
Hay gaes. Aku mau ngasih recommended nupel yang sangat cocok untuk kaum rebahan seperti kita ini gess. Aku sih recommended banget sama nupel yang satu ini, selain ceritanya yang kece dan pastinya authornya juga gak kalah kecenya dong gess. Dan sambil nunggu cerita Andini, kalian bisa baca nupel ini gess, tapi jangan sampai lupakan Arga smdan Andini, kalau kalian sudah tergoda sama si Kesya dan Aryan ya gess๐คฃ๐๐. Ini juga gak kalah seru sama Arga dan Andini gess.
Langsung aja meluncur ke Author: Rizki Nabila dan disana kalian sudah bisa baca beberapa karya yang udah tamat gess.
Aryan duduk di tepi ranjang. "Gimana ceritanya? Terus yang nabrak lo kemana?"
"Tau! Kabur kali."
"Lo juga, kenapa kabur? Nyusahin aja." Kesya hanya diam, membuat Aryan jengkel karena ucapannya gak di respon
"Lo tuli? Gue ngomong sama lo."
"Lo ngapain kemari? Udah pulang aja sana. Gue bisa sendiri."
"Jawab dulu pertanyaan gue, kenapa lo kabur?"
"Tau!"
"Jawab!"
"Emang harus gue jawab pertanyaan lo? Klo gue gak mau gimana? Lo dah baca surat gue belum? Seharusnya lo paham dong."
"Oke, oke gue minta maaf. Sekarang lo balik lagi ya? Ikut gue pulang."
"Gak mau. Mending gue gelandangan, dari pada kaya di kurung di sangkar gitu"
"Lo itu istri gue sekarang. Jadi lo harus nurut apa kata gue."
__ADS_1
"Nurut sama lo? Lo sadar gak, cara lo memperlakukan istri lo gimana? Gini yang harus gue hormat dan turuti?"
"Kata dokter lo udah boleh pulang. Udah ayo ikut gue." Ajak nya lagi
"Gue gak mau!"
"Yakin? Lo masih sakit, terus nanti lo mau tinggal dimana?"
"Bukan urusan lo."
"Okelah, klo gitu gue balik dulu. Hati-hati!" Saat hendak balik badan, Kesya langsung menggenggam pergelangan tangan Aryan
"Gue ikut!" Pintanya
"Tadi katanya gak mau. Sekarang mau"
"Terserah deh. Udah buruan beresin barang-barang lo, kita pulang sekarang."
"Gue yang beresin? Tega lo liat gue kaya gini? Masih aja lo suruh-suruh, heran gue." Omelmya
"Oh, astaga! Perasaan dari tadi gue salah mulu lo buat. Udah biar gue aja yang beresin."
"Nah gitu dong. Suami itu harus nurut sama istri"
"Kebalik kali." Aryan pun mulai mengemasi barang-barang milik Kesya.
"Udah selesai, ayo pulang."
"Gue gak bisa bangun. Ntar kalo jatuh lagi gimana?"
__ADS_1
"Huh manja banget sih lo! Untung cantik."
"Apa lo bilang barusan?"
"Gak ada."
"Apa iya? Perasaan gue kaya denger lo lagi ngomong deh"
"Ah, mungkin lo salah denger kali."
"Bisa jadi sih"
'Astaga! Ember banget ni mulut, gak bisa di rem apa ya?' Batinnya
Tanpa aba-aba, Aryan langsung menggendong Kesya ala-ala bride style. Begitu melewati koridor rumah sakit, semua mata memandang ke arah mereka.
"Is lo apa-apaan sih? Buat malu aja. Gue bisa jalan sendiri."
Brukk!!!
Tanpa aba-aba, Aryan langsung menjatuhkan tubuh Kesya ke lantai.
"Awws!" Ringisnya
"Tega lo ya ngebanting gue? Duh, remuk ni pantat gue." Ringisnya sambil memijit-mijit pinggangnya yang terasa mau patah.
"Sengaja!"
Monggo di baca dulu gess. Siapa tau tertarik. Yuk jangan lupa mampir ke karya temenku. Istri Dadakan Tuan Aryan. Baru netas gess, masih anget-angetnya, cuss buruan mampir. Sampai jumpa di Aryan dan Kesya ya ges๐ค๐
__ADS_1