Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
bab 27


__ADS_3

'' Andin.'' panggil Arga dengan suara sedikit keras.


Andin yang mendengar namanya di panggil, langsung mendatangi ruangan atasannya.


'' Ada apa, pak?'' Tanya Andini.


'' Pak-pak, sudah berapa kali saya bilang, kalau kita berdua kamu jangan manggil 'Bapak' paham?'' Kesal Arga.


Andini mengangguk-anggukkan kepalanya dan langsung bertanya perihal, suaminya memanggil namanya. '' Ada apa, mas?'' Tanya Andini.


'' Tolong pijatin aku, tubuhku rasanya pegal-pegal.'' Keluh Arga, yang sudah mulai membuka jas-nya.


Andini hanya menurut, dia tidak berani menolak perintah dari Arga.


'' Emm. Kamu nanti di rumah sendiri dong, soalnya aku malam ini pulang ke rumah Defi.'' Ucap Arga.


'' Yaa, mau gimana lagi. Em, mas. Aku boleh gak tinggal bareng adikku?'' Tanya Andini dengan mata berbinar.


'' Oh iya. Kamu kan punya adik, kamu boleh tinggal bersama adikmu. Nanti sore kita akan pulang ke kampung mu, untuk menjemput adikmu.'' Kata Arga.


Sontak Andini girang, karena dirinya tidak akan berpisah lagi dengan adiknya.


Saat sedang berbincang-bincang, sambil memijat tubuh Arga. Dari luar, tampak ada seseorang yang menggedor-gedor pintu, Arga langsung menyuruhnya masuk.


Tok'


Tok'


Tok'


Tok''


Tok'


'' Masuk.'' Suruh Arga, lalu seseorang itu masuk dan nampak lah seorang revan yang di tangannya sedang membawa berkas yang di suruh Arga.


'' Ini dia, mantan bos, berkasnya. Kalau begitu saya pamit, soalnya ak Wijaya sudah menunggu saya.'' Kata Revan, yang langsung meletakkan berkas itu dan pamit untuk pergi.


'' Terimakasih.'' Ucap Arga yang di balas anggukan oleh Revan.

__ADS_1


'' Kalau begitu, saya pamit.'' Pamit Revan.


Arga melihat-lihat berkas yang di bawa Arga, berkas ini dari PT Abdijaya. Perusahaan yang akan Arga menginvestasi-kan di Perusahaan itu.


'' Jam berapa di adakan pertemuan ini? '' Tanya Arga.


'' Jam sebelas, mas. Sekitar tiga puluh menit lagi dari sekarang.'' Kata Andini.


'' Hmm, ayo kita berangkat, setelah pertemuan ini. Kita langsung pergi makan siang.'' Ujar Arga.


Andini langsung mengikuti langkah Arga untuk menuju lantai bawah, para karyawan menundukkan kepalanya saat Arga dengan gagahnya berjalan kearah lift.


Saat ingin masuk ke dalam lift. Tiba-tiba saja asisten manager keuangan tersebut memanggil Arga. '' Pak Arga. Saya ingin berbicara dengan bapak.'' Kata Asisten manager keuangan itu.


'' Iya, ada apa pak Budi?'' Tanya Arga bingung.


'' Yasudah. Ayo ikut keruangan saya, kita bicarakan di sana.'' Ajak Arga.


Mereka sekarang berada di dalam ruangan Arga. ''Ada apa, pak Budi?'' Tanya Arga lagi.


'' Jadi begini pak, manager perusahaan kita sepertinya melakukan penelapan uang pak.'' Kata Budi.


'' Ya. Pak Rio. Beliau sudah melakukan penelapan uang sebesar lima ratus juta, pak. Ini dia bukti pengeluaran yang di bikin, pak Rio. Tanpa sepengetahuan bapak.'' Ucap Budi, sambil memberikan map, berisi pencarian dana.


' Pak Rio? Apa jangan-jangan, pak Rio, tempat Aku bekerja dulu?' Batin Andin.


Arga mulai meneliti surat-surat itu dan betapa terkejutnya Arga, ketika mendapatkan tanda tangan yang mirip dengan tanda tangan miliknya.


'' Saya tidak pernah menyandang tangani cek ini, pak. Ini ada seseorang yang sudah memalsukan tanda tangan saya, pak.'' Marah Arga.


'' Maaf, pak Arga. Tapi saya memang sedikit curiga dengan kinerja pak Rio. Di tambah lagi pemalsuan dokumen tanda tangan ini.'' Kata Budi serius.


