Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
Mencabut gugatan?


__ADS_3

Seminggu setelah acara tujuh bulanan yang di adakan oleh Winda. Sekarang Andini dan Arga sudah masuk kantor seperti biasa, awal nya Arga melarang Andini untuk bekerja lagi akan tetapi Andini tidak mau mendengarkan. Dia masih kekeh untuk ikut bekerja.


Untuk ini Revan sudah kembali padanya, karena Wijaya sudah menemukan pengganti sekertaris yang baru.


Jadi Arga memutuskan bahwa hari ini hari terakhir Andini bekerja. Dia tidak mau membuat Andini kecapean apalagi dengan perutnya yang besar begitu.


'' Mas. Boleh ya aku ke kantor saat aku tidak bekerja lagi di kantor?'' Tanya Andini dengan nada memohon.


'' Boleh. Kamu bisa membawa makan siang untukku.'' Jawab Arga, dia sudah bersiap-siap untuk ke kantor.


'' Sudah siap?'' Tanya Arga.


Andini mengangguk.'' Sudah. Ayo kita berangkat nanti keburu kesiangan.'' Kata Andini yang sudah menyambar tas selempang-nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Arga dan Andini memasuki kantor dengan bergandengan tangan dengan mesra. Para karyawan menunduk hormat ketika Arga melewati para karyawannya.


Arga dan Andini langsung masuk kedalam ruangannya dan Andini ikut kemanapun Arga pergi. Arga tidak ingin memberi Andini pekerjaan, jadi dia putuskan untuk ikut dengannya kemampuan dia berada.


'' Sini duduk.'' Arga menepuk-nepuk pahanya.


Andini menggeleng cepat, dia tidak mau duduk di atas paha itu. Dia tau, pasti berat badannya sudah tidak seperti dulu. '' Gak mau mas, berat.'' Kata Andini berbisik.


'' Hahaha. Ayolah Andini kamu itu tidak gendut cuma gemuk aja. Jangan minder gitu, kamu itu kalau gemuk semakin seksi.'' Ledek Arga. Andini hanya merengut saat di ledek Arga.


'' Mas.'' Rengek Andini. Dia langsung menghampiri Arga dan langsung duduk di pahanya. Karena Arga tidak tau jika Andini duduk dengan mendadak, sampai-sampai tubuhnya bergetar.


'' Hup. Agak mantap ya, Ndin. Hehehehe.'' Arga cengengesan gak jelas.


'' Ck.''


'' Apa yang akan kita kerjakan mas?'' Tanya Andini yang sedang bermain di kancing kemeja biru langit milik Arga.


'' Hmm, tidak ada.'' Jawab Arga.


'' Terus? Ngapain kita disini? Kalau tidak ada yang di kerjain mas?'' Andini mulai melihat meja kerja Arga, selembar kertas pun tidak ada di mejanya.


'' Tapi ini keinginan kamu. Kamu mau ke kantor kan?'' Tanya Arga, Andini mengangguk.

__ADS_1


'' Ya udah ini kan kita lagi di kantor. Kita gak usah ngapa-ngapain, aku sedang badmood.'' Ujar Arga.


'' Bukan begitu juga konsepnya mas. Aku mau ke kantor untuk bekerja, bukan santai-santai. Kalau hanya santai-santai di rumah juga bisa.'' Kesal Andini.


'' Iya juga ya.''


'' Ishh.'' Andini langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menuju sofa.


'' Marah?'' Tanya Arga.


'' Gak tau.'' Balas Andini ketus.


'' Aku mau ke kantor polisi untuk mencabut gugatan laporan ayah kamu.'' Arga sengaja membahas tentang laporan pencabutan gugatan Abdi, karena dari awal Andini menjenguk Abdi dan melihat kondisi Abdi, hatinya tak tega. Dia langsung berbicara dengan Arga, untuk Arga mau mencabut gugatan itu, walau Arga sempat menolak, karena takut Abdi akan berbuat jahat lagi. Tapi karena Andini yang terus-menerus memaksa, akhirnya Arga memutuskan untuk mencabut gugatan itu.


'' Serius mas?'' Andini bertanya dengan mata yang berbinar-binar.


'' He'em. Ayo kita berangkat.'' Ajak Arga.


Arga dan Andini langsung keluar dari ruangan nya dan langsung menuju lobby kantor dan pergi dari situ menuju rumah baru Abdi.


Sebelum melanjutkan perjalanan ke kantor polisi. Arga berbelok ke sebuah supermarkett untuk membeli cemilan untuk Andini, Akhir-akhir ini Andini selalu saja mengemil. Jadi Arga putuskan untuk membelinya di supermarket.


'' Banyak banget belinya mas?''


