Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
Kekasih Tara


__ADS_3

Malam pun tiba. Tara sudah bersiap-siap dengan baju dress merah jambu dengan tali pinggang yang mengikat di perut ramping nya dan alas kaki berwarna hitam dengan tali pita yang menghiasi sandal sepatu itu.


Tara berputar-putar di depan cermin sambil mengembangkan dress nya.


"Cantik." Gumam Tara. Dia langsung mengirim pesan pada kekasihnya untuk menanyakan keberadaannya saat ini.


Anda{ Kamu dimana kak?} Tanya Tara melalui pesan.


Mas boy (Bentar lagi aku nyampe ay. Aku lagi singgah di tempat martabak untuk di kasih kakak kamu.) Alvin membalas pesan Tara.


Anda{ Yaudah, hati-hati ya kak. Kabari lagi kalau udah nyampe.}


Mas boy( oke!) Alvin membalas pesan Tara.


Tara langsung tersenyum sambil memandangi ponselnya. " Perdana jalan sama cogan. Duhh, akhirnya aku laku juga, hihihi." Tara cengengesan sendiri.


Tara berjoget ria saat menurunkan anak tangga. Tara berniat untuk memberitahu Andini bahwa dirinya ingin keluar malam ini. Jadi dia putuskan untuk menjumpai kakaknya yang sedang duduk di ruang tengah.


"Mbak!" Panggil Tara, lalu sang kakak menoleh dan melemparkan senyum kepada sang adik yang sedang berjalan ke arah dirinya.


" Ada apa dek. Tumben-tumbenan dandanan, emang mau kemana!" Tanya Andini penasaran.


" Aku mau jalan sama my boy ku mbak, doain ya mbak semoga aku sama mas boy ku langgeng, heheh." Tara tersenyum senang.


" Emm. Tara, apa mbak boleh ngasih saran?" Tanya Andini yang sedang menonton film di televisi.


" Apa mbak?" Tanya Tara.


" Sebaiknya kalau baru pertama jumpa lebih bagus di bawa ke rumah aja dek. Takut nanti hal yang tidak di inginkan terjadi." Ucap Andini yang mulai menasehati sang adik.


"Dia orangnya pemalu mbak, aku udah nyuruh buat duduk di rumah aja, tapi dianya gak mau." Tara menjawab ucapan sang kakak.


" Tapi dek, ini baru pertama kali kamu jalan sama cowok kan? Mbak gak mau kamu kenapa-kenapa saat jalan bersama cowok."


"Aku dulu sering jalan sama cowok mba pas waktu masih di kampung. Pagi, siang, sore hingga ke malam aku jalan sama Slamet." Tara kembali mengingat masa-masa ia masih di kampung dulu, saat itu dirinya lah yang paling setia menemani Slamet. Slamet sering mengajak Tara jalan, karena kalau mengajak Andini, dirinya tidak akan bisa, karena pekerjaan yang harus dikerjakan oleh Andini.


Tara juga tidak merasa keberatan dengan ajakan Slamet, selagi dirinya tidak mengeluarkan uang, maka ia mau diajak kemana saja.


" Itu beda dek. Mbak dan kamu tau kan Slamet itu orangnya gimana? Dia gak mungkin ngelakuin hal yang tidak-tidak sama kamu, berbeda dengan pacar kamu yang bahkan mbak tidak pernah mengenal dirinya."


" Tapi mbak... aku sudah beberapa kali bertemu dengan kak Alvin, orangnya baik kok." Ucap Tara memelas.

__ADS_1


Andini langsung menatap tajam ke arah Tara, hingga membuat nyali dirinya menciut akibat tatapan itu. " Yaudah aku mau kirim pesan untuk ngebatalin ngapelnya." Kesal Tara.


" Bukan batal ngapel, tapi ngapelnya di rumah aja."


" Kalau begitu mbak mau ke kamar dulu." Saat Andini hendak berdiri, tiba-tiba saja dirinya mendengar suara teriakan dari luar.


" Maling, maling, maling." Terdengar suara para warga yang sedang meneriaki seorang maling.


" Maling?" Gumam Andini.


" Di komplek elite gini ada malingnya juga?" Gumam Andini.


Arga yang memang lagi di luar dan sedang berbicara dengan scurity rumah.


" Jadi di rumah ini keamanannya terjaga kan pak Doni?" Tanya Arga.


" Iya pak. Semuanya aman terkendali." Pak Doni yang selaku scurity itu memberi hormat kepada Arga.


Saat sedang asik bercerita, tiba-tiba saja ada seseorang yang masuk ke dalam halaman rumah Arga. Arga maupun pak Doni terkejut dengan kehadiran seseorang yang tidak mereka kenali.


" Hey, siapa kamu?" Tanya Arga yang sudah mulai mendekati seseorang yang serba hitam itu.


" Ada apa ini?" Tanya pak Doni.


" Ini pak, orang ini sudah mencuri uang dagangan tukang martabak di simpang sana pak." Kata salah satu warga.


" Tidak, kalian sudah salah paham."Bantah seseorang itu sambil meronta meminta di lepaskan dari pegangan mereka yang begitu erat.


" Suaranya." Gumam Arga, dia langsung mengangkat topi seseorang itu dan langsung menarik maskernya.


" Alvin!" Gumam Arga saat melihat siapa maling yang hampir saja di gebukin warga.


Seseorang itu dia merasa namanya terpanggil, dia langsung mengangkat kepalanya dan menatap ke sumber suara itu.


" Bos Arga." Gumam Alvin.


" Bos tolong saya bos, saya di tuduh mencuri uang oleh mereka bos." Adu Alvin meminta pertolongan.


" Bagaimana bisa kamu sampai kemari VIn?" Tanya Arga bingung.


" Ceritanya panjang bos, nanti saya akan jelaskan."

__ADS_1


" maaf bapak-bapak. Dia ini adik sepupu saya, saya sangat mengenal adik saya, dia tidak mungkin maling, saya akan menjamin itu semua."


" Mungkin kalian sudah salah paham terhadap adik saya. Sekali lagi, saya ingin meminta maaf kepada semuanya, sekarang kalian boleh pergi."


Setelah Para warga pergi, Arga langsung membantu Alvin untuk berdiri.


'' Motor saya bos.'' Ucap Alvin


'' Dimana motor kamu?'' Tanya Arga.


'' Di tempat penjual martabak bos.'' Jawab Alvin.


'' Pak, tolong bapak bawa kemari motor adik saya.'' Kata Arga kepada scurity nya.


Pak Doni mengangguk dan langsung menuju ke tempat martabak itu.


'' Ayo kita ke dalam dulu.'' Ajak Arga. Saat Arga ingin masuk ke dalam dirinya tidak sengaja berpapasan dengan Andini dan Tara.


'' Ada mas? Kok berisik kali di luar?' Tanya Andini sambil kelapanya celingak-celinguk menatap luar rumah.


Sementara Tara hanya terdiam begitu juga dengan Alvin.


' Tara? Tara tinggal di sini