu sabotase mobil milik Arga Wijaya. Saya ingin pekerjaan ini segera selesai.'' Sambung Abdi.
'' Apa? Arga Wijaya? Diakan CEO terkenal di kota ini pak. Saya ragu untuk melakukannya.''
'' Payah! Jika kamu bisa membuat rem mobil Arga blong. Akan saya beri kamu sebuah uang yang tiga kali lipat dari biasa yang kamu dapat. Bagaimana apakah kamu mau menerima tawaran yang saya berikan?'' Tanya Abdi.
'' Oke. Segera kirim lokasi letak mobil itu dan dan jangan lupa dengan plat nomornya.''
Abdi langsung mengirim sebuah pesan yang isinya lokasi Arga saat ini serta nomor BK mobil Arga.
'' Sudah saya kirim. Kamu kerjakan dengan benar, ingat! Jika kamu gagal, saya tidak mau membayarmu!'' Ancam Abdi.
Klik'
'' Sebentar lagi kamu akan menemui ajalmu. Arga Wijaya.'' Gumam Abdi sambil tersenyum miring.
Hayo, siapa nih yang benci sama Abdi. Ayo komen yang gereget ya😃
__ADS_1
bersambung......
Jangan lupa vote dan hadiahnya ya gaes