
Andini merasa gelisah karena kepikiran tentang keberadaan Arga saat ini. Perasaannya tidak tenang karena sampai sekarang pun Arga belum menunjukkan tanda-tanda kehadirannya itu.
Hatinya benar-benar tak karuan, saat tau seluk-beluk Defi selama ini. Ternyata wanita itu tidak seperti yang dirinya kira.
Andini bisa merasakan sakitnya hati Arga saat orang terdekatnya mengkhianati kepercayaan yang diberikan oleh Defi dan Rio.
Saat masuk ke dalam kamar Andini, Winda melihat sang menantu sedang termenung di atas kasurnya. Winda langsung menghampiri Andini.
Andini masih setia dengan lamunannya hingga tangan halus yang sedang mengelus lembut pipinya mampu menyadarkan dirinya dari lamunannya.
'' Eh, tante.'' Ucap Andini tersenyum.
'' Jangan manggil dengan sebutan itu lagi ya? Mama gak suka.'' Winda langsung memposisikan duduknya agar sedikit nyaman.
'' Ada hal yang perlu mama bicarakan dengan kamu sayang. Tapi kamu harus kuat ya?''
'' Mama mau ngomong apa. Ngomong aja kalau penting.''
'' Tapi janji dulu, kamu harus kuat dengerin omongan mama.'' Andini langsung menganggukan kepalanya.
'' Arga kecelakaan saat ingin ke kantor polisi.''
'' Astagfirullah. Gimana ceritanya ma, aku mau jumpa sama mas Arga.''
Andini langsung turun dari kasurnya dan mencabut asal selang impus yang tecucuk di punggung lengannya.
__ADS_1
Saat hendak pergi menuju pintu, Winda langsung memeluk perut buncit Andini. '' Sabar sayang. Kamu harus kuat, Arga sedang melakukan operasi, jadi kamu harus sabar ya?'' Winda terus-menerus mengelus lembut rambut Andini.
'' Tapi mas Arga ma. Dia, dia... aku mau bertemu dengannya ma.'' Andini langsung meraung-raung di dalam pelukan sang ibu mertua.
'' Mama juga terluka. Mama sendiri yang melihat tubuh Arga yang berlumuran darah, nak. Arga pasti kuat, dia pasti kuat demi kalian berdua. Kamu dan janin kalian yang akan menjadi penyemangat Arga, percaya lah nak.''
'' Untuk sekarang sebaiknya kita berdoa untuk keselamatan Arga. Mudah-mudahan saja operasinya berhasil.''
'' Amin.'' Andini langsung melerai pelukannya dan dia langsung membersihkan air matanya.
'' Aku mau sholat dzuhur dulu ma.''
'' Yaa... silahkan nak. Mama tunggu di luar.''
Lalu Winda keluar dan dia hampir saja bertubrukan dengan seorang gadis berseragam sekolah.
'' Iya tidak apa. Kamu siapa ya? Kenapa kamu mau masuk ke ruangan menantu saya?'' Tanya Winda.
'' Saya Tara tante. Adiknya mbak Andin.'' Tara langsung menyalim punggung tangan Winda dan menciumnya dengan lembut.
'' Oh kamu adiknya Andin? Kebetulan banget. Tolong kamu jaga mbak kamu sebentar, tante mau ke tempat Arga dulu .'' Ucap Winda.
'' Memangnya bang Arga kenapa tan?'' Tanya Tara sedikit kepo.
'' Arga kecelakaan saat ingin membuat laporan penangkapan Defi dan Rio.''
__ADS_1
'' Inalillahi. Jadi kondisi bang Arga sekarang bagaimana tan?'' Raut wajah Tara terlihat cemas.
'' Arga sedang melakukan tindakan operasi. Tadi pas tante ingin keluar beli makan, tante gak sengaja melihat dua ambulan dan karena tante penasaran. tante langsung mendatangi ambulan itu dan tante sangat syok, saat melihat kondisi Arga, nak.''
'' Makanya tante minta tolong sama kamu untuk menjaga mbak mu sebentar, karena tante ingin melihat kondisi Arga.''
'' Yasudah tante. Biar Tara yang nunggu mbak. Tante ke tempat bang Arga aja.''
Winda langsung meninggalkan ruangan Andini dan langsung menaiki lantai empat, tepat Arga melakukan operasi pada bagian belakang kepalanya.
'' Bagaimana dengan kondisi Arga, pa?'' Tanya Winda pada suaminya.
'' Belum ada kabar ma. Dari tadi belum ada seorangpun yang keluar dari ruangan itu.'' jawab Wijaya.
......................
Di lain tempat. Tepatnya di apartemen, seseorang sedang berteleponan dengan seseorang.
' Rencana sudah berhasil pak. Sekarang waktunya bapak kirim bonus saya.' Kata seseorang dari seberang telepon.
'' Bagus. Nanti malam kamu temui saya di taman mini, ingat jam tujuh.''
Klik'
'' Hahaha. Akhirnya rencanaku berhasil juga. Akan aku pastikan kamu tidak akan selamat Arga Wijaya. Hahaha.''
__ADS_1
Bersambung......
jangan lupa vote dan hadiahnya ya gaes 😊