
Sesuai apa yang di ucapkan Arga. Hari ini mereka, sedang mempersiapkan barang-barang untuk di bawa berlibur.
" Tuan, kita berapa lama di sana? " Tanya Andini.
" Hanya seminggu, kita ke sana." Jawab Arga yang sedang sibuk merapikan rambutnya.
Setelah selesai bersiap-siap. Mereka menyempatkan diri untuk sarapan, agar perut mereka tidak kosong.
" Revan mana sih? Kok lama banget nganter tiket nya." Kesal Arga.
Tak lama, datanglah seorang pria yang di yakini sekretaris Arga itu.
" Pak bos. Hu-ah-hu, capek." Ucapnya ngos-ngosan.
" Kenapa tidak dari malam saja, kamu antar tiketnya?" Tanya Arga kesal.
" Tadi malam tidak bisa pak bos, soalnya, saya sama istri saya lagi. Ah sudah lah tak usah di ingat." Kata Revan cengar-cengir sendiri.
Hal itu membuat Arga geli. " Hiii. Apaan sih kamu Revan. Sini tiketnya untung saja kamu datangnya tidak telat." Omel Arga.
" Maaf Pak Bos, eh ini istri kedua pak bos? Wihhh, cantik banget, pak bos. Bakal kalah saing ini mah sama, bu bos, kalau misalnya saya belum punya Istri, saya mau rebut Neng Dini dari pak bos." Cerocos Revan tanpa di filter dulu.
Arga langsung menatap tajam ke arah Revan. Bisa-bisanya dia bicara seperti itu pada, Bosnya sendiri.
" Sudah sanggup bayar cicilan? Sudah gak mau lagi sama bonus yang sering Saya kasih buat Kamu? Atau sudah bosan bekerja dengan saya? Ayo Revan Kamu bisa pilih salah satu di antara pertanyaan saya tadi.'' Ujar Arga penuh penekanan.
Revan langsung terdiam dan tiba-tiba dia langsung jongkok di hadapan Arga dan memeluk salah satu kaki Arga.
__ADS_1
"Jangan dong, pak bos. Cicilan, saya masih banyak. Janji deh gak gitu lagi, kalo saya gitu lagi, nanti saya janji lagi sumpah deh, pak bos, gak bakal boong." Kata Arga memelas.
" Ahhh, sudah lah Revan, berdiri kamu. Kamu ini bikin saya tambah pusing saja." Kesal Arga.
" Janji dulu kalau gak bakal potong gaji?" Kata Revan.
" Kenapa saya, yang harus berjanji sama Kamu?" Tanya Arga kesal.
" Kalau Pak Bos tidak mau berjanji, saya tidak akan melepaskan tangan saya dari kaki pak bos." Ancam Revan.
Sekretaris pribadi Arga ini memang agak lain, bisa-bisanya dia yang mengancam atasannya.
" Oke, kamu gak jadi potong gaji. Tolong menyingkir lah dari kaki ku, Revan." Kesal Arga.
" Syukurlah tidak jadi potong gaji. Yasudah kalau begitu, Saya pamit dulu. Jangan lupa bonus yang, Pak Bos bilang tadi malam. Saya tunggu di ATM, ya, Pak Bos." Teriak Revan yang sudah berlari terbirit-birit, takut kena semprot sama pak bos nya itu.
Saat Arga membalikkan tubuhnya, dia melihat Andini yang sedang menertawakan dirinya.
" Kamu kenapa ngetawain saya? Ada yang lucu apa? " Tanya Arga.
" Tidak, tuan.'" Elak Andini.
Selesai dari drama, mereka langsung On The Wey ke Airport, untuk melangsungkan penerbangan menuju Bali.
Sekitar dua jam, akhirnya mereka telah sampai di tempat yang sudah Arga siap kan untuk mereka berlibur.
Mereka langsung menunju vila yang, sudah di booking tadi malam oleh Arga.
__ADS_1
Jarak dari bandara ke arah villa memang butuh waktu yang cukup panjang, hingga mereka sampai di sebuah vila sudah siang menjelang sore.
" Ayo. Kita cari makan dulu. Saya sudah sangat laper." Keluh Arga.
Mereka memutuskan untuk makan di resort yang dekat dengan Vila.
Saat sedang duduk di bangku dan tinggal menunggu pesanan. Arga mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru resort dan matanya tak sengaja melihat wanita yang sangat dia kenal.
" Tara? Bukannya dia sedang berlibur dengan Defi? Bagaiman bisa dia di sini? Terus Defi perginya sama siapa?" Arga bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
" Ada apa tuan?" Tanya Andini.
" Tidak apa-apa." Jawab nya cepat.
' Kenapa Tara bisa di sini?' Batin Arga heran.
Gak lama datanglah seorang pelayan yang membawa nampan pesanan mereka
" Ini Pak, Bu, pesanannya." Ujar pelayan, setelah menyusun makanan di meja mereka berdua.
Mereka memulai memakan makanan yang mereka pesan.
bersambung....
Masyallah. Terkejut banget aku liat views yang langsung naek, terimakasih ya sayang² aku. udah mau mampir di Novel receh Aku, love you💗😊
Aku doubel up hari ini, karena Aku lagi seneng😀
__ADS_1
jangan lupa like dan vote nya guys, biar Akunya tambah semangat ngetiknya 😊