Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
Kelahiran Arga junior


__ADS_3

Jam tiga subuh Arga dan Andini telah sampai di rumah sakit. Arga bergegas langsung menggendong tubuh Andini untuk di bawa ke dalam rumah sakit untuk di tindak lanjuti.


Andini langsung di bawa ke ruang IGD untuk di tangani. Di sana Arga langsung di sambut oleh dokter dan perawat yang bertugas di bagian IGD.


" Dokter, istri saya mau melahirkan. Tolong cepat tangani istri saya dok." Kata Arga panik, sementara Andini sudah meringis menahan kesakitan.


"Iya pak, kami akan menangani istri anda. Anda tenang lah dulu." Kata dokter Hani selaku dokter kandungan Andini.


" Sus, tolong siapkan peralatan untuk lahiran mbak Andini." Suster itu hanya mengangguk.


" Baik dok." Suster langsung menyiapkan infus dan perlengkapan lainnya.


" Sudah dok. Semuanya sudah siap." Kata suster.


" Baik. Mbak Andini, mari baring dulu. Kita akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu." Ucap dokter Hani.


Andini langsung berbaring di atas brankar dan dengan sigap dokter Hani memberikan perawatan pertama. Suster mulai memasang infus pada Andini dan di susul dokter Hani yang sedang memeriksa denyut nadi serta perut yang dari tadi mengalami kram.


Setelah selesai melakukan pemeriksaan di bagian atas, dokter mulai melihat ke bagian bawah Andini.


Tampak kalau pembukaan Andini belum full sepenuhnya dan harus menunggu beberapa saat untuk pembukaan selanjutnya.


" Hmm, pembukaan mbak Andini belum memasuki pembukaan akhir, jadi mbak masih ada waktu untuk berjalan-jalan dan melakukan beberapa gerakan yang sudah saya berikan." Kata dokter Hani.


" Jadi ini belum bisa melahirkan dok?" Tanya Arga.


Dokter menggeleng. " Belum bisa pak, karena pembukaan nya belum lengkap. Kalau begitu setengah jam lagi saya akan menge-cek kondisi mbak Andini." Dokter dan perawat langsung pergi meninggalkan ruangan Andini.


" Huuuu. Rasanya nikmat banget mas." Andini terus mengatur nafasnya saat berjalan selangkah demi selangkah untuk mempercepat proses persalinannya.


Arga dengan sigap mengikuti Andini dari belakang sambil memegang tiang infus Andini. Sesekali Andini berjongkok akibat rasa sakit yang tiba-tiba datang, Arga mengelus perut Andini dengan lembut.


"Masih sakit?" Tanya Arga khawatir.


" Sedikit mas." Jawab Andini.


" Arga, Andin. Mama sama papa harus pulang, karena mama harus menyiapkan keperluan untuk anak kalian. Mama tadi lupa untuk membawa popok dan minyak telon." Kata Winda.


" Yaudah ma." Kata Arga.


Winda dan Wijaya langsung berjalan tergesa-gesa menuju lobby rumah sakit. Mereka tidak mau melewatkan waktu persalinan cucu pertama mereka.


Beberapa menit kemudian. Di tempat Andini. Andini sudah meringis-ringis gak karuan, rasa sakit kini semakin menyeruak ke seluruh perutnya.


" Mas, sakit mas." Ringis Andini.


" Sabar ya! Aku akan panggilkan dokter, ayo kamu duduk dulu." Arga menggendong Andini untuk di dudukan di atas brankar.

__ADS_1


Segera Arga keluar untuk manggil dokter. " Dok, Istri saya sudah tidak tahan lagi dok." Panik Arga.


Dokter dan suster langsung masuk ke dalam ruangan Andini. Dokter Hani kembali lagi melakukan pemeriksaan pada bagian bawah Andini.


Dokter Hani di buat terkejut melihat pembukaan Andini yang begitu cepat. " Ini sudah pembukaan sembilan. Bagus, ini sangat, sekali pembukaan sudah bisa melahirkan." Kata dokter Hani tersenyum.


" Awwww sakit mas. Uhh huuu" Teriak Andini.


Arga di buat kaget saat mendengar teriakkan Andini, Arga begitu panik. Sementara dokter kembali melihat bagian bawah Andini.


" Mbak sedikit lagi pembukaan terakhir. Ayo mbak coba tubuhnya ke samping biar pembukaan nya sempurna." Kata dokter Hani.


Arga membantu Andini untuk tidur menyamping. Dengan sesekali Arga mengelus perut buncit Andini.


" Masih sakit?" Tanya Arga lembut.