'' Iya. Saya rasa disini sudah tidak beres, tolong kamu cari tau, kemana dibawanya uang saya dan tolong bilang sama pihak bank. Jika pak Rio ingin mencairkan uang harus lapor ke saya dulu.'' tegas Arga.


Budi hanya menganggukan kepalanya.'' Kalau begitu saya permisi dulu pak.'' Pamit Budi yang di jawab anggukan.oleh Arga.


'' Siaall. Di kantor ku sudah ada penyusup.'' Geram Arga, sambil meremas cek yang di genggam nya.


'' Maaf mas. Itu pak Rio. pak Rio, temannya, mas dan bos tempat aku kerja dulu ya mas? '' Tanya Andini hati-hati.

__ADS_1


'' Benar, dia Rio. Pemilik resto tempat kamu bekerja dan tempat yang akan saya datangi untuk pertemuan dengan Klien saya yang dari London, yang akhirnya saya nyasar ke gudang kosong itu. saya rasa ini ada yang tidak benar.'' Kata Arga, sambil memijat pelipisnya yang terasa pusing.


'' Oh iya. Kamu kenapa terkunci di dalam gudang itu?'' Tanya Arga, saat mengingat perjumpaan mereka yang tak lazim itu.


'' Jadi, waktu itu. Aku ingin pulang ke , karena jam kerja aku sekitar pukul sembilan lewat, aku di bonceng dengan teman kerjaku. Dia menurunkan ku di depan gang rumah ku, yang jaraknya memang tidak terlalu jauh dari rumah.''


'' Aku terus berjalan, tapi ada seseorang yang membekap mulutku, mas dan dari situ, aku sudah tidak mengingat apapun lagi.'' Kata Andin menjelaskan kronologi kejadian terkunci nya dirinya di dalam gudang kosong itu.


' Dugaan ku semakin jelas, bahwa kejadian yang terjadi denganku dan Andin tidak murni kecelakaan, melainkan ada campur tangan manusia juga di dalamnya.' Batin Arga.


Ting!


Sebuah pesan masuk dari ponsel Arga. Arga langsung membuka pesan itu dan pesan itu dari orang suruhan yang dia kerahkan untuk mencari tahu, apa yang sedang Defi lakukan.


Orang suruhan Arga mengirimkan sebuah foto, di dalam foto itu terdapat Defi dan seorang lelaki yang asing baginya, karena lelaki itu membelakangi kamera, tetapi dari postur tubuhnya. Arga sedikit menaruh curiga dengan seseorang.


( Ini bukti, bahwa mbak Defi, telah bermain api di belakang bapak. Dan saya melihat kalau mbak Defi memasuki hotel ### bersama seorang pria, yang saya tidak kenal pak) begitulah isi pesan dari orang suruhannya


Arga( Terimakasih, kamu ikutin saja kemana mereka pergi. Kumpulkan semua bukti)


Arga langsung mematikan ponselnya dan berdiri dari kursi kebesarannya untuk menghampiri Andin yang sedang duduk di sofa.


'' Ayo kita berangkat, nanti keburu telat.'' Ajak Arga, Andini pun mengangguk dan langsung berdiri bersiap berjalan di belakang Arga. Tapi, tanpa di duga, Arga menggandeng tangan Andini dengan erat, membuat sang empu kikuk.


Lalu mereka mulai meninggalkan ruangan untuk menuju lift dan mereka berdua jadi buronan mata para pekerja yang ada di situ.


'' Mas, jangan seperti ini. Aku merasa tidak nyaman dengan tatapan mereka.'' Cicit Andini berbisik kepada Arga.


Para karyawan tampak sudah berbisik-bisik, saat melihat Arga menggandeng tangan Andin.


'' Nampaknya, Saya harus umumkan. Kalau Kamu juga istri saya.'' kata Arga Santai. Hal itu membuat Andin kaget dan menggelengkan kepalanya.


'' Jangan Mas. Aku gak mau, mereka mengetahui pernikahan kita.'' Ujar Andini.


'' Kalau tidak mau. Makanya nurut denganku.'' Kesal Arga dan akhirnya Andin hanya menurut, sambil sesekali tersenyum melihat karyawan suaminya itu.


Bersambung...


baru kali ini bisa doubel up lagi

__ADS_1


jangan lupa vote dan hadiahnya ya gaess🤩


__ADS_2