Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
Pulang dari rumah sakit


__ADS_3

Dua hari telah berlalu. Sekarang Andini sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah. Arga sudah membereskan barang-barang Andini dan juga anaknya, sementara Winda, dirinya sudah lebih dulu menggendong sang cucu menggunakan jarik atau sering di panggil kain gendong.


Gaishan terlihat anteng di dalam gendongan sang oma. '' Tar, tolong bawakan tasnya, abang mau mapah mimi-nya Gai.'' Kata Arga yang sudah menyerahkan tas besar kepada Tara.


'' Sudah siap?'' Tanya Wijaya, yang lain mengangguk.


Arga mulai menuntut Andini dengan pelan. Andini bilang dirinya belum sanggup berjalan terlalu jauh, karena rasa sakit pada bagian bawahnya masih terasa sedikit-sedikit.


'' Mas.'' Panggil Andini saat sedang menuntut dan menggandeng tangan Andini.


Arga menoleh ke arah Andini. '' Kenapa?'' Tanya Arga.


'' Aku nyusahin banget mas.'' Kata Andini.


'' Nyusahin gimana?'' Arga mengkerutkan keningnya.


'' Aku gak bisa jalan dengan sendiri, aku harus di tuntun kamu baru bisa berjalan.'' Kata Andini sedih.


'' Lebay. Kamu gak bakal lama kaya begini, palingan semingguan kamu udah bisa lari-lari, makanya kamu jangan banyak gerak biar cepet kering jahitannya.'' Omel Arga.


Andini hanya mengerucutkan bibirnya. '' Aku serius mas.'' Kata Andini.


'' Aku juga serius Ndin. Kamu aku perhatiin ya.. Dari awal melahirkan kenapa kamu jadi Andini sadgril sih?''


'' Apaan sih mas. Jangan sama-samain aku sama yang lagi viral itu dong mas, jelas beda lah aku sama dia.'' Kesal Andini, Arga hanya tersenyum melihat Andini.


'' Gini dong. Sesekali marah, jangan sedih aja.''


'' Au ah.''


'' Hmm. Mas, nanti kapan kita pindah ke rumah kamu?'' Tanya Andini.


'' Bukan rumah aku, tapi rumah kita.''Bantah Arga.


'' Iyalah. Jadi kapan kita akan pindah mas?'' Tanya Andini lagi.


'' Tunggu Gai sampe umur sebulan.'' Jawab Arga.


'' Okelah.''


Andini dan Arga sudah sampai lobby rumah sakit. Mereka langsung masuk ke dalam mobil yang sudah ada orang tua mereka dan Tara tak lupa sang anak yang sedang di gendong oleh Winda.


Mobil Arga langsung pergi dari area rumah sakit menuju rumah mereka. Di perjalanan, baby Gai sangat rewel, gak tau kenapa baby Gai menangis.

__ADS_1


Winda menepuk-nepuk pinggul baby Gai dan sesekali menggoyangkan tubuhnya. '' Coba biar aku aja yang gendong ma, kayaknya Gai haus deh.'' Andini langsung mengambil alih gendongan baby Gai.


Untung saja Winda dan Andini duduk di belakang kemudi jadi gampang untuk menyerahkan Gai pada Andini, sementara Tara duduk di kursi paling belakang.


Andini mulai menyusui anaknya. Gai langsung lahap mengemut p*t*ng Andini. '' Laper banget kayanya.'' Winda menoel-noel pipi Gai yang sedang mengemut puttting sang mimi-nya.


'' Asi kamu lancarkan Ndin?'' Tanya Winda.


'' Gak terlalu ma. Semalam sore gak mau keluar, sekali keluar cuman sedikit.'' Jawab Andini.


'' Itu biasa, saat awal-awal menyusui pasti asinya keluarnya hanya sedikit, kamu gak usah khawatir. Perbanyak minum air putih dan makan sayuran.'' Nasehat Winda.


Andini hanya mengangguk. '' Iya ma.''


Baby Gai kembali tertidur dan Andini langsung melepaskan puttting nya dari mulut baby Gai. Andini langsung menutup kembali puttting nya dan langsung membenarkan tubuh baby Gai.


Akibat Andini melepaskan puttting nya dari mulut baby Gai. Mulut Gai monyong-monyong gak jelas.