'' Iya, biar lama abisnya.'' Jawab Arga


Andini mulai membuka satu snack cokelat yang di beli Arga tadi. Andini langsung memasukkan snack itu ke dalam mulutnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Akhirnya mobil mereka sudah masuk ke dalam halaman kantor polisi itu dan sepanjang perjalanan Andini sudah menghabiskan sepuluh bungkus snack yang di beli Arga tadi, dirinya tidak berhenti-henti untuk tidak mengunyah cemilan nya itu.


'' Sudah sampai. Ayo turun.'' Ajak Arga yang sudah membuka pintu samping kemudi yang di duduki oleh Andini.


'' Eh, udah nyampe mas?'' Arga hanya mengangguk, karena terlalu asyik memakan cemilannya, hingga tak sadar kalau dirinya sudah nyampe di kantor polisi.


Lalu Andini turun dari mobil dan berjalan beriringan dengan Arga. Mereka masuk kedalam kantor polisi itu dan langsung di sambut ramah oleh para penjaga dan petugas yang bekerja di situ.


Lima belas menit. Hanya lima belas menit, mereka di beri waktu untuk berbicara dengan Abdi.

__ADS_1


Saat Abdi keluar, Andini langsung memeluk Abdi dengan erat. '' Kangen.'' Kita Andini. Abdi hanya tersenyum.


'' Tara mana nak?'' Tanya Abdi, karena dirinya tidak melihat Tara di antara anak dan menantunya itu.


'' Di rumah yah. Dia Andini suruh untuk belajar, karena sebentar lagi dia akan ujian nasional.'' Jawab Andini. Abdi hanya mengangguk-angguk aja.


Lalu mereka duduk di meja yang sudah dikhususkan untuk tahanan dan tamu pengunjung. Andini langsung berbicara yang sedari tadi dia tahan.


'' Jadi begini yah. Kedatangan kami kemari ingin mencabut gugatan laporan penangkapan ayah.'' Kata Andini, mata Abdi langsung melebar.


'' Buat apa?'' Tanya Abdi.


'' Andini tidak tega melihat ayah di dalam penjara. Dia terus menerus menangis meminta agar ayah keluar dari dalam penjara.'' Bukan Arga yang membalas pertanyaan Abdi, tetapi Arga yang dengan cepat memotong ucapan Andini.


'' Gak usah kasihani ayah. Ayah dulu berbuat jahat kepada kalian tidak pernah kasihan dengan kalian. Anggap saja ini semua hukuman yang sudah ayah perbuat kepada kalian.'' Abdi mulai meneteskan air matanya.


'' Tapi yah..'' Andini memasang wajah sendu.


'' Sudahlah, tidak usah memikirkan kondisi ayah. Ayah tidak apa-apa di sini, cukup kalian datang dan menjenguk ayah, ayah sudah bahagia.'' Ujar Abdi.


'' Pikirkan lah kehamilan kamu nak. Ayah mau ketika ayah keluar dari penjara nanti, cucu ayah menjadi cucu kebanggaan di hati ayah dan tentunya sangat menawan dan tampan bukan? Apalagi bibitnya tampan dan cantik begini, sudah pasti anak-anak nya akan cantik dan tampan seperti orang tuanya.'' Andini langsung memeluk tubuh Abdi dan menangis tersedu-sedu.


Abdi langsung melepaskan pelukannya dari Andini dan menegakkan tubuh Andini untuk menatapnya.


'' Hey nak. Pesan ayah cuma satu! Hidup lah dengan rukun bersama keluarga dan adik kakakmu. Hanya itu yang ayah mau untuk saat ini, jangan pernah kalian terjerumus ke dalam iri dan dengki seperti ayah ini.''


'' Dan untuk kamu Ndin. Jangan pernah dendam dengan kakakmu ya nak? Hidup lah dengan rukun dengan Tara dan Rio. Ayah mau kalian menjadi kakak-beradik yang kompak.''


'' Jenguk lah abangmu. Dia pasti luluh dengan kamu nak, jangan hiraukan ayah, ayah senang berada di sini. Ayah merasa dosa-dosa ayah berkurang kalau ayah berada di sini.'' Andini hanya manggut-manggut.


'' Iya yah. Kalau begitu kami pamit pulang dulu ya, yah.'' Andini dan Arga menyalim punggung tangan Abdi dan menciumnya.


'' Hati-hati di jalan.'' Pesan Abdi. Lalu polisi itu langsung membawa Abdi kedalam sel lagi, karena mengingat waktu kunjung yang sudah habis.


Bersambung......


Hay-hay gengss. Aku mau ngasih tau informasi penting ⚠️


Kalian kalau tidak ingin memberi rating, tolong jangan memberi bintang 1,2 atau 3, karena itu akan membuat popularitas novel othor jadi turun, mohon pengertiannya ya gengss 😥🤗💗

__ADS_1


__ADS_2