
Andini dan Arga langsung pergi ke restoran yang dekat dengan villa. Hampir lima belas menit Arga mengendarai mobilnya, akhirnya mereka telah sampai di sebuah restoran. Mereka langsung turun dari mobil dan berjalan menuju restoran itu.
Saat hendak masuk ke dalam restoran, Andini tidak sengaja menabrak seorang wanita paruh baya.
Bruk!
Andini terjatuh dan wanita paruh baya itu juga terjatuh akibat saling tubruk itu.
Dengan cepat Andini bangun dan membantu wanita paruh baya itu. '' Maaf bu, saya tidak sengaja menabrak ibu.'' Kata Andini merasa bersalah.
Wanita paruh baya itu membersihkan pakaiannya yang sedikit kotor akibat jatuh barusan. Wanita itu tersenyum manis ke arah Andini. '' Tidak apa nak, ibu tidak apa-apa kok.'' Balas wanita itu sambil tersenyum.
Arga yang kebetulan sedang mengangkat telepon tidak tau kalau sang istri terkena musibah. Dirinya menyadari saat sudah selesai dengan acara teleponnya.
Arga langsung berbalik dan bergegas mendatangi Andini.'' Sayang, kamu kenapa?'' Tanya Arga khawatir.
Andini hanya tersenyum. '' Aku tadi tidak sengaja menabrak ibu ini mas.'' Tunjuk Andin pada wanita paruh baya yang ada di depannya.
Arga mengikuti arah jarum Andini yang menunjuk pada seorang wanita paruh baya itu. Dirinya begitu terkejut dengan wanita yang ada di depannya ada ini. '' Tante Lena?'' Gumam Arga.
'' Arga? Kamu anaknya jeng Winda kan?'' Tebak wanita itu.
Arga mengangguk. '' Iya tan. Emm, tante kemari sendiri?'' Tanya Arga celingak-celinguk mencari seseorang yang Arga tau kalau itu adalah suami dari Lena.
'' Tidak. Tante kemari dengan om Dirga, dia lagi ke toilet.'' Jawab Lena. Sat mendengar kata Dirga, pikiran Andini langsung tertuju pada rekan kerja sang suami.
'' Hmm, pak Dirga yang rekan kerja kamu bukan mas?'' Tanya Andini berbisik kepada Arga.
Arga mengangguk. '' He'em. Dan ini istrinya, namanya Lena.'' Arga memperkenalkan istri dari rekan bisnisnya kepada Andini.
Andini menjabat tangan dengan Lena. '' Andini bu.'' Kata Andini.
'' Lena.'' Balas Lena.
' Ntah kenapa sepertinya aku pernah mengenal perempuan ini.'' Batin Lena.
__ADS_1
'' Lena? Namanya persis seperti nama..... Tapi gak mungkin, ah sudahlah aku gak perlu memikirkan ini semua.'' Batin Andini.
'' Arga tante minta maaf ya, waktu acara aqiqah anak kamu Tante tidak datang, soalnya tante ada urusan penting.'' Kata Lena tidak enak hati.
Arga langsung tersenyum. '' Tidak apa tan.'' Jawab Arga.
'' Kalau begitu, ayo kita masuk.'' Ajak Arga.
Mereka bertiga memutuskan untuk masuk ke dalam restoran. Mereka mencari meja yang kosong, lalu mereka duduk di sana.
Tak berapa lama, seorang pria paruh baya masuk ke dalam restoran itu dan celingak-celinguk mencari keberadaan sang istri. Saat dirinya mencari pandangannya tak sengaja melihat ke kanan, tepatnya keberadaan sang istri. Pria itu langsung menghampiri sang istri.
'' Maaf aku lama.'' Kata pria itu yang berstatus sebagai suami Lena.
'' Hmm tidak apa.'' Jawab Lena.
Mata Dirga langsung melotot saat melihat sepasang suami istri yang sedang duduk di depan sang istri. '' Arga, Andin.'' Gumam Dirga.
Arga langsung berdiri dan tersenyum ke arah Dirga. '' Halo om.'' Sapa Arga.
'' Kamu sedang apa di sini Ga?'' Tanya Dirga bingung.
Mata Dirga tertuju pada Andini yang dulu dia kenal sebagai pengganti Revan dan sekarang dirinya menjadi istri dari Arga Wijaya. Ingin sekali dirinya bertanya tentang apa yang sudah terjadi pada pernikahan Arga, tapi dirinya tidak punya hak atas hal itu.
