Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
bab 57


__ADS_3

Suara sirine ambulans sudah terdengar dari Indra pendengaran Andini, tak lama datang sebuah ambulans dan sebuah brankar yang akan membawa Arga ke rumah sakit.


'' Pak tolong cepat bawa suami saya ke rumah sakit, pak.'' Sedari tadi Andini menangis tersedu-sedu.


'' Mari bu, biar saya bantu.'' Kata salah satu warga. Dia merasa kasihan melihat Andini yang kesusahan berdiri dengan perut buncitnya itu.


'' Terimakasih kak.'' Ucap Andini.


Andini langsung masuk ke sama ambulans dan langsung pergi menuju rumah sakit terdekat.


'' Maafkan aku mas. Karena aku kamu jadi seperti ini, kamu jadi mengalami ini gara-gara menyelamatkan aku.'' Andini menggenggam erat tangan Arga dan menciumnya.


'' Aku sudah tidak percaya sama kamu mas. Aku sudah tidak percaya dengan apa yang kamu ucapkan. Lihatlah sekarang, kamu kayak gini gara-gara ayahku.''


Saat Andini sedang berbicara dengan Arga yang dia tau Arga tidak akan bisa membalas ucapan demi ucapan yang dilontarkannya.


Tak lama tangan Arga yang Andini genggam bergerak-gerak sendiri. Tangan yang di genggam Andini langsung di tepis sama Arga dan dia langsung membelai lembut rambut Andini.


'' Mas. Kamu sudah sadar?'' Tanya Andini dengan wajah sumringah.


'' Kamu gak usah khawatir. Aku pasti kuat. Kan ada kamu dan calon Arga junior yang selalu bersamaku.'' Arga tersenyum lebar saat melihat wajah panik Andini.


'' Kamu bikin aku sangat takut mas. Aku minta maaf sama kamu, karena gara-gara kamu nyelamatin aku, kamu jadi seperti ini.''


'' Sutt. Ini aku lakukan untuk ibu dan anakku yang sedang kamu kandung. Aku gak mau terjadi yang tidak-tidak dengan kamu.''


'' Sssttt. Apakah kamu sudah tau siapa yang mendorong ku? Awww.'' Arga bertanya kepada Andini sambil menahan rasa sakit yang di deritanya.


'' Iya. Aku sudah tau mas, aku tau siapa yang mendorongmu sampai kamu seperti ini. pelakunya adalah ayahku sendiri.''


'' Aku minta maaf karena tidak percaya dengan yang kamu ucapkan. Aku minta maaf mas.'' Andini terus menerus menangis dalam penyesalan yang sudah menimpa dirinya.


'' Sudah-sudah. Kamu tidak usah minta maaf lagi.''


'' Kamu mau aku maafkan?'' Tanya Arga. Kepala Andini langsung mengangguk.


'' Iya. Aku mau kamu maafkan aku.''


'' Syaratnya gampang. Kamu jangan nangis lagi, air matamu sangat mahal untuk kau buang sia-sia. Satu lagi, setelah aku sembuh nanti kasih aku satu malam spesial untukku, hmmm apa kamu mau?'' Andini langsung mengangguk dia tidak tau maksud dari ucapan Arga barusan, karena rasa takutnya sampai-sampai dirinya tidak mencerna ucapan yang di ucapkan Arga barusan.


'' Iya. Aku tidak akan menangis lagi.''


Mobil ambulans itu sudah sampai di depan lobby rumah sakit. Arga langsung dibawa keluar dan langsung ditindak medis.


Arga langsung dibawa menuju ruang rawat dan kepalanya hanya di plaster saja, karena dirinya tidak mau di perban.


Untung saja tidak ada luka serius yang di alami Arga, hanya saja dirinya harus istirahat total agar lukanya cepat mengering.


'' Menginaplah satu malam saja mas.'' Pinta Andini.

__ADS_1


'' Tidak. Aku gak mau menginap di sini, aku sudah tidak apa-apa, Ndin.'' Bantah Arga.


'' Tapi mas...''


'' Jangan khawatirkan tentang keadaan ku. Aku sudah baik-baik saja, percaya lah.'' Arga membujuk Andini agar dirinya bisa pulang malam ini.


Berkat kecelakaan tadi siang, Andini dan Arga tidak jadi mengunjungi Defi dan Rio di penjara.


'' Yasudah. Sabar aku tanya dulu sama dokternya, boleh atau tidak, kamu pulang malam ini.'' Andini langsung keluar untuk menjumpai dokter.


Karena bosan, Arga memainkan ponselnya dan tiba-tiba saja nomor Alvin menelepon nomornya. Arga langsung menggeser tombol hijau untuk mengangkat telepon dari Alvin.


' Bos. Saya sudah menahan Andi. Ternyata Abdi sudah di bawa ke kantor polisi oleh warga setempat, tapi saya langsung menghentikan aksi mereka.' Lapor Alvin.


