
'' Andin.'' Panggil Winda.
Andini yang masih berada di kamarnya langsung keluar dan menjumpai Winda.
Andini menuruni tangga dengan hati-hati. '' Ada apa ma?'' Tanya Andini.
'' Ayo, katanya mau bikin rujak.'' Ajak Winda yang tangannya sudah memegang cobek.
'' Bi, tolong bawa buah-buahannya ke taman belakang ya bi.'' Sambung Winda.
'' Siap bu.'' Bi Nem langsung membawa buah-buahan yang sudah di kupas dan di cuci bersih, bi Nem membawa mangkuk besar berisii buah itu ke taman belakang rumah.
'' Ayo, mau nunggu apalagi?'' Tanah Winda saat mendapati Andini masih diam di tempat.
'' Eh iy-ya ma.'' Andini langsung mengikuti Winda dari belakang.
Ternyata Winda sudah menyiapkan sebuah tikar yang sudah di bentang dan tak lupa di tengahnya ada banyak cemilan dan disert-disert ala restoran.
'' Ma, ini terlalu berlebihan ma.'' Kata Andini.
'' Siapa bilang? Tema kita hari ini piknik keluarga di taman belakang. Cepat kamu panggilkan Arga dan Tara, mama mau memanggil pap dulu.'' Segera Winda meletakkan cobek itu di atas tikar, lalu kembali berdiri dan berjalan menuju kamar untuk memanggil suaminya.
Andini juga begitu. Dia langsung pergi ke kamar adik dan kamarnya untuk membangunkan adik dan suaminya.
Setelah semua berkumpul di taman belakang rumah. Acara piknik kecil-kecilan itupun di mulai.
Mereka langsung memakan rujak buatan Winda dan Andini dan sesekali bercanda ria. Tak lupa mereka mengabadikan momen ini dengan memotretnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selesai dengan acara piknik itu, semua orang kembali ke kamarnya masing-masing. Tinggal Winda yang masih berada di ruang tamu, dia masih asyik dengan melihat hasil gambar yang ada di dalam galeri nya yang di ambil oleh Wijaya.
Winda mulai men-scrol foto-foto mereka sambil senyum-senyum sendiri. '' Ya ampun lucu sekali mereka.'' Kata Winda saat mendapati sebuah foto Arga yang rambutnya sedang di ikat dua oleh Andini.
Arga berpose dengan menjulingkan matanya serta kedua tangannya membentuk telinga di atas kepalanya dan tak lupa lidah nya yang di julurinya keluar.
Mereka semua tak bisa berhenti tertawa, saat dengan nurutnya Arga meng-iyakan setiap perkataan si bumil itu.
'' Aku masukan yang ini aja deh.'' Segera Winda membuka sebuah aplikasi hijau dan memencet sebuah status dan keluarlah seluruh status yang berkontak dengan dirinya.
Dengan cepat Winda memencet bacaan status saya, lalu menampilkan sebuah video dan gambar yang ada di dalam galeri Winda. Winda lalu memencet foto Arga yang sedang di kerjai oleh Andini dan sekarang memencet tombol kirim. Tapi sebelum mengirim foto itu, tak lupa Winda memberi caption di dalam fotonya itu.
Piknik di belakang rumah bersama anak-anak 💗
__ADS_1
Setelah puas memberi caption, Winda lalu mengirim foto Arga ke status nya.
Tidak perlu menunggu lama, status Winda sudah langsung banyak yang melihat.
'' Tumben langsung banyak yang lihat, biasanya tunggu beberapa menit baru ada yang lihat.'' Gumam Winda, dia berniat untuk mematikan ponselnya, tapi saat Winda ingin melakukan itu. Sebuah pesan dari aplikasi hijau itu masuk ke dalam notifikasi dirinya.
Winda pun mengurungkan niatnya untuk mematikan ponselnya, dia langsung memencet notifikasi itu dan di persekian detik kemudian layar ponsel Winda menunjukkan sebuah ruang chet-nya bersama seseorang.
{Wah enak banget ya jeng ngumpul bareng keluarga 🤩} Satu pesan dari seseorang yang di atasnya di beri nama jeng Lena berhasil di baca oleh Winda.
Segera Winda balas pesan dari jeng Lena itu { Iya nih jeng, mumpung anak-anak lagi ngumpul.'' Balas Winda.
Saat Winda memberi balasan pesan itu bercentang abu-abu dan tak lama warna abu-abu itu berganti menjadi biru yang bertanda bahasa pesan itu sudah di baca.