Andini hanya tertawa melihat mulut Gai yang sedang mengemut sesuatu. '' Ma, lihatlah mulut Gai, monyong-monyong gitu, heheheh.'' Andini tidak bisa menahan rasa tawanya.


Winda juga tertawa di bikin Gak, saat melihat ekspresi yang sangat lucu. '' Kamu kenapa kek begitu nak?''Tanya Winda.


Perjalanan mereka sangat indah akibat ulah konyol dari Gaishan. Baby Gaishan sudah bisa menghibur oma, opa, mimi dan pipinya, serta aunty gaulnya.


Para pekerja di rumah Wijaya menyambut kepulangan Andini dari rumah sakit tak lupa sekretaris pribadi Arga, yaitu Revan tengah berdiri di tengah-tengah para pekerja di rumah Wijaya.


'' Welcome baby Gai. '' Kata mereka serempak.


Revan maju lebih dulu, dia berjalan mendekati Arga dengan tangan kanan menggandeng tangan sang istri.


'' Selamat ya bos Arga dan bos Andini.''


'' Selamat atas kelahiran buah hati pak Arga dan bu Andini.'' Kata istri Revan yang sedang menuntut anak kecil.


'' Terimakasih ya mbak Siska. Tidak usah manggil ibu mbak, panggil aja Andini, kayanya umur aku lebih muda dari mbak.'' Kata Andini. Siska hanya mengangguk.


'' Oke Ndin.'' Kata Siska.


Andini tersenyum dan pandangannya langsung tertuju pada anak perempuan yang rambutnya sudah di kuncirdua seperti tanduk kambing.


'' Hey, namanya siapa?'' Tanya Andini sambil mencubit gemas pipi gembul Anak Revan itu.


'' Kinala.'' Jawab anak Revan dan Siska.

__ADS_1


'' Kinara?'' Tanya Andini memastikan, Kinara mengangguk.


'' Uhh, gemesnya.'' Andini kembali mencubit pipi Kinara dengan sedikit kuat.


Kinara langsung menangis akibat cubitan dari Andini. '' Eh, maaf sayang, aunty tidak sengaja.'' Kata Andini merasa bersalah.


'' Tidak apa Ndin. Orang-orang juga sudah biasa bikin Kinara nangis, kata mereka gemas melihat pipi Kinara.'' Kata Siska sambil menenangkan anaknya.


'' Aku gemes sama pipinya mbak.'' Kata Andini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam pun berlalu. Sekarang Andini sedang berbaringdi tempat tidur nyamannya.


'' Mas. '' Panggil Andini.


Arga langsung menolehke arah Andini. '' Kenapa?'' Tanya Arga.


'' Mau pipis mas.'' Cicit Andini.


'' Sebentar, aku akan meletakkan Gai dulu.'' Kata Arga, Arga langsung meletakkan tubuh Gai di tengah kasur mereka dan memberi benteng dengan dua bantal guling di kanan dan kirinya serta bantal yang menutupiatas dan bawah tubuh baby Gai.


'' Sudah. Kamu di sini aja ya? Pipi mau nemenin mimi dulu.'' Arga memberikan kecupan di kening Gaishan.


Arga langsung menggendong tubuh Andini untuk menuju kamar mandi. '' Aku berat ya mas?'' Tanya Andini tak enak hati.


'' Tidak. Sudah nyampe, mau aku temenin sampe dalam.'' Tawar Arga.


Andini menggeleng. '' Tidak mas, aku bisa sendiri.'' Tolak Andini.


Andini langsung masuk ke dalam kamar mandi dan langsung menutup pintu kamar mandi itu, tiga menit di dalam kamar mandi, akhirnya Andini keluar dari kamar mandi dan berjalan tertatih untuk mendekati Arga.


'' Sudah?'' Tanya Arga, Andini hanya mengangguk.


Arga ingin menggendong Andini, tapi Andini langsung menolak gendongan dari Arga. '' Tidak perlu mas, aku udah bisa sendiri.'' Andini berjalan tertatih-tatih untuk menuju tempat tidur mereka.


Andini langsung membaringkan tubuhnya dan menyelimuti seluruh tubuhnya. '' Tidur mas.'' Kata Andini.


'' Kamu tidur deluan, aku akan menjaga kalian.'' Kata Arga.


Andini langsung memejamkan matanya dan dirinya langsung terlelap dalam tidurnya.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2