'' Bagus. Kamu sangat pintar, saya tidak perlu menyuruh kamu untuk menahan Andi, tapi kamu sendiri yang menahan dirinya, oke. Besok pagi, kamu bawa dia ke rumah bersama polisi.''


'' Saya ingin memberi pelajaran yang setimpal untuk perbuatan jahatnya.'' Sambung Arga.


' Baik bos. Kalau begitu saya matikan dulu telepon nya.'


Klik'


'' Tunggu saja balasanmu Abdi.''


Ceklek'


Tetapi Arga menolak untuk memakai kursi roda itu. Penolakan itu sama seperti dia mau di perban tadi. Karena dirinya tidak mau terlihat lemah di depan musuhnya, karena itu dirinya menolak setiap medis yang ingin mengobati dirinya.


'' Ayo lah mas, kali ini jangan membantah lagi, aku mohon.'' Andini terus meminta Arga, agar dirinya mau memakai kursi roda.


'' Tidak Andini. Aku tidak mau, sudah berapa kali aku ucapkan padamu mimi-nya Arga junior. Bahwa aku ini sangat kuat, apa kamu meremehkan sama kekuatan ku?'' Arga menaikan salah satu alisnya.


'' Bukan begitu mas. Aku hanya gak mau kamu nanti semakin nge-drop nantinya.''


'' Ck. Kalau begitu, buka baju kamu sekarang. Akan aku tunjukkan kepada kamu bahwa aku ini sangat-sangat kuat.'' Arga langsung membuka bajunya.


'' Mas. Kamu ini mesum banget sih!'' Kesal Andini.


Dia langsung meninggalkan Arga yang tertawa karena melihat wajah dirinya.


'' Buruan.'' Ucap Andini sebelum hilang dari balik pintu ruangan serba putih itu.


Arga segera menyusul Andini. Dirinya terpincang-pincang. Karena kecelakaan itu, dirinya harus mengalami keterpincangan ini.


'' Andini!'' Panggil Arga.


'' Hmmm.'' Andini menoleh ke belakang dan dirinya langsung mendatangi Arga yang jalan sangat pelan.


'' Masih sakit di bawa jalan mas?'' Tanya Andini, Arga hanya mengangguk. '' Hanya sakit sedikit Ndin.''

__ADS_1


'' Kalau begitu, kita pakai kursi roda saja ya mas?'' Andini sedikit panik melihat celana Arga yang sudah merembes karena darah yang keluar dari lukanya.


'' Tidak perlu. Ayo bantu papah aku Andini, aku tidak bisa berjalan sendiri.'' Andini langsung merangkulkan lengan Arga di bahunya dan langsung memapah Arga.


'' Bandel, keras kepala seperti batu.'' Omel Andini sepanjang perjalanan mereka menuju lobby.


'' Diam lah Ndin. Rasanya kakiku semakin sakit kalau kamu mengomeli aku.''


'' Kamu itu bandel. Sakit gak sakit, kamu itu sama aja keras kepalanya mas.''


Arga dan Andini tidak sengaja berjumpa dengan adik kelasnya semasa kuliah dulu.


'' Eh. Ini kak Arga kan?'' Tanya Ryder itu.


Ryder adalah adik kelas sekaligus teman semasa kuliahnya dulu.


'' Emm. Ryder kan?'' Tebak Arga, Ryder langsung mengangguk.


'' Iya. Ya ampun aku gak nyangka banget bisa bertemu kak Arga disini.''


'' Iya. Oh iya kamu ngapain ada disini Der?'' Tanya Arga.


'' Aku habis nemenin mama cek-up. Kalau kakak?'' Ryder kembali melemparkan pertanyaan kepada Arga.


'' Abis kecelakaan tadi.'' Jawab Arga santai.


'' Ya ampun.''


Mata Ryder tak sengaja menangkap sosok wanita yang sedang memapah Arga.


'' Emm. Maaf ya kak, wanita ini siapa ya kak?'' Tanya Ryder hati-hati.


'' Dia istriku.'' Jawab Arga.


Andini langsung mengulurkan tangannya.


'' Andini.''


'' Ryder, mbak.''


Terlihat raut wajah Ryder yang kebingungan, saat Arga bilang kalau Andini ini istrinya. Karena setau dirinya, kalau Arga sudah menikah dengan seorang gadis yang bernama Defita Aldonna, tapi ini kenapa namanya lain.


Arga dapat memahami kebingungan yang dialami Ryder, dia langsung mengucapkan satu kalimat yang mampu membuatnya bertambah bingung. '' Yang lama udah aku balikan ke sorum.''


'' Hah?''


Bersambung.....


Jangan lupa like dan hadiahnya ya gaes 😊💗

__ADS_1


__ADS_2