Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
Hukuman dari Arga


__ADS_3

Setelah berbicara dengan Tara, Andini memutuskan untuk ke kamar, dirinya saat ini begitu lelah karena satu hari yang cukup melelahkan.


Ceklek'


Andini membuka pintu dan kembali menutupnya, lalu dia mendekati arah ranjang yang ada Arga di situ.


Andini hanya membuang nafas beratnya. Andini langsung mengambil handuk dan berjalan ke arah kamar mandi untuk v, mungkin dengan mandi akan menenangkan pikiran-nya dari masalah yang dia hadapi.


Lama dia berendam di bathtub, sampai suara gedoran dari luar menyadarkan dirinya bahwa dia sudah terlalu lama di dalam kamar mandi.


'' Andini, kamu lama sekali di dalam. Jangan lama-lama, nanti kamu masuk angin.'' Peringat Arga yang terus menggedor-gedor pintu kamar mandi itu.


'' Sebentar lagi mas.'' Teriak Andini, Andini langsung berdiri dari bathub dan langsung memakai kimono miliknya. Lalu dia membuka pintu yang sudah ada Arga yang berdiri di depan pintu.


'' Lama banget di kamar mandi, kalau kamu masuk angin atau sakit gimana?'' Kesal Arga yang langsung menarik lengan Andini menuju ranjang, dirinya langsung mendudukkan Andini di pangkuannya.


'' Sudah berapa kali aku ingatkan. Kalau kamu sekarang gak sendiri lagi, udah ada ini di dalam perut kamu.'' Arga mengelus lembut perut Andini.


'' Maaf. Lain kali aku tidak akan mengulanginya lagi.''


'' Kamu harus memikirkan kandungan kamu Ndin. Ada kehidupan di dalam perutmu, apa yang kamu lakukan akan memengaruhi perkembangan kandungan kamu.''


'' Jangan egois, ingat. Ada Arga junior di dalam sini.''


'' Hmm. Aku minta maaf mas.'' Andini tidak berani menatap wajah Arga saat dirinya marah atau kesal.


'' Kamu harus di hukum.'' Ucap Arga yang sudah memindahkan Andini dari pangkuannya ke samping dirinya.

__ADS_1


'' Hah hukuman? Hukuman apa mas?'' Tanya Andini kebingungan.


'' Kasih aku surga dunia malam ini.'' Arga langsung tidur terlentang di atas ranjang.


'' Hah? Gak mau lah mas.'' Tolak Andini.


'' Eitss. Ingat, ini adalah syarat yang aku ucapkan waktu di rumah sakit, saat aku memaafkanmu. Jadi lakukanlah sekarang.'' Arga menaik turunkan alisnya.


'' Oh, jadi maksudnya, syarat yang kamu bilang itu ini?'' Andini baru tersadar akan syarat yang di ucapkan Arga saat dirinya berada di rumah sakit.


'' He'em.'' Arga mengangguk senang.


'' Ayo cepat, jangan lama-lama aku sudah gak tahan lagi.''


Mau gak mau Andini menuruti keinginan Arga untuk memberikan kehangatan pada Joni Arga.


Andini langsung membuka celana Arga dan belum apa-apa, si Joni sudah berdiri tegak menghadap wajahnya.


'' Ck. Belum apa-apa, udah hormat aja ni si Joni.'' Kesal Andini, Arga hanya tertawa geli melihat wajah cemberut Andini.


'' Jangan kesal. Kayanya aku gak akan melakukan itu padamu Ndin, karena kamu pasti capek kan?'' Tanya Arga yang langsung di balas anggukan kepala oleh Andini.


'' Benar mas. Aku sangat capek.'' Balas Andini.


'' Nah, jadi aku putuskan kamu buat dia tertidur kembali, tanpa harus masuk ke dalam sangkar Dona.''


'' Caranya bagaimana?'' Andini kebingungan dengan ucapan Arga barusan.

__ADS_1


'' Masukan ke dalam mulut.'' Jawab Arga santai.


'' Apa? Ih gak mau lah mas, geli mas.'' Andini langsung menggeleng.


'' Yaa.. Kalau kamu tidak mau, berarti kamu harus siap-siap stok tenaga, karena aku akan melakukannya sampai aku puas.''


'' Mas... Kamu itu namanya kibulin aku mas. Apa gak ada pilihan lain selain itu?'' Tanya Andini.


'' Tidak ada. Pilihannya cuma dua, kamu boleh pilih yang mana.''


Andini langsung memilih pakai mulut. Dirinya langsung memasukkan Joni ke dalam mulutnya dan mengemutnya seperti lollipop.


'' Ahhh. Kuat lagi Ndin.'' Arga mengerang nikmat saat dengan lihainya mulut Andini memasuk dan mengeluarkan adik kecilnya di dalam mulutnya.


Tangan Arga gak mau tinggal diam. Tangan kirinya meremas gunung kidul milik Andini. Arga langsung mengangkat kepala Andini menuju wajahnya, lalu Arga langsung mencium bibir Andini dan *******-nya.


Siapa sangka, kalau Andini terbuai akan sentuhan manis yang di berikan Arga kepada tangannya.


Sampai akhirnya dirinya terbuai hingga Joni mengapeli Dona, dirinya lupa akan pilihan yang diberikan oleh Arga, karena rasa nikmatnya.


Akhirnya mereka melakukan olah raga malam yang panjang. Suara decitan ranjang beserta deruh nafas dan keringat yang mengucur deras menemani mereka dalam olahraga malamnya.


Andini tidak bisa menolak. Karena semenjak dirinya hamil, rasa ingin bercocok tanam dengan suami semakin besar. Hasrat liarnya meronta-ronta saat melihat Arga menggunakan handuk atau boxer saat mereka berdua berada di kamar.


bersambung......


Jangan lupa like dan hadiahnya ya gess. Biar othor semakin semangat nulisnya ☺️

__ADS_1


__ADS_2