Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
Kebelet


__ADS_3

'' Akhirnya selesai juga acaranya.'' Kata Arga lega.


'' Iya mas. Capek banget ya? Dari pagi sampe malem mama bikin acaranya.'' Keluh Andini.


Andini dan Arga sudah berada di kamar. Hari ini Winda mengadakan acara aqiqah cucu pertamanya. Acara itu di adakan pada dua bulan kemudian, Winda sengaja melambatkan acara itu, karena dia masih menunggu waktu yang tepat dan menunggu para kerabat dan keluarga untuk bisa menghadiri acara aqiqah dan penambalan nama sang cucunya.


Dua bulan telah berlalu. Bayi Andini juga sudah bertumbuh kian meningkat, Gaishan sudah bisa ngoceh walau tidak jelas apa yang di ucapkan dirinya.


Hari yang melelahkan untuk orang tua muda ini. Mereka lagi-lagi di buat oleh Winda, satu harian mereka mengikuti acara yang di buat Winda.


Ingin kesal tapi sudah terlanjur, mereka berdua hanya bisa pasrah. '' Ndin.'' Panggil Arga yang sudah tiduran di atas kasur.


'' Apa mas?'' Tanya Andini yang sedang men-scrol foto-foto mereka di acara aqiqah itu.


'' Kebelet.'' Cicit Arga.


''Yaudah sana ke kamar mandi mas, gitu aja kok malah ngelapor mas. Mau aku temenin?'' Kesal Andini..


'' Bukan kebelet itu Ndin.'' Rengek Arga.


Andini langsadar pada ucapan Arga. Memang sejak Andini Mekah, Arga tidak pernah mendapatkan jattahh dari sang istri.


'' Aku capek mas.'' Keluh Andini.


'' Yah... Aku sudah tidak tahan lagi Ndin, sudah dua bulan lebih dua hari aku menahannya.'' Kata Arga yang sudah bersuara parau.


'' Mas. Kamu ngertiin aku dong, aku masih takut buat nganu-nganu. Besok aja bagaimana mas?'' Tawar Andini.


'' Oke lah, aku tunggu besok!'' Kata Arga dengan nada suara kecewa.


Andini masih trauma untuk melakukan hubungan suami istri, karena rasa sakitnya saat mengeluarkan sang buah hati masih saja terngiang-ngiang di pikirannya.


Arga memutuskan untuk tidur karena waktu sudah menunjukkan tengah malam. Andini juga ikut tidur di samping Arga dia memeluk tubuh Arga dari samping, sementara Arga sedang membelakangi tubuh Andini.


Mereka tidur hanya berdua, karena baby Gai sudah punya kamar sendiri dan sudah ada baby sister yang sudah merawat baby Gai.


Dua bulan ini cukup melelahkan bagi Andini, karena dia harus mengurus anak sendiri dan kadang kala Tara dan Winda juga ikut turun tangan untuk mengurus baby Gai. Hal itu membuat Andini harus mengambil tindakan dengan mempekerjakan seorang baby sister untuk membantu dirinya saat mengasuh anaknya.


Sepertinya Arga tidak bisa tidur. Dirinya kelihatan seperti gelisah, Arga membalikan tubuhnya untuk menghadap ke arah Andini. Saat Arga menghadap ke arah Andini, tiba-tiba saja pandangan mata mereka bertemu.

__ADS_1


'' Kenapa belum tidur?'' Tanya Arga cuek.


'' Belum ngantuk.'' Jawab Andini.


'' Tidur, tadi bilang capek.'' Arga langsung kembali ke posisi semula yaitu membelakangi tubuh Andini.


'' Mas.''Cicit Andini, dirinya sedang menarik-narik baju Arga.


'' Hmm.'' Jawab Arga.


Dirinya masih membelakangi tubuh Andini.'' Kamu marah mas?'' Tanya Andini.


'' Tidak, tidurlah ini sudah malam.'' Jawab Arga.


Merasa jawaban dari Arga tidak memuaskan, Andini langsung menarik tangan Arga dan saat Arga terlentang, Andini langsung tidur di atas tubuh Arga.


'' Jangan marah dong mas.'' Andini menenggelamkan wajahnya di dada Arga.


'' Awas Ndin. Kamu seperti itu, bisa bikin aku tambah tidak tahan.'' Arga mencoba menggeser posisi Andini, tapi Andini malah menggenggam erat baju Arga.


'' Biarin aja mas.''


