Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
bab 32


__ADS_3

Sebulan sudah berlalu. Yang sudah di lalui Andin dan Arga. Dengan seiring berjalannya waktu, Mereka menjadi pasangan yang sangat romantis, walau masih harus bersembunyi-sembunyi.


Sekarang ini mereka berada di ruangan meeting. Arga dan Andin pagi ini ada meeting dengan PT Abdijaya.


Saat dari awal meeting di mulai. Andin tak henti-hentinya menatap Pak Abdi. Ada perasaan aneh saat melihatnya, seolah-olah ada ikatan yang tidak biasa antara dia dan Pak Abdi.


Andin enggan untuk membicarakan, masalah ini yang dia bertemu dengan sang Ayah kepada adiknya. Karena itu membuat Tara emosi, mengingat delapan belas tahun mereka berdua telantar, mereka berdua di rawat sang nenek yang bukan tanggung jawabnya untuk merawat cucu-cucunya. Sedih bila harus mengingat masa lalu itu.


Masa di mana. Sejak di tinggal Nenek, Andin dan Tara hidup berdua.


Saat itu, Andin masih belum dewasa saat di tinggal sang nenek, tetapi keadaan lah yang menjadikannya menjadi wanita dewasa.


Di saat teman sebayanya menghamburkan uang, berbeda dengan dirinya. Dia harus ber-irit-irit dan dengan keahliannya dia harus bisa membagi-bagikan gajinya untuk kebutuhan adik-kakak ini.


Andin banting tulang mencari kerjaan, dia sekolah sambil bekerja untuk memenuhi kebutuhan adik serta kakaknya.


Orang Tua mereka berpisah, karena mereka merasa tidak cocok, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah.


Yaa.. Bisa di bilang masalah percintaan orang tua mereka begitu rumit. Orang tua mereka terpaksa menikah karena sebuah perjodohan, yang memang saat itu mereka tidak memiliki rasa cinta di antara mereka.


Saat itu Ayah Andin sudah mempunyai Istri. Tetapi nenek Andin tetap kekeh untuk Ayah Andin menikah dengan ibunya Andin.


Hingga pernikahan mereka hanya berjalan enam tahun delapan bulan. Mereka tidak memikirkan nasib kedepan anak-anaknya, yang mereka pikirkan, hanya egonya. Lihatlah sekarang, mereka bisa tumbuh hebat berkat kedua ego kedua orang tua mereka.


Kalau harus memilih, Andin dan Tara tidak ingin ada di dunia ini. Dunia yang sangat kejam untuk mereka jalani.

__ADS_1


" Andin. Hey, kenapa melamun? Mana proposal yang saya suruh untuk kamu bawa saat meeting?" Tanya Arga yang mampu membuyarkan lamunannya.


" Eh. Iya pak, ini dia pak proposal nya." Kata Andini, sambil menyodorkan sebuah kliping tentang masalah perusahaan yang kalau di bahas tak akan habis.


Arga langsung mengambil proposal tersebut untuk menyodorkan kepada Pak Abdi.


Abdi mulai meneliti proposal yang di dalamnya terdapat perjanjian tanam dan jual saham. Arga hanya memperhatikan wajah Abdi, jika di lihat memang ada mirip dengan Andin. Mulai dari mata hidung, yang sangat mirip dengan Istrinya.


' Apa benar, Pak Abdi ini ayah kandung Andin. Aku harus cari tau tentang ini, bukti perselingkuhan Defi dan Rio sudah lengkap, aku hanya tunggu kapan aku ledakka perselingkuhan mereka.' Batin Arga geram.


' Air susu dibalas air tuba. Aku sudah bodoh berbaik hati pada ular, hah. Cintaku pada Defi terlalu besar, sampai-sampai aku tidak pernah menyadari kebusukannya.' Sambung nya lagi.


" Baik, pak Arga. Saya bersedia mengikuti isi proposal ini." Ucap pak Abdi, tetapi tak ada jawaban dari Arga, karena Masih kalut dengan rutukan hatinya.


Andin pun menyenggol lengan Arga, hingga mampu membuat Arga tersentak. " Ada apa, Andin?" Tanya Arga.


"Ada apa, pak?" Tanya Arga yang sudah beralih menatap, Pak Abdi.


" Saya setuju dengan isi proposal ini, Pak Arga." Kata Abdi yang mengulangi lagi perkataannya.


" Emm. Berarti kontrak kerja sama tanam saham ini akan di perpanjang." Ucap Arga.


" Benar, kalau begitu Saya pamit." Ucap Abdi berjabat tangan dengan Arga maupun Andin.


Abdi pun akhirnya pergi dari ruangan meeting itu, hingga menyisakan Arga dan Andin.

__ADS_1


" Kamu kenapa sih, mas? Dari tadi melamun aja" Celetuk Andin.


" Kamu juga, kenapa dari tadi melamun?" Arga balik bertanya


" Tidak apa-apa." Jawab Andin.


" Begitu juga dengan ku, aku juga tidak apa-apa. " Balas Arga.


Andin pun enggan untuk menjawab perkataan Arga lagi, dia sibuk membenahi berkas-berkas yang mereka pakai untuk meeting dan sebuah laptop.


Saat berberes, hingga pikiran nya tertuju pada dirinya yang sekitar sebulan lalu sudah telat datang bulan.


" Mas, aku udah telat sebulan. Kalau kata orang kalau telat itu, tandanya hamil, mas. Tapi aku gak tau benar atau tidak." Kata Andini.


Arga pun mengeluarkan sesuatu dari balik jas yang ia kenakan.


" Nih, pakai ini." Ucap Arga sambil menyodorkan sebuah alat test kehamilan.


Andin di buat melongo atas tindakan Arga. Ngapain suaminya ini membawa testpack itu?' Pikir Andini tak habis pikir.


" Ngapain kamu bawa kek beginian, Mas?" Tanya Andini heran.


" Gak ngapa-ngapain, aku membawa nya, karena sewaktu-waktu pasti ada gunanya dan lihat lah sekarang? Testpack itu berguna kan? Feeling seorang Arga Wijaya tidak pernah salah." Kata Arga percaya diri.


Andin hanya memutar malas bola matanya. Eneg jika dilanjutkan mendengar ocehan tak jelas yang bersumber dari suaminya, hingga akhirnya ia memutuskan untuk memakai alat test kehamilan yang di berikan suaminya itu.

__ADS_1


Bersambung......


Jangan lupa vote dan hadiahnya ya gaess 😊


__ADS_2