Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
Bab 55


__ADS_3

'' Rencana ku untuk membunuh Arga gagal sudah.'' Geram Abdi.


'' Aku sekarang harus apa?''


" Dunia ku sudah hancur sekarang. Lebih baik aku jalan-jalan sebentar untuk mencuci pikiranku lagi." Abdi langsung keluar dari apartemen nya dan memasuki mobilnya dan berlalu dari lobby menuju jalanan raya.


"Aku harus bisa membikin keluarga Arga hancur."


*********


" Ayo buruan Mas. Nanti kita kesorean ke kantor polisi nya.'' Ucap Andini.


Saat ini dirinya dan Arga akan makan siang di kafe dan singgah ke kantor polisi untuk bertemu Defi dan Rio.


'' Sabar, Ndin aku lagi pakai jam tangan bentar. Kamu ini gak sabaran banget jadi orang deh.''


Baik Andini maupun Arga, mereka telah siap untuk berangkat ke kafe. Dengan sebuah stelan pakaian santai mampu memperlihatkan keanggunan dan ketampanan di diri mereka berdua.



Andini langsung terpesona dengan penampilan Arga dirinya saat ini benar-benar sangat tampan.


" Ayo berangkat." Ajak Arga.


" Mas, kamu keren banget, suer." Kata Andini sambil tersenyum sendiri.


" Baru tau? Aku memang keren apalagi saat aku menggagahi mu. Kekerenan ku semakin bertambah." Tiba-tiba saja senyuman yang terlukis di bibir Andini langsung hilang.


" Ck. Kamu itu gak ada kerennya, kepede-an banget kamu, sumpah." Andini langsung pergi meninggalkan Arga yang masih berkaca di depan cermin.


" Perfect. Ternyata aku sangat tampan ya?" Arga terus saja memuji dirinya sendiri, hingga suara jeritan seorang wanita yang mampu membuatnya takut.


" Mas cepat. Aku hitung sampai satu. Kalau kamu belum kesini juga. Awas kamu ya. " Ancam Andini, Arga langsung berlari terbirit-birit, saat mendengar ancaman sang istri.


" Aku datang." Arga terus berlari kecil untuk bisa menjumpai istrinya.


" Ayo berangkat." Ajak Andini meninggalkan Arga saat Arga baru saja menghampiri dirinya.


" Go!" Arga langsung menggenggam tangan Andini dan langsung turun ke bawah.


Saat sampai di bawah, Arga dan Andini bertemu dengan Tara yang sedang menonton televisi di ruang tamu itu.


Atensi Tara langsung teralih saat melihat sang kakak dan abang iparnya sudah rapi.


" Woy. Mbak, mau kemana?" Tanya Tara.

__ADS_1


" Kami mau healing. Kamu mau ikut?" Ajak Arga.


Tara langsung mengangguk dengan mata yang berbinar.


" Mau banget. Udah lama juga ni gak healing."


" Tapi lain kali aja ya? Soalnya abang sama mbak mu mau jalan-jalan berdua, biar romantis. Kamu jaga rumah aja ya adik manis." Ledek Arga. Tara langsung mengerucutkan bibirnya. Dirinya sudah Arga buat terbang sampai ke awan dan Arga pula yang menjatuhkan dirinya, sungguh miris rasanya nasib jones, jomblo ngenes.


"Jahat bener sama aku. Liat aja aku juga bisa healing kaya kalian berdua."


" Mana? Mana? Buktikan dong. Sudah lah, nanti kami bakalan telat kalau terus-terusan ngomong sama bocil kaya kamu." Arga langsung mendapatkan cubitan kecil dari sang istri. Andini benar-benar pusing melihat suami dan adiknya ini. Kalau bertemu selalu saja bertengkar tidak pernah akur.


" Sudah lah mas. Kamu ini suka banget buat Tara kesal." Andini langsung melepaskan cubitan nya dari perut Arga.


" Maaf." Arga langsung menunduk.


" Hahaha. Susi, Suami Takut Istri. Bang Arga takut sama mbak, badan aja yang gede nyalinya ciut." Tara terus meledeknya.


" Diam kamu Tara. Awas kamu ya." Ancam Arga sambil menatap ke arah Tara dengan tatapan nyalang.


Seketika Tara langsung berhenti. Arga dan Tara memang sangat dekat, kedekatan mereka seperti adik dan abang. Karena Arga sudah menganggap dirinya sebagai adik kecilnya. Begitupun sebaliknya, Tara sudah menganggap Arga sebagai abangnya.


Arga dan Tara selalu bertengkar saat bertemu, selalu saja ada yang di buat bertengkar. Mulai dari makanan sampai ke penampilan selalu saja menjadi bahan ledekan mereka berdua, hingga mereka bertengkar. Arga sudah sangat sayang kepada sang adik iparnya ini, karena dirinya memang sudah berjanji ingin membahagiakan kedua adik kakak ini.