{Senang deh liatnya jeng, semoga keluarga jeng Winda akur-akurya jeng. Emm, maaf ya jeng, pas acara tujuh bulanan memantu jeng Winda, saya tidak bisa hadir, soalnya saya lagi menemani suami saya dinas keluar kota jeng}
{ Kalau saya tidak ada kendala, saat aqiqah cucu jeng Winda, insyaallah saya akan dateng} Winda membaca pesan itu dengan tersenyum.
{ Tidak apa jeng Lena. Saya ngerti kok, kalau pak Dirga itu orangnya sangat sibuk} Balas Winda.
Lalu Winda mematikan ponselnya dan bergegas menuju ke kamarnya untuk beristirahat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
'' Maaf ya ay, tadi ponselku di pegang sama mbak-ku.'' Kata Tara saat video call dengan mas boy nya.
'' Gak papa ay. Oh iya, kamu udah makan?'' Tanya kekasih Tara yang bernama Alvin.
'' Udah ay, kamu udah makan?'' Tanya Tara.
'' Udah.'' Jawab Alvin yang berstatus sebagai kekasihnya Tara.
'' Yaudah kalau begitu aku matikan ya ay, soalnya aku mau mandi.'' Kata Tara yang balas anggukan kepala oleh Alvin.
'' Iya ay. Ingat ya, nanti malam jangan lupa.'' Ujar Alvin.
'' Oke.'' Tara langsung mematikan video call itu, lalu segera menarik handuk dan bergegas menuju ke kamar mandi untuk bersiap-siap, karena nanti malam dirinya akan jalan-jalan dengan mas boy nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kamar. Andini baru saja selesai mandi dan dia mau mengeringkan rambutnya.
Saat Andini sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk, tiba-tiba saja sepasang tangan melingkar di perut Andini.
__ADS_1
Andini tidak terkejut lagi, karena dia tahu siapa yang melingkarkan tangannya di perut buncitnya.
'' Apa kabar anak pipi? Udah lama ya pipi tidak menjenguk kamu, apa kamu tidak rindu dengan pipimu ini nak?'' Tanya Arga sambil mengelus perut Andini yang di bungkus baju dress warna putih milik Andini.
'' Apa! Kamu kangen? Sama dong, pipi juga kangen sama kamu.'' Arga menjawab pertanyaan nya sendiri.
'' Dia yang bertanya, dia juga yang menjawab.'' Samber Andini.
'' Shutt. Aku lagi ngobrol sama Arga junior, kamu gak di ajak.'' Arga asyik berbicara dengan anaknya.
'' Sudah lah mas, dia juga tidak bakal tahu kamu ngomong apa mas. Lebih bagus kita jalan-jalan yuk mas, bosen ni di rumah aja.''
'' Sini biar aku mainin kamu, biar kamu tidak bosen.'' Arga mengedipkan sebelah matanya.
'' Ihh, apaan sih mas m***m bener jadi orang.'' Ketus Andini.
'' M*s*m sama istri sendiri gak apa-apa dong.'' Manja Arga.
'' Awas mas, aku mau turun.'' Andini menepis tangan Arga yang melingkar di perut buncit Andini.
Dengan sigap Arga langsung merengkuh l*her Andini dan mendekatkan wajahnya pada wajah Andini, lalu Arga m*nge*up b*b*r Andini.
'' Kamu itu sangat membukkan Ndin. Joni ku sudah sangat kangen dengan Donna kamu.'' Wajah Arga kini berubah menjadi wajah yang penuh gairah.
'' Mas!'' Cicit Andini
'' Hmmm'' Jawab Arga yang sudah m*r*mas gunung Sinabung Andini.
'' A**. Aku... aku...''
'' Aku apa sayang?'' Tanya Arga tersenyum ke arah Andini.
'' Donna ku juga kangen dengan Joni kamu mas.'' Pipi Andini memerah saat mengungkapkan isi hatinya bahwa dirinya juga menginginkan sesuatu dari tubuh Arga.
Arga langsung m*nc*mbu Andini dari atas hingga ke bawah dan tidak ada yang terlewatkan oleh Arga.
Mereka langsung melakukan hubungan i*t*m itu. Dengan sangat lembut, Arga mengayunkan tubuhnya yang di bawahnya ada Andini dan terkadang, Andini yang berada di atas. Arga tidak mempermasalahkan gaya yang mereka buat, yang terpenting J*ni nya sudah tidak kedinginan lagi akibat lama tidak masuk ke sangkar.
'' A**, mas....'' Andini merintih saat dirinya menerima sebuah ken*km*tan surga dunia yang hampir dua minggu tidak di gapainya.
'' Enak mas..'' Celoteh Andini yang dari tadi tidak bisa diam untuk tidak bersuara.
Bersambung.....
__ADS_1