Andini hanya tersenyum. Tanpa persetujuan Arga, tangannya sudah meraba-raba bawah Arga. Arga dibuat terkejut oleh kelakuan Andini barusan.


'' Tolong jangan buat aku tersiksa Ndin. Aku gak bisa menahannya.'' Wajah Arga sudah memerah saat sedang menahan sesuatu di bagian bawahnya yang sudah berontak minta di bebaskan.


Andini tidak memperdulikan ucapan Arga, dirinya asyik dengan elusannya pada bawah Arga. Lalu Andini langsung membuka celana Arga beserta boxer milik Arga.


Tanpa menunggu persetujuan dari Arga dirinya langsung mengemut lollipop itu dengan lahap, hal itu mampu membuat Arga kelonjakan karena rasa nikmat yang langsung menyerang seluruh tubuhnya.


'' Ah... Nikmat banget.'' Racau Arga. Andini terus saja memainkan lollipop itu, dikeluarkan dan dimasukan nya lollipop itu kedalam mulutnya.


'' Ahhh.....''' Lenguh Arga panjang saat air susu nya sudah memenuhi wajah Andini.


Nafas Arga tersenggal-senggal saat sebuah kenikmatan yang sudah lama tidak dia raih akhirnya malam ini bisa dia raih kembali.


'' Aku hanya bisa ngasih ini dulu mas. Besok aku janji akan kasih yang lebih dari ini.'' Kata Andini saat sudah keluar dari kamar mandi untuk membersihkan wajah nya yang di penuhi air susu milik Arga.


Arga hanya tersenyum. '' Kamu semakin buas Ndin, aku suka itu.''

__ADS_1


'' Hmm. Kamu ini terlalu messsum mas, sampai-sampai tidak bisa tidur kalau belum hilang hasrat nya.'' Kata Andini yang sudah mulai membaringkan tubuhnya dan menarik selimutnya.


Arga merasa bersalah karena telah marah pada Andini, padahal dirinya tadi berniat hanya berpura-pura untuk ngambek pada Andini.


'' Maaf. Aku tidak bermaksud marah tadi Ndin, sumpah aku tadi hanya berjanda sayang.'' Arga langsung memeluk tubuh Andini dan mencium seluruh wajah Andini.


'' Be-can-da, bukan berjanda mas. Sudahlah kamu itu kalau ada maunya aja manggilnya sayang, kalau tidak biasanya hanya memanggil ku dengan nama.'' Kesal Andini.


'' Maaf.'' Ucap Arga.


'' Kamu tau kan, aku termasuk manusia yang tidak bisa romantis. Mungkin ini efek dari pernikahan garing aku sebelumnya.''


'' Tapi aku akan berusaha untuk memanggil nama kamu dengan apa yang kamu mau, sekarang. Kamu mau aku panggil apa? Udin, Andin, atau apa?'' Tanya Arga.


Andini semakin kesal saat Arga memberikan contoh nama panggilan untuknya. '' Tidak ada yang cocok mas, aku gak mau di panggil Udin apalagi Andin. Panggil aku dengan sebutan yang manis mas.'' Rengek Andini.


'' Mimi?'' Andini menggeleng.


'' Tidak!''


'' Honey?'' Lagi-lagi Andini hanya menggeleng.


'' Terlalu jablay untuk kita yang udah punya anak mas.''


'' Baby?'' Andini semakin menguatkan gelengan kepala nya.


'' Itu nama panggilan anak kita mas, baby Gai.'' Kesal Andini.


'' Kalau begitu, nama panggilan ini pasti pas untuk kamu. Sayang? Bagaimana cocok tidak?'' Tanya Arga.


Andini langsung mengangguk. '' Perfect, ini lebih dari bagus dari pada yang tadi.'' Kata Andini yang langsung tersenyum manis.


'' Okelah mulai sekarang aku akan berusaha untuk memanggil nama kamu dengan sayang.'' Andini mengangguk dan Arga langsung memasukkan kepala Andini ke dalam dekapannya.


Tangan Andini langsung melingkar ke tubuh Arga, dirinya langsung memejamkan matanya dan tak lama kemudian suara dengkuran kecil keluar dari mulut Andini.


Arga hanya bisa tersenyum, saat tau Andini sudah tertidur. Dirinya juga ikut untuk tidur, dirinya harus banyak istirahat karena besok dia akan menguras tenaganya untuk menggempur Andini.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2