" Sudah-sudah. Ayo mas berangkat, nanti kita telat. Dan untuk kamu Tara.adik mbak yang paling cantik, makanya kamu itu cari pasangan biar bisa jalan-jalan.'' Kini berganti Andini pula yang meledek Tara.


Arga dan Andini hanya tertawa menanggapi ucapan Tara. Lalu mereka keluar dari rumah dan menuju garasi mobil.


'' Mas kamu mau bawa aku kemana?'' Tanya Andini.


'' Ke kafe yang baru buka. Mumpung masih baru jadi kita ke sana habis dari sana baru kita ke kantor polisi untuk menjenguk Defi.'' Kata Arga yang sudah menghidupkan mesin mobilnya.


Lalu mobil itu benar-benar pergi dari kediaman rumah Wijaya. Arga mulai membelah jalan raya itu.


Siang ini jalanan tidak begitu ramai, hingga Arga dengan leluasa mengendarai mobil itu dengan tenang dan menghemat waktu.


Mobil Arga berhenti di suatu kafe yang sangat easthetik untuk pasangan kekinian.



Kafe yang bernuansa modern yang sangat di senangi pasangan yang kekinian ini. Arga langsung menggandeng punggung tangan Andini dan masuk ke dalam kafe itu.


Benar saja. Di luar sudah sangat cantik apalagi di dalamnya, kafe ini sangat menarik perhatian para pengunjung yang datang. Mata mereka akan di manjakan dengan pemandangan-pemandangan yang apik dan modis.


Arga sengaja memilih meja yang agak jauh dari keramaian, agar makan siangnya tidak di ganggu oleh para pengunjung.

__ADS_1


'' Ayo duduk.'' Pinta Arga saat sudah sampai di meja yang di pilih Arga.


Andini langsung duduk tak lama Arga langsung memesan makanan dan minuman yang paling favorit di kafe ini.


'' Bagaimana suka atau tidak?'' Tanya Arga.


'' Lumayan. Tapi aku kurang suka sama temanya.''


'' Maksudnya? Kamu gak suka sama tema? Tema apanya?'' Tanya Arga penasaran.


'' Tema kafenya mas. Terlalu rimbun gitu, aku lebih suka sama tema yang perdesaan. Mungkin akan lebih indah.''


'' Hmm. Gitu ya? Jadi aku salah milih kafe dong?'' Arga sengaja merekam semua perkataan Andini mengenai tema kafe yang bernuansa perdesaan. Karena dirinya akan mengasih suprise untuk Andini nanti.


'' Ini sudah bagus mas. Tadi itukan hanya pendapat aku aja.''


'' Lagian aku sangat berterima kasih banget sama kamu. Kamu udah mau ngajak aku jalan-jalan, ternyata bosen juga di rumah mulu.''


'' Kamu gak akan bosen di rumah Andini. Tenang saja sebisa mungkin aku akan menghilangkan rasa bosan mu saat di rumah.''


'' Bagaimana caranya?'' Tanya Andini bingung.


'' Caranya kita akan nina-ninu di dalam kamar seharian. Bagus kan ideku, aku yakin kamu pasti tidak akan bosan.''


'' Ck. Itukan mau kamu mas, dasar mesum kamu mas.'' Kesal Andini.


'' Tapi kamu senangkan kalau aku mesumin?''


'' Dih. Gak tau tempat banget kamu mas. Bahas masalah pribadi di sini.''


'' Berarti kalau di kamar boleh dong? Atau langsung di praktekkan saja? Bagaimana? Kamu mau yang mana?''


'' Apasih mas. Kamu ini kok jadi kaya begini, mesum banget jadi orang.''


'' Kan gak apa-apa kalau aku mesum sama istriku sendiri. Kalau sama orang emang kamu mau?'' Arga menaik turunkan alisnya.


'' Kamu bahas apa sih? Nyeleneh banget jadi orang.''


Arga langsung tertawa. Dirinya sekarang sangat senang jika membuat Andini kesal.


Tertawa Arga tidak bertahan lama, karena tiba-tiba saja ponselnya berdering. Arga langsung melihat ponselnya dan tertera nama Alvin di dalam ponselnya.


'' Sebentar ya. Aku mau angkat telepon dulu.'' Lalu Arga sedikit menjauh dari Andini, dirinya sengaja menjauh dari Andini saat mengangkat telepon dari Alvin. Karena Arga tidak mau Andini tau, kalau yang di bahas dengan Alvin tentang kejahatan ayahnya.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan hadiahnya ya gaes, biar othor semakin semangat ngetiknya


__ADS_2