Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
Menjadi istri yang sesungguhnya


__ADS_3

Keesokan paginya. Andin terlebih dahulu bangun, saat dia hendak beranjak dari kasur, dia merasa begitu berat di dekat perutnya, karena penasaran Andin langsung menoleh dan betapa terkejutnya ia, saat tangan kekar tengah memeluknya dari samping.


Jantung Andini berpicu lebih cepat dari biasanya. Ada perasaan takut untuk membangunkan Arga, tapi kalau tidak di bangunkan Arga pasti kesiangan kekantor? Pikir Andini. Tanpa pikir panjang lagi Andini langsung membangunkan tidur pulas sang Tuan sekaligus majikannya.


'' Tuan, bangun. Sudah pagi, nanti, tuan terlambat ke kantor.'' Ucap Andini sambil menepuk lengan Arga dengan lembut.


Agak terusik tidurnya, tapi enggan untuk membuka mata. '' Lima menit lagi, Din. Saya masih ngantuk semalam saya tidak bisa tidur.'' Bohong Arga, padahal sebenarnya dia sangat pulas tidurnya tadi malam, apalagi di tambah dia memeluk pembantu serta madu istrinya itu, tambah sudah rasa nyaman itu.


'' Yasudah, kalau begitu, saya ingin menyiapkan sarapan untuk, tuan. Bisa tuan lepaskan lengan tuan? Soalnya saya ingin memasak.'' Pinta Andini lembut.


Ucapan Andini barusan membuatnya langsung melebarkan pupil matanya, sangat terkejut apa yang dia lakukan saat ini. Apa Aku sudah gilaaaa, kenapa bisa Aku memeluknya pikir Arga.


Arga langsung melepaskan kaitan tangannya dari lingkaran perut Andini dan sekarang dia menjadi salting (salah tingkah) sendiri.


" Maaf, saya tidak sengaja. " Ucapnya kagok.


"Tidak apa-apa." Balas Andini sambil tersenyum tipis.


Lalu Andini beranjak dari kasur menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk Arga sebelum pergi bekerja.


Selesai buat sarapan, Andini langsung ke kamarnya dan benar saja ternyata Arga masih molor (tidur) dengan cantiknya.

__ADS_1


Andini menghela nafas panjang, saat melihat majikan berstatus Suaminya itu susah untuk bangun. Tak ada pilihan lain akhirnya Andini memutuskan untuk membangunkan kebo tak berekor ini lagi.


"Tuan, bangun. Saya sudah menyiapkan sarapan untuk, tuan, silahkan tuan bersih-bersih diri dulu. Setelah itu baru tuan sarapan." Kata Andini memberi instruksi.


" Hmm." malas rasanya untuk bangkit dari pembaringan nyaman ini, tapi mau bagaimana lagi? Kalau Arga tidak kerja itu akan membuat dia di depak dari perusahaan, Papanya Arga.


" Tolong siapin pakaian, saya." perintah Arga.


" Saya, tuan?" Tanya Andini menunjukkan dirinya sendiri.


"Iya lah. Siapalagi yang ada di sini, selain kamu." Kesal Arga.


" Iya, Andini Kusuma Pratiwi." Jawab Arga memanggil nama lengkapnya.


Andini langsung keluar kamar dan langsung menuju lantai atas, tepatnya kamar pribadi suami dan istri pertamanya, untuk menyiapkan stelan pakaian Arga.



Ada sedikit bingung sih dengan selera berpakaian nya si Arga, tetapi hal itu tidak menghambat perkejaan seorang Andini.


Setelah selesai menyiapkan setelan baju beserta Jas yang senada dengan celana.

__ADS_1


Andini langsung keluar dari kamar pribadi Arga dan Defi, ia langsung meluncur ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang sejak tadi sudah minta di siram dengan air.


Setelah selesai dengan mandinya Andini, langsung ke dapur menuju meja makan mewah itu.



Dan langsung menyiapkan sepiring nasi goreng spesial untuk sarapan Arga.



Nasi goreng dengan cumi dan udang di sertai topping- toppingnya, siapa yang melihatnya pasti langsung lapar.


Andin merasa, pagi ini, sebagai istri sesungguhnya Arga.


Bersambung.....


mudah-mudahan di permudahkan pikiran ku agar, bias up setiap hari dan jangan pelit-pelit dong sama like, biar akutuh semangat terus ngetiknya 😊


tetap Semangat dan optimis walaupun sepi pembaca 😀.


see you next time, babayy 😊💓

__ADS_1


__ADS_2