
Andini dan Arga langsung merebahkan tubuh mereka di atas kasur yang sudah di sediakan oleh villa itu.
Siang ini mereka putuskan untuk tidak tidur lebih dulu, Arga tidak mau menyia-nyiakan waktu untuk tidur. Hanya mengandalkan waktu yang tak seberapa untuk menghabiskan kebersamaan dengan Andini.
'' Kita mau ngapain mas?'' Tanya Andini.
'' Kita makan terlebih dulu, sebelum makan kita harus mengganti pakaian kita dulu.'' Ujar Arga.
Andini hanya mengangguk, dia langsung membuka lemari yang sudah berisi beberapa potong baju yang ia masukan dalam koper.
Andini langsung mengambil dua stel pakaian yang di ambil dari koper mereka, Andini langsung memberikan pakaian milik Arga pada dirinya.
'' Nih mas bajunya.'' Andini langsung berjalan menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya, tapi Arga langsung mencegahnya dengan menarik lengan Andini.
'' Ada apa mas?'' Tanya Andini.
'' Ikut dong.'' Rengek Arga.
'' Ikut kemana mas?'' Tanya Andini bingung.
Dengan santai Arga menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Andini. '' Ikut ganti bajunya lah sayang.'' Kata Arga manja dengan mengedipkan sebelah matanya.
Andini langsung merinding dengan tatapan Arga pada dirinya, dirinya benar-benar tak habis pikir sama ke messsuman suaminya ini. '' Belum ada satu jam kita nyampe mas, please nanti malam aja mas.'' Keluh Andini.
'' Why? Aku tidak bilang kalau mau nina-ninu dengan kamu sayang, aku hanya bilang ingin ikut ganti baju biar cepat.'' Arga sengaja ingin membikin Andini malu dengan memutar balikkan fakta yang tentang pikiran-nya.
Pipi Andini menghangat akibat salah menebak maksud Arga. '' Yaudah.'' Ketus Andini.
Arga dan Andini langsung masuk ke dalam kamar mandi. Arga langsung membuka seluruh pakaian yang ia kenakan begitu juga Andini.
Dengan diam-diam Arga menghidupkan shower yang berada tepat di atas kepala Andini. Saat menyadari air itu mengenai kepalanya Andini langsung mendongak dan seketika wajahnya basah karena derasnya air shower yang mengalir.
Andini langsung menatap tajam ke arah Arga. '' Mass.. Basah kan baju gantiku.'' Kesal Andini.
__ADS_1
Arga hanya tersenyum. '' Aku mau mandi kayanya deh. Badanku sudah gerah.'' Arga langsung memeluk tubuh Andini yang sedang berada di bawah shower itu, tubuhnya juga ikutan basah karena air shower yang turun dengan derasnya.
'' Mas...'' Kesal Andini, rasanya tanduknya ingin keluar juga saat itu.
'' Apa sayang.'' Arga mulai menikmati pelukan itu, tangan Arga sudah tidak di tempat. Tangan yang awalnya berada di perut, kini sudah bertualang kemana yang ia mau.
Lagi-lagi Andini hanya pasrah, dirinya begitu terbuai akan sentuhan manis yang membuat dirinya terbang ke awang-awang.
Arga mulai merremas gemas puttting Andini dan menghosssspnya seperti sang anak lakukan saat sedang menyusu. '' Ahh, mas....'' Lenguhan Andini mampu memarakkan gairah Arga.
Puas bermain di area gunung. Arga beralih ke bibir yang merah muda itu. Arga mulai mengecuppnya yang berangsur menjadi *******-******* kecil serta gigitan kecil yang di ciptakan oleh Arga.
'' Ahh.... mass.... enak......'' Desah Andini manja, saat tangan nakal Arga mampu menjelajah ke dalam goa lembab Andini.
'' Aku tidak akan memasukkannya. Aku mau nanti malam. Sekarang kamu lakukan apa yang kamu lakukan kemarin malam pada adik kecilku.''
Andini hanya menurut. Dirinya langsung bermain manja dengan adik kecil Arga persis seperti kemarin malam yang ia lakukan pada adik kecil Arga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hampir dua puluh menit mereka di dalam kamar mandi, akhirnya mereka keluar dengan menggunakan kimono.
Andini langsung membuka lemari untuk mengambil pakaiannya dan suaminya. Lalu dia menyerahkan pada Arga yang sedang duduk santai di atas kasur.
' Nih bajunya mas.''
'' Ayo di pakai mas, aku sudah sangat lapar.'' Kata Andini sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Arga hanya menurut, saat sedang berpakaian, tiba-tiba saja ponsel Andini berbunyi. Ponsel itu tepat berada di samping Arga, segera diraihnya ponsel itu dan membaca nama sang penelepon.
'' Siapa mas?'' Tanya Andini saat sudah mendekati Arga.
'' Mama.'' Jawab Arga, Arga langsung menerima panggilan video tersebut.
__ADS_1
Saat dirinya menerima panggilan video itu, hal pertama yang dia lihat adalah sang anak yang sedang tiduran dengan tangannya memegang mainan.
'' Halo nak!'' Sapa Arga. Andini langsung merampas ponsel dari Arga begitu saja.
'' Hey. Lagi ngapain nak?'' Tanya Andini dengan senyum manisnya.
'' Kalian sudah sampai Ndin?'' Tanya Winda dan ponsel itu beralih menjadi wajah Winda.
'' Alhamdulillah baru setengah jam yang lalu nyampe nya ma.'' Jawab Andini.
'' Mama lagi ngapain?'' Tanya Andini.
'' Lagi nungguin Gai main. Oh iya nanti sore mama izin bawa Gai ke mall ya? Soalnya di rumah gak ada orang.'' Kata Winda yang kameranya langsung ia tuju pada wajah sang cucu.
'' Mama sendiri nanti ke mall-nya?'' Tanya Andini.
'' Sama Mita.'' Jawab Winda.
'' Oh yaudah ma.'' Ucap Andini memberi izin.
'' Yaudah kalau begitu mama tutup dulu ya video call nya, kata Gai dia gak mau ganggu Mimi dan pipinya yang lagi bulan madu, hehehehe.'' Kata Winda sambil terkikik. Dirinya langsung mematikan video call itu.
'' Anak pintar, masih kecil udah tau isi hati orang tua.'' Bukan Andini yang membalas, tetapi Arga. Arga langsung mendapatkan cubitan maut dari Andini.
'' Aww... awww.... Serem amat sih yayang Andin kalau marah, kiw-kiw.'' Bukannya marah, Arga malah menggoda Andini.
Andini langsung memeluk tubuh arga dan memukul dada Arga dengan pelan. '' Gak ada romantis- romantisnya jadi lakik.'' Dumel Andini yang masih di dengar oleh Arga.
Arga langsung membalas pelukan Andini dengan sesekali mengelus-elus punggung Andini.
Bersambung.....
Jangan lupa like dan hadiahnya ya gaes 😊💋💜💋
__ADS_1