Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
Meminta maaf


__ADS_3

Semua orang telah duduk di sofa ruang tengah. Lena masih setia dengan air matanya yang sedari tadi masih mengalir dari pelupuk matanya.


'' Ini tidak mungkin. Aku masih tidak menyangka.'' Kata Andini di sela-sela tangisannya.


Arga yang tau bahwa perasaan sang istri tengah hancur, gegas dirinya menghampiri sang istri dan mendekapnya dengan erat serta mengelus punggung istrinya dengan lembut dengan sesekali kecupan kecil yang di berikan Arga pada kening Andini.


'' Sekali lagi aku minta maaf Len. Aku rela di hukum apapun itu agar kamu bisa memaafkan aku.'' Abdi bertekuk lutut di hadapan Lena yang masih diam membisu.


'' Pergi......''' Hanya itu yang keluar dari mulut Lena.


'' Tapi... Aku hanya ingin......'''


'' Pergi dari hadapanku mas. Aku tidak mau melihat wajahmu!'' Lena berteriak sekencang-kencangnya hingga ampun membuat mereka yang ada di situ terlonjak kaget, Gaishan menangis sejadi-jadinya karena teriakan dadakan dari sang neneknya.


'' Gara-gara kamu, aku kehilangan anak-anak ku. Aku benci kepadamu mas, aku jijik melihat wajahmu.''

__ADS_1


'' Maaf....'' Lirih Abdi.


'' Delapan belas tahun aku terpisah dari anak-anakku, itu semua gara-gara kamu.''


'' Aku bahkan tidak ada di saat Tara membutuhkan ibu. Aku benar-benar ibu yang jahat, itu juga karena kamu. Coba saja, kamu tidak menerima perjodohan itu dan mengaku pada ibumu kalau kamu sudah beristri, mungkin ini tidak akan pernah terjadi mas Abdijaya.'' Geram Lena.


Andini langsung melepaskan pelukan Arga dan berhambur ke pelukan sang ibu agar Lina bisa sedikit tenang dan mengontrol emosi nya.


'' Sudah bu. Ini sudah terjadi.'' Kata Andini sambil mengelus punggung Lena.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sebulan telah berlalu. Andini sudah mulai membiasakan diri akan adanya ibu yang selama ini ia rindukan, ia begitu terkejut akibat pengakuan baru dari hubungannya dengan Lena.


Hari ini tepatnya hari Minggu Andini berniat untuk berkunjung ke rumah Lena dengan membawa rantang yang berisi makanan kesukaan Lena, dia mendapatkan kabar dari Dirga kalau Lena tidak mau makan. Jadi Andini berniat untuk memasakan Lena dan mengantarkan makanan itu dengan Gai dan juga Tara.

__ADS_1


'' Kami pergi dulu ya mas.'' Andini berpamitan pada sang suami. Arga hanya mengangguk.


'' Hati-hati.'' Peringat Arga yang di balas anggukan kepala dari kakak beradik ini.


Mobil yang di tumpangi Andini dan Tara telah pergi dari arena rumah Wijaya dan memasuki area jalan besar kota itu. Dengan bermodalkan sopir mereka berdua duduk di kursi belakang. Mereka berencana bagaimana pun caranya harus bisa membuat Lena seperti sediakala.


Mobil itu berpacu dengan tenang hingga beberapa saat kemudian mobil itu berhenti di depan gerbang yang tak jauh beda besarnya dengan gerbang rumah Wijaya itu.


Andini dan Tara masuk ke area rumah itu dan berniat memencet bel, tapi sebelum itu dilakukan tiba-tiba saja pria paruh baya keluar dari dalam dengan raut wajah panik.


Andini dan Tara langsung panik mendapati wajah panik Dirga.


'' Ada apa om?'' Tanya Andini cemas.


'' Ibu kalian, dia...dia... pingsan.''

__ADS_1


Andini dan Tara sangat terkejut dan langsung masuk ke dalam rumah itu dan langsung berjalan kearah kamar Lena dengan raut wajah yang sangat khawatir.


__ADS_2