Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
Keinginan Tara


__ADS_3

''Bu, aku boleh gak ngomong sesuatu?'' Tanya Tara berhati-hati.


'' Emangnya kamu mau ngomong apa?'' Tanya Lena yang sudah duduk sandaran di kepala tempat tidur.


'' Emmm, aku mau ibu dan ayah berbaikan. Ini semua demi aku, aku mau di acara nikahan aku kalian akur dan kompak. Memang sih, aku seneng kalian sudah ada di sisiku, tapi rasanya berbeda.''


'' Apa ibu mau wujudkan keinginan anak ibu ini?''


'' Ibu belum bisa nak, maafkan ibu.''


Tara menatap Lena dengan tatapan sendu. '' Yasudah, aku tidak akan memaksa, tapi sebaiknya ibu tidak ada menaruh dendam di hati ibu. Aku yakin ibu orangnya pemaaf.''


'' Setiap manusia pasti punya kesalahan begitu juga dengan ayah, tapi mau bagaimana pun dia dulu memperlakukan kami seperti itu, dia tetap ayah kami dan hubungan kami tidak pernahputus seperti air yang tidak bisa putus saat di cincang.''


'' Jadi aku harap ibu bisa memaafkan ayah dan melupakan semua kenangan pahit ibu dulu.'' Tara sendiri masih berharap kedua orang tuanya bisa berbaikan.


'' Kalau begitu ibu tidurlah, aku dan mbak Andini mau pulang dulu ada banyak kerjaan di rumah, jadi kami tidak bisa berlama-lama di sini. Oh iya, ibu kalau sudah baikan main ke rumah mama Winda sekalian bantu-bantu, hehehe.'' Ujar Tara.

__ADS_1


'' Pasti.'' Balas Lena tersenyum.


Andini dan Tara juga tersenyum. ''Kalau begitu kami pamit.'' Andini dan Tara menyalimi tangan Lena dan saat mau keluar nampak dua orang beda usia itu masuk.


'' Mau pulang Ndin?'' Tanya Dirga.


Andini dan Tara mengangguk. '' Iya pa,'' jawab mereka.


'' Ayo Gai kita pulang, salim dulu sama nenek dan kakek.''Suruh Andini.


Andini dan Tara juga menyalimi Dirga dan kembali pamit untuk pulang, Dirga menghantarkan anak sambungnya itu sampai depan rumah.


'' Eh mas.'' Kata Lena yang ketauan sedang memainkan ponselnya.


'' Jangan terlalu sering bermain ponsel.'' Peringat Dirga.


'' Baik mas.'' Lena menaruh ponselnya ke atas nakas dan menatap suaminya.

__ADS_1


'' Ada apa mas?'' Tanya Lena bingung dengan tatapan dalam yang di tunjukkan kepada dirinya.


'' Kamu tidak mau mewujudkan keinginan anak yang tiap malam kamu tangisi karena merasa bersalah telah meninggalkan dirinya?'' Tanya Dirga to the points. Waktu Tara mengutarakan keinginannya ternyata Dirga sedang menguping di balik tembok kamar yang kebetulan pintunya tidak di tutup.


Lena langsung menebak kemana arah pembicaraan suaminya ini. '' Aku belum siap mas. Kasih aku kesempatan.''


'' Baiklah, mas tidak akan memaksa. Kalau begitu sekarang kamu tidurlah, mas mau kerumah pak Wijaya.'' Kata Dirga.


'' Ikut mas.'' Mohon Lena.


'' Tapi kamu belum baikan Len, nanti sakitnya kambuh lagi gimana?''


'' Gak bakal, aku udah sembuh kok. Please, aku mau ikut boleh ya?''


Dirga tersenyum dan mengangguk. '' Oke, sekarang bersiap-siap lah. Mas mau panasin mesin mobil dulu.'' Lena mengangguk semangat.


Akhirnya dirinya bisa berkunjung kerumahnya sahabatnya itu dan bertemu lagi dengan anak-anak dan cucunya.

__ADS_1


Dirinya mempersiapkan dirinya semampu mungkin agar tidak ambruk ketika bertemu dengan mantan suaminya itu, karena dirinya yakin pasti mantan suaminya ada di sana, pikir Lena.


Lena sedang mandi di bawah kucuran air shower perkataan suami dan Tara terus mengelilingi kepalanya, apakah dia harus memaafkan abdi dan memulai membuka lembaran baru?


__ADS_2