
Pagi pun tiba, Andin langsung beranjak dari tempat tidur nya untuk menuju dapur. Saat Andin hendak membuka knop pintu, suara Arga langsung mengurungkan niatnya.
'' Andin, kamu mau kemana?'' Tanya Arga dengan suara seraknya.
''Mau bikin sarapan mas, Kamu mau dimasakin apa?'' Tanya Andin.
''Kamu disini aja, biar Revan yang bawa sarapan kemari.'' Ujar Arga.
'' Kamu, gak ngantor mas?'' Tanya Andini heran.
''Sepertinya tidak, soalnya aku sedang tidak enak badan.'' Pungkas Arga.
Andini langsung panik, dia langsung menghampiri Arga dan meletakkan punggung tangannya ke kening Arga. Andin tersentak dengan suhu panas Arga.
''Kamu demam mas, mau di bawa ke rumah sakit?'' Tanya Andini Panik.
'' Tidak perlu, tolong ambilkan ponselku Ndin.'' Ucap Arga.
Lalu Andini memberikan ponsel Arga kepada peliknya. Arga langsung menghubungi nomor seseorang, lalu seseorang itu mengangkat telepon Arga.
...'Halo, pak bos. Ada apa?' Tanya Revan....
' Revan, tolong kamu bawa berkas-berkas yang perlu saya periksa hari ini. Saya tidak masuk kantor hari ini, karena sakit.'' Ucap Arga dengan sesekali berbatuk.
' iss, nyusahin aja sih bos.' Omel Revan.
Revan sangat pemberani ya? Bisa-bisanya dia ngomelin Bosnya sendiri, hadehh.
' Asisten, macam apa kamu ini Revan? Sudah bosen bekerja denganku?' Kesal Arga.
__ADS_1
' Yaudah lah, nanti saya bawa ke rumah pak bos. Senangnya kok ngancem aja.' Dumel Revan.
' Hey, saya denger kamu ngomong apa Revan.'' Geram Arga.
' Hehehe, canda pak bos. ' Terdengar Revan tertawa dari sebrang sana.
' Yaudah, saya otw ni, pak bos.' Tambahnya lagi
' Saya sekalian nitip bubur ayam dua bungkus'.' Kata Arga.
' Iss, males lah pak bos, lama. Harus singgah-singgah dulu.' Tolak Revan.
Arga yang sudah tau watak Revan dia langsung ngomong' Nanti, Saya kasih komisi buat kamu.' Balas Arga.
' Oke, di tunggu ya pak bos oke.' Jawab Revan antusias.
klik'
'' Huh, punya asisten kok matre banget.'' Omel Arga.
Andin langsung mengambil handuk kecil dan sebuah baskom berisi air hangat untuk mengompres kening Arga yang panas.
''Sini mas, biar aku kompres dulu, biar agak berkurang panasnya.'' Kata Andin yang langsung meletakkan handuk kecil itu di kening Arga.
Andin juga membawa sapu tangan untuk mengelap wajah Arga, agar lebih fresh.
Andin mulai mengelap wajah Arga dengan pelan-pelan dan telaten. Arga yang melihat itu sungguh terharu.
Dia waktu dulu saat sedang sakit, Defi tidak seperhatian ini, bahkan hanya nanya keadaan Arga saja pun tidak.
__ADS_1
Istrinya itu selalu sibuk dengan teman-teman sosialitanya dan kadang-kadang sampai tidak pulang, yang sering Arga tanya. Alasannya temanya yang memaksa untuk bermalam dirumah temannya.
' Apakah, perasaan ku dengan Defi sudah tergantikan oleh Andin?' Batin Arga.
'' Terimakasih. Kamu sudah mau merawatku, Andin.'' Ujar Arga.
'' Ini udah, menjadi kewajibanku sebagai Istri, mas.'' Balas Andin, yang langsung membawa baskom bekas ngelap wajah Arga ke dapur.
Saat Andin ingin kekamar, tiba-tiba saja pintu ada yang ngetuk.
Tok! tok! tok!
'' Pak bos, neng Andin, buka ngapa ni pintunya. Jangan dikamar mulu, saya capek ni dari tadi ngetuk pintu gak di buka-buka.'' Teriak Revan.
Andini langsung buru-buru membuka pintu dan benar saja, Revan sudah berdiri di depan pintu dengan beberapa barang di tangannya.
'' Lama amat sih neng, tinggal buka gini aja, capek tau Babang Revan berdiri dari tadi.'' Omel Revan.
'' Maaf .'' Ucap Andin tak enak hati.
Revan langsung nyelonong masuk begitu saja, Andin hanya geleng-geleng kepala di buatnya.
'' Udah dari tadi berdiri di depan pintu? Bohong bener tuh orang, kok bisa mas Arga milih kak Revan, jadi asistennya.'' Gumam Andini.
Lalu Andini menutup pintu dan langsung pergi ke kamar untuk mengecek kondisi Arga lagi.
bersambung......
jangan lupa like dan vote nya yaa😊
__ADS_1