Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
Andin hamil


__ADS_3

Hampir sepuluh menit, Arga menunggu, Andin yang berada di dalam kamar mandi.


'' Ck. Lama banget sih.'' Ucap Arga berdecak kesal.


Di dalam kamar mandi. Andin tak henti-hentinya tersenyum, saat melihat hasil testpack nya itu, yang bergaris dua.


Andini, merasa bersyukur, karena Tuhan sudah baik meniupkan ruh di dalam rahimnya. Sembilan bulan lagi, ia akan berubah status, menjadi seorang ' Ibu'. Dia berharap, dia bisa menjadi Ibu yang baik dan tanggung jawab, terhadap anak-anaknya kelak.


'' Aku hamil. Ya Allah, aku harus senang atau bersedih? '' Gumam Andini.


'' Aku akan menunggumu. Aku harap kamu besar bisa melindungi ku, dari orang-orang yang ingin berbuat jahat pada, Bundamu ini, nak.'' Ujar Andini, sambil mengelus-elus perutnya.


Lalu dia keluar dengan ekspresi wajah, yang sulit diartikan. Andini sengaja memasang ekspresi wajah seperti itu, karena Ia ingin membuat Supraes ( gimana sih nulisnya, othornya gak tau), untuk Arga.


Saat Andin membuka pintu. Dia di buat terkejut, karena Arga sudah menunggu-nya di depan pintu kamar mandi.

__ADS_1


'' Gimana hasilnya? Positif?'' Tanya Arga tak sabaran.


Rencananya ingin mengerjai Arga. Buyar sudah, karena Arga yang langsung memborong beberapa pertanyaan untuk dirinya.


'' Nih. Kamu lihat sendiri. '' Kata Andini sambil menyodorkan hasil testpack itu. Lalu Arga mulai meneliti benda kecil persegi itu.


'' Garis dua? Berarti positif. Kamu hamil?'' Tanya Arga spontan, sambil menerbitkan senyuman manis di bibirnya.


Andini hanya mengangguk, tanda benar. Arga langsung melompat bak anak kecil. Dia langsung memeluk Andin dan memberikan kecupan di seluruh wajah Andini.


'' Maaf. Aku ke lepasan tadi, habisnya aku senang banget saat tau kamu hamil. Akhirnya doa-doaku terkabul, aku selalu memimpikan punya anak dan sekarang doaku terkabul. Kamu sedang mengandung benih ku, benih cinta kita.'' Ucap Arga. Dia sampai tidak bisa berkata-kata, mengingat betapa senangnya dirinya, saat mengetahui sebentar lagi, dia akan menjadi seorang, Ayah. Status, Ayah yang selalu pria inginkan setelah menikah.


'' Setelah ini. Kita akan ke rumah sakit, untuk menge-cek, kandungan mu. Ingat, kamu jangan terlalu kecapean dan jangan terlalu banyak bekerja.'' Peringat Arga.


Sesuai apa yang di peringatkan Arga, bahwa dia tidak boleh itu, tidak boleh ini. Andin hanya duduk manis di sofa, sambil memainkan ponselnya, sesekali dia melirik Arga yang tampak sedang mengerjakan pekerjaannya.

__ADS_1


Lama-lama, Andini bosen juga, jika harus duduk ongkang-ongkang kaki, sambil memainkan ponselnya. Akhirnya Andini mendekati Arga, lalu dia duduk di pangkuan Arga, sambil memainkan dasi Arga, mulai dari menggulung dasi hingga menarik-narik dasi Arga dengan pelan-pelan.


'' Mas. Bosen, aku mau jalan-jalan, makan eskrim, beli donat.'' Kata Andini, sambil sesekali menarik dasi Arga, hingga Arga mengikuti arah tarikan tangan, Andin pada dasi Arga.


'' Bentar. Aku masih ngerjain kerjaan aku, Andin. Kamu tunggu aja ya? Nanti kita beli apa yang kamu mau, okee?'' Kata Arga, sambil mengecup bibir Andin.


'' Bener, ya, mas?'' Tanya Andini memastikan. Arga hanya mengangguk, untuk menanggapi pertanyaan Andini.


Andini pun, langsung bersorak gembira dan melompat-lompat kecil di pangkuan Arga, membuat sang empu merasa ngilu, karena belutnya tergesek-gesek dengan goyangan pinggul Andini.


'' Jangan bikin dia bangun, sayang. Aku sudah lama menahannya.'' Bisik Arga tepat di telinga Andini. Bulu kuduk Andini langsung meremas gundukan, saat deru nafas berat, Arga mengenai kulit lehernya itu. Ada semacam setruman kecil yang menjalar di dalam tubuhnya.


'' Heheh. Sorry, mas. Aku akan turun.'' Ucap Andin.


Saat dia hendak turun. Pinggulnya sudah ditahan lebih dulu oleh Arga. '' Kamu harus tanggung jawab. Karena gesekan pinggulmu, Joni ku jadi berdiri.'' Bisik Arga, sambil meremas gundukan gunung kembar Andini dan beralih ke bibir yang selalu membuat nya candu.

__ADS_1


" Eumm..." Lenguh Andin.


__ADS_2