Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
bab 18


__ADS_3

Setelah selesai dengan urusan kantor, akhirnya Arga memutuskan untuk merebahkan tubuhnya, lalu dia berselancar di ponselnya. Ternyata Arga sedang mengirim pesan kepada Revan. Untuk Minggu depan dia dipindah tugaskan menjadi asisten papa nya Arga.


' persiapkan dirimu, mulai Minggu depan kamu, akan saya pindah tugaskan ke Pak Wijaya. gak ada penolakan, saya sudah konsultasi sama pak Wijaya, bahwa dia menginginkan mu untuk menjadi sekretaris penggantinya.' Begitu lah isi pesan Arga.


Arga langsung menonaktifkan daya ponselnya, agar tidak di ganggu dengan Revan.


Saat hendak tidur, pikiran Arga tertuju pada Revan. Biar gimanapun Revan sudah dianggap sebagai saudaranya sendiri, Revan sudah lama mengabdi dengan Arga dan sekarang dia harus kehilangan Revan.


Ada perasaan tidak rela, saat Revan di ambil ahli oleh papanya. Arga memutuskan untuk menelepon papanya untuk menanyakan perihal Revan.


'' Halo pa.''Sapa Arga.


" Ada, apa Arga?'' Sahut Wijaya.


'' Papa serius, ingin Revan jadi Sekretaris papa?'' Tanya Arga serius.


'' Iya, Arga. Hanya sementara, sampai papa menemukan pengganti yang baru, baru papa kembalikan Revan kepadamu.'' Ujar sang papa.


'' Ck. Papa hanya mementingkan diri sendiri, bagaimana dengan nasib aku pa? Kalau papa ambil Revan, terus aku bagaimana?' Kesal Arga.


'' Kamu kan bisa cari yang baru. Lagian hanya sementara doang.'' Balas Wijaya.

__ADS_1


Arga langsung memutuskan telepon secara sepihak.


Saat sedang kesal, Arga tak sengaja mendengar suara Defi. Karena kamar Andin yang letaknya di bawah, yang otomatis kalo ada yang bicara di luar pasti kedengara.


Arga bersiap-siap untuk pindah kamar, ia tak ingin istrinya curiga. Biar gimanapun kebohongan Defi belum jelas. Jika Defi main cantik maka Arga juga akan main rapi.


saat Defi memasuki kamar, dia sudah mendapati Arga sedang berbaring.


'' Mas, Kamu sakit?'' Tanya Defi.


'' Eh, kamu udah pulang?'' Tanya Arga pura-pura tidak tau atas kepulangan Defi.


'' Iya, mas. Baru aja sampe, yaudah aku ingin mandi dulu ya mas.'' Pamit Defi


Seminggu sudah berlalu, Arga sudah merasa badannya sehat, saat tiga hari lalu. Sekarang dia memutuskan akan pergi kekantor, dia harus bersiap-siap untuk bekerja ekstra, karena tak ada Revan disisi nya yang akan membantunya.


'' Andin, tolong buatkan saya kopi pahit.'' Perintah Arga.


'' Baik, tuan. '' Balas Andini, ya. Mereka harus bermain kucing-kucingan seperti ini, jika ada Defi dan tidak ada maka status mereka juga akan diganti-ganti.


Andin menyuguhkan kopi pahit pesanan Arga. '' Andin duduklah, kita sarapan barenga'' ajak Arga.

__ADS_1


Andin lalu duduk tepat di hadapan Arga yang sedang menatapnya. '' Kamu mau jadi sekretaris pribadi Saya?'' tanya Arga to the point.


'' Hah?'' Andin mengernyit heran.


'' Kamu bilang apa, mas. Kamu ingin mempekerjakan Andin? Emang Andin bisa?'' Tanya Defi yang ikut nimbrung.


'' Lagian, sekretaris kamu yang lama mana, kalo Andin yang gantiin terus yang beres-beres rumah siapa?'' Tambahnya lagi, nampaknya Defi tidak menyetujui ajakan suaminya untuk menjadikan Andin sebagai Sekretaris pribadi nya.


'' Tak ada pilihan lain, kalau kamu mau. Kamu harus tinggal di rumah yang berbeda Andin, karena kamu bukan ART di rumah ini lagi."' Tegas Arga, Arga sengaja ingin mempekerjakan Andini, supaya iya banyak menghabiskan waktunya bersama Andini.


Karena Arga tau jika Defi sudah di rumah, maka Defi akan selalu bersama dirinya, itu yang membuat Arga tidak bisa menghabiskan waktunya bersama Andini.


'' Iya, Tuan saya mau.'' Jawab Andin, dia melihat sekilas suaminya, yang sepertinya memberi kode mata, untuk dia bisa menerima tawaran ini.


'' Loh, emang kamu bisa, Ndin. Kamu kan hanya ART?'' Tanya Defi heran.


'' Alhamdulillah, insyaAllah bisa nyonya, saya dulu pernah kuliah ngambil jurusan, Akademik Sekretaris.'' Jawab Andin.


'' Hah, terus kenapa kamu mau jadi ART di rumah saya?'' Tanya Defi terkejut bukan kepalang.


'' Karena, saya sedang menunggu beberapa panggilan pekerjaan, sambil menunggu saya memutuskan untuk menjadi ART saja.'' Balas Andin.

__ADS_1


Defi masih dalam mode tak percaya, jika ARTnya seorang sarjana, sungguh aneh.


bersambung...


__ADS_2