Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
Bab 28


__ADS_3

Saat ini Mereka sudah berada di mobil dan memutuskan untuk berjumpa dengan salah satu manager marketing PT Abdijaya.


Lima belas menit kemudian, mereka telah sampai di sebuah gedung perusahaan PT Abdijaya. Lalu mereka masuk ke dalam untuk bertemu dengan CEO perusahaan.


'' Maaf, bu. Ruangan pak Abdi dimana ya?'' Tanya Andini dengan resepsionis perusahaan.


'' Sebelumnya, ibu atau bapak, sudah buat janji?'' Tanya sang resepsionis itu.


'' Sudah.'' Jawab Andin.


'' Kalau begitu, ibu dan bapak bisa menunggu di ruang tunggu, karena pak Abdi masih ada tamu pak, bu'' kata resepsionis itu.


Lalu mereka memutuskan untuk menunggu dan duduk di kursi yang sudah di siapkan, hampir belasan menit juga mereka menunggu. Sampai akhirnya mereka di panggil sang resepsionis, karena sudah bisa bertemu dengan pak Abdi.


'' Maaf karena menunggu lama, bapak dan ibu, sekarang sudah bisa bertemu dengan pak Andi. Ruangannya di lantai lima, pak.'' Kata resepsionis dengan sopan.


Lalu mereka menaiki lift dan menuju lantai yang di beritahu sang resepsionis.


'' Kamu sudah lapar?'' Tanya Arga pada Andini, pasalnya dari tadi dia hanya terdiam.


'' Tidak.'' Kata Andini.


Ting!


Lift yang dinaiki mereka, telah sampai di lantai lima, mereka langsung menuju ruangan Sang CEO.


Tok!


Tok!


Tok!


" Masuk." Ucap seseorang dari dalam. Lalu mereka akhirnya masuk ke dalam ruangan.

__ADS_1


" Selamat datang, pak Arga. Dan..." Abdi menggantung ucapannya.


Deg!


' Wajah, pak Abdi begitu mirip dengan papa. Apa jangan-jangan, Pak Abdi ini...'' Batin Andin.


" Andini. Pak." Kata Andin, yang langsung menyodorkan tangannya.


' Andini. Anakku, ternyata dia sudah besar.' Batin Abdi.


'' Maaf pak Arga, seharusnya saya yang berkunjung ke kantor napak, bukannya bapak yang berkunjung kemari.'' Ucap Abdi tak enak hati.


'' Tak apa, pak. Lagian saya jadwal saya hari ini tidak terlalu padat.'' Balas Arga.


'' Yasudah, mari kita bahas.'' Ucap Abdi.


Lalu mereka duduk di sebuah sofa yang berada di ruangan itu.


' Dia begitu cantik, dia juga menjadi wanita mandiri, apakah aku sanggup menghancurkan kebahagiaan dirinya, setelah dari kecil? Aku sudah menghancurkan semua kebahagiaan nya.' Batin Abdi sedih.


'' Baiklah pak Arga. Saya terima saham pak Arga, untuk perusahaan saya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih.'' Ucap Abdi.


Lalu mereka berjabat tangan dan memutuskan untuk pulang.


Di ruangan Abdi.


'' Hallo.'' sapa pak Abdi.


'' Iya, halo Pa. Ada apa?'' Tanya seseorang dari seberang sana.


'' Papa sudah jumpa dengannya.'' Kata Abdi.


'' Bagus. Langkah selanjutnya. Papa harus bisa dekat dengan dia.'' Ucap di seberang telepon.

__ADS_1


'' Papa, tidak bisa menghancurkan kebahagiannya, sudah cukup dulu Papa, membuat dia menderita, Yo.'' Kata Abdi.


'' Ingat, Lah. Dia itu hanya anak pembawa sialll, yang paling Papa benci dulu. Karena kehadirannya.'' Tegas Abdi.


'' Dan ingatlah dengan misi kita,kali ini kita tidak boleh gagal. Kita harus bisa mengambil ahli harta Arga Wijaya, Pa. Ayo dong Pa, Papa jangan berhati hello Kitty. Kalau Papa seperti ini, Papa tidak bakal bisa maju.'' Kesal seseorang itu.


'' Dan ingatlah. Dulu papa dan Arga sama-sama ingin memenangkan tender proyek yang sangat besar keuntungan nya. Tetapi malah Arga yang mendapatkan itu. Papa ingat dengan dendam papa.'' Tekan seseorang.


'' Baiklah.'' Ucap Abdi pasrah.


klik'


'' Haahh. Kenapa Harus anakku yang menjadi korbannya, Aku bingung harus memihak dimana. Apakah Aku harus memilih... Ahhh, ini semua bikin kepala ku sakit. '' Marah Abdi.


'' Maaf nak. Papa terpaksa harus di pihak Kakakmu, karena papa ingin menghancurkan suamimu.'' Gumam Abdi.


Di sebuah resort, terdapat Andini dan Arga yang sedang menyantap makan malamnya.


'' Mas!'' Panggil Andin.


'' Hmm, Ada apa? '' Tanya Arga.


'' Mas, aku rasa pak Abdi itu, papaku yang sudah lama hilang tanpa kabar.'' Kata Andin.


'' Karena wajah mereka yang begitu mirip, tetapi nama mereka yang berbeda. Nama Papaku Dandi, sedangkan dia, Abdi.'' Ucap Andin.


'' Mungkin hanya kebetulan saja Andin. Tidak mungkin dia papamu, kalau dia Papamu pasti dia akan memelukmu saat bertemu tadi?'' Ujar Arga.


'' Yaa, dia mana ingat dengan wajahku mas, secara aku kecil dulu kucel dan dekil, sekarang aku sudah glow up. Dia mana tanda mas.'' Kata Andini percaya diri.


'' Hahah, sanggup-sanggupnya, kamu bercanda Andin. Sudahlah ayo habiskan makanan mu, setelah ini kita akan kerumahmu. Untuk menjemput adikmu, Adikmu sudah kamu beritahu kan?'' Tanya Arga memastikan.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2