" He'em." Jawab Andini.


" Sabar ya! Aku yakin kamu pasti kuat." Kata Arga menyemangati Andini dan sesekali mencium punggung tangan Andini.


Andini terus mengontrol nafasnya. Dia menarik nafas panjang lalu membuangnya.


" Huftt, sakit mas. Sahh."


" Gimana kalau operasi caesar aja? Biar kamu gak sakit karena di bius." Arga tidak tega melihat wajah lemas Andini.


" Tidak mas. Aku mau melahirkan secara normal."


Gak lama dokter Hani kembali melihat bagian bawah Andini dan ternyata dirinya sudah pembukaan terakhir.


'' Bagus, ini sudah pembukaan sepenuhnya. Sekarang bersiap-siap lah mbak Andin'' Kata dokter Hani.Dia sudah bersiap-siap untuk memberikan instruksi kepada Andini.


" Mas Arga mau menemani mbak Andini atau mau menunggu di luar?" Tanya dokter Hani.


" Saya akan menemani istri saya dok."


" Bagus, kalau begitu yang lain bisa keluar." Kata dokter Hani.


Winda, Wijaya maupun Tara luar dari ruangan itu. Winda tidak jadi pulang karena mendengar suara teriakan Andini dan dia memutuskan untuk menyuruh bi Nem saja untuk membawakan popok dan perlengkapan yang lainnya yang tertinggal di sofa ruang tamu. Dan Tara yang dengan setianya menemani mbaknya.


" Kamu gak sekolah nak?" Tanya Winda, Tara langsung menggeleng.


" Enggak deh ma, aku mau nemenin mbak Andin." Kata Tara.


" Yaudah kalau begitu kamu izin dulu sama guru kamu." Ucap Winda. Tara hanya mengangguk, dia langsung membuka ponselnya dan mengirim pesan kepada wali kelasnya.


Di dalam ruangan Andini. Dokter Hani kembali melihat ke bagian bawah Andini yang ternyata sudah basah karena ketubannya sudah pecah.

__ADS_1


Andini kembali meringis kali ini ringisan nya lebih kencang dari sebelumnya. Ringisan Andini membuat Arga panik bercampur khawatir, Arga terus berkata pada dokter Hani.


" Dok istri saya dok." Panik Arga.


" Tenang pak, ini sudah biasa terjadi pada ibu-ibu hamil pak."


Andini mengejan dengan sekuat tenaganya, tapi dokter menghentikan aksi Andini.


" Jangan gegabah mbak, nanti mbak cepat lelah. Tunggu aba-aba dari saya ya mbak." Dokter dan beberapa suster sudah bersiap-siap untuk membantu Andini melahirkan.


" Oke. Sekarang atur nafas mbak dalam-dalam lalu buang sambil mengejan." Kata dokter Hani memberi aba-aba pada Andini.


" Satu, dua tiga, dorong mbak."


" Aaaaa."


" Sekali lagi mbak kepala bayinya sudah kelihatan." Dokter Hani memberi semangat untuk Andini.


Dengan sekuat tenaga Andini mengumpulkan nafasnya dan Arga menggenggam erat tangan Andini dengan wajah yang di penuhi keringat Andini kembali mengejan.


" Aaaaa."


" Oek... Oek... Oek.."


" Alhamdulillah bayinya selamat. Selamat mas Arga, anda sudah menjadi seorang ayah." Dokter Hani memberikan selamat kepada Arga.


" Alhamdulillah. Emm kalau boleh tau jenis kelaminnya apa ya dok?" Tanya Arga.


" Batang mas." Jawab dokter Hani.


" Ini belum selesai mbak, kita harus mengeluarkan dan membersihkan sisa-sisa darah di dalam perut mbak."


Bayi Andini langsung di bersihkan oleh suster. Bayi itu begitu tampan dengan hidung mancungnya yang berada di tengah kedua mata indah bayi nya.


Suara tangisan sang bayi sampai keluar dan kedengaran oleh mereka bertiga yang sedang menunggu di luar ruangan.


Secara bersamaan mereka mengucapkan rasa syukur atas kelahirannya anggota baru mereka.


" Alhamdulillah." Kata mereka bersamaan.


Bersambung......


Jangan lupa like dan hadiahnya ya gengss 🤗


Akhirnya Arga junior keluar juga, huft akhirnya bisa buat Andini melahirkan dengan normal 😊


__ADS_1


Jangan lupa mampir ya gaess 😉


habis baca tinggalkan jejak, kalau tidak baca jangan pernah tinggalkan jejak!


__ADS_2