'' Andin.'' Kata Dirga.
Andini mengangguk.
'' Katanya kalian sudah punya baby ya?'' Tanya Dirga. Dirinya sebenarnya tidak tau menahu soal anak Arga dan Andini, karena dirinya tak ada waktu untuk mengurus kehidupan orang. Dirinya sudah di buat sibuk oleh pekerjaan nya, dirinya tau berita ini dari sang istri yang selaku sahabat dari Winda mamanya Arga.
Mereka berdua mengangguk.'' Iya om.'' Jawab Arga.
Hubungan Arga dan Dirga bisa di bilang sangat dekat, karena Dirga sendiri adalah teman sebangku sekolah oleh Wijaya dan di susul oleh istri-istri mereka yang saling berhubungan dengan sangat baik maka terjadilah hubungan baik antara Dirga dan Wijaya ini.
'' Oom masih tidak mengerti gimana ceritanya kamu bisa cerai dengan Defi dan menikah dengan Andini.'' Kata Dirga pusing sendiri.
__ADS_1
'' Gak usah di pikirin om, ayo kita makan. Aku sudah pesan menunya.'' Kata Arga. Tak lama datanglah seorang pelayan yang di tangannya sedang membawa nampan.
Pelayan itu langsung menyusun menu-menu itu di atas meja mereka. '' Silahkan pak bu.'' Kata pelayan itu ramah.
Mereka langsung memakan makanan yang sudah Arga pedang dengan sesekali mereka bercanda ria antara Arga dan Dirga, sementara Lena dan Andini mereka terlihat kikuk.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selesai dengan makan siang itu, mereka akhirnya berpisah karena mereka tidak mempunyai tujuan yang sama. Arga dan Andini ingin ke pantai dan Dirga dengan Lena ingin menghadiri acara pernikahan rekan kerja Dirga.
Di dalam mobil, Andini masih saja tak bersuara. Semenjak pertemuannya dengan pasangan paruh baya itu Andini lebih banyak diamnya.
'' Ada apa? Kenapa dari tadi kamu diam aja?" Tanya Arga sambil melirik Andini.
Andini masih saja diam. Sampai sebuah cubitan dari Arga mampu membuat Andini tersadar dari lamunannya. " Awww... Sakit mas." Kesal Andini dia langsung mengelus lengannya yang kena cubit Arga barusan.
" Kamu kenapa melamun?" Andini menggeleng. " Tidak apa." Jawab Andini.
Mobil Arga telah masuk ke area parkiran pantai. Stelah memakirkan mobilnya, Arga dan Andini segera masuk ke dalam pantai.
Arga menyewa pondok untuk mereka beristirahat. Saat mereka sedang duduk di pantai, pandangan Andini tak sengaja melihat ke arah penjual es kelapa muda, air liurnya serasa ingin jatuh saat melihat es kelapa muda itu.
Arga yang paham keinginan Andini dia segera membelikan es kelapa itu untuk Andini.
Waktu terasa begitu cepat. Tau-tau udah sore aja, segera mereka pulang ke villa, tapi sebelum pulang mereka singgah ke toko mainan. Andini memborong mainan mulai dari robot-robota sampai mobil-mobilan. Arga di buat pusing oleh Andini, karena Andini begitu asyik membeli mainan untuk sang anak yang masih berusia dua bulanan yang pastinya masih belum bisa apa-apa.
" Kenapa kamu banyak sekali beli mainannya? Gaishan kan belum bisa mainin mainan yang kamu beli itu yayang." Kata Arga.
" Aku mau nyetok mainan untuk Gaishan mas. "
" Ingat, jangan terlalu kecapean, soalnya nanti malam kamu haus bergadang." Peringat Arga yang langsung dapat tatapan tajam dari Andini.
" Apa kamu gak bisa bicara gitu di rumah aja mas? Kan malu kalau di dengar orang-orang." Bisik Andini.
Arga hanya tersenyum. " Soalnya aku gak sabar menunggu malam, akhirnya malam ini aku bisa buka puasa." Arga tersenyum-senyum gak jelas saat membayangkan bagaimana nanti malam aksinya dengan Andini akan terjadi.
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan lupa like dan hadiahnya ya gengss 🤗😁😎💋💋💋💋💋