Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
Maling buah?


__ADS_3

Arga Andini sudah berjalan santai keliling taman komplek perumahan mereka, suasana pagi ini begitu sejuk dan bisa membikin kita nyaman dengan pandangan yang di suguhkan oleh taman itu.


'' Sejuk juga ya mas cuacanya?'' Tanya Andini.


'' Iya.'' Jawab Arga.


Hampir tiga puluh menit mereka berjalan-jalan santai di area taman itu, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali pulang.


Saat perjalanan pulang, Andini tidak sengaja melihat warung sarapan pagi yang menjual segala macam makanan.


Andini tetiba kepingin makan lupis, sudah lama juga dia tidak makan itu. Karena sudah tidak tahan menahan selera, terpaksa dia menghentikan langkah Arga untuk memintanya di belikan lupis.


'' Mas.'' Panggil Andini.


'' Hmm. Ada apa Ndin?'' Tanya Arga dia sudah berhenti berjalan.


'' Mau itu.'' Cicit Andini sambil jarinya menunjuk warung sarapan pagi itu.


'' Itu.'' Arga menunjuk dengan bibirnya.


'' Mau lupis mas. Udah lama gak makan lupis, hehehe.'' Kata Andini cengengesan.


'' Hmm. Ayo kita kesana, udah lama juga aku gak makan lupis.'' Kata Arga. Dia langsung menggandeng tangan Andini untuk mendekat ke arah warung sarapan pagi itu.


Mereka langsung duduk di bangku yang kosong dan segera memesan lupis dua porsi dengan campuran cenil di dalamnya.


'' Hlrulrft. Pasti enak banget itu lupisnya. Sudah lama gak makan lupis.'' Rasanya Andini sudah terlebih dulu kuat air liurnya saat menunggu lupis itu datang.

__ADS_1


'' Suka banget sama makanan itu?'' Tanya Arga.


'' Iya mas, makanan kesukaan aku sama Tara waktu kecil.'' Jawab Andini antusias.


'' Kalau begitu bungkus satu untuk Tara.'' Arga kembali mendatangi sang penjual untuk menambah satu porsi lagi yang dibungkus untuk dibawa pulang.


'' Ini pak lupisnya.'' Kata ibu penjual sarapan pagi itu, ia menjajahkan dua piring lupis dan satu bungkus untuk Tara.


Mereka mulai memakan lupis itu hingga habis, selesai makan Arga langsung membayarnya.


'' Berapa bu?'' Tanya Arga sambil membuka dompetnya untuk mengeluarkan uang yang diperlukan saja.


'' Tiga puluh ribu aja pak.'' Jawab ibu penjual sarapan.


Arga langsung mengeluarkan uang merah yang nol-nya berjumlah lima dan angka satu di di depan lima nol itu.


''' Ini buat ibu kembaliannya.'' Arga langsung pergi meninggalkan ibu itu dan menghampiri Andini yang sudah menunggunya di depan warung itu.


'' Sudah mas?''


Arga mengangguk.'' Sudah, ayo kita pulang.''


Mereka langsung berjalan menuju rumah. Saat di perjalanan Andini tak sengaja melihat sebuah pohon rindang dengan buah yang sangat lebat memenuhi pohon itu.


Air liurnya kembali ingin menetes saat membayangkan betapa enaknya buah mangga ini di buat rujak. Dia berhenti menatap pohon mangga itu.


'' Ndin.'' Panggil Arga, tetapi tidak ada jawaban. Karena merasa ucapannya tidak di respon oleh Andini, Arga memutuskan untuk menoleh ke belakang yang ternyata Andini tidak ada di belakang, melainkan dua meter berjarak dengan dirinya.

__ADS_1


Arga langsung menghampiri Andini yang masih saja menatap pohon mangga itu.


Sampai sebuah tepukan di pundaknya, mampu membuat dirinya tersadar dari pandangan nya kepada buah mangga itu.


'' Ngapain kamu Ndin?'' Tanya Arga.


'' Mas. Aku mau makan buah mangga.'' Ucap Andini.


'' Oke. Nanti kita beli saat sudah sampai rumah.'' Jawab Arga yang sudah menggenggam tangan Andini untuk ikut pulang dengannya.


'' Aku mau yang langsung dari pohonnya mas. Itu lebih fresh dan segar.'' Ujar Andini.


'' Tapi Ndin, kita tidak punya pohon mangga.''


'' Itu.'' Tunjuk Andin ke arah pohon mangga yang berdiri tegak di hadapan mereka.


'' Maksudnya? Kamu mau buah mangga ini?'' Andini hanya mengangguk.


'' Iya mas.'' Jawab Andini.


'' Yaudah, aku akan minta izin dulu sama yang punya pohon untuk minta buah mangga-nya.'' Saat Arga hendak menghampiri pintu pemilik buah mangga itu, tangan Arga sudah lebih dulu di tahan oleh Andini.


'' Kita diam-diam aja mas, gak usah bilang sama pemiliknya.'' Kata Andini berbisik.


'' Apa? Maksud kamu kita maling?'' Andini menggeleng.


'' Bukan maling mas, tapi ngambil diem-diem.''

__ADS_1


'' Sama aja.'' Kesal Arga.


bersambung.....


__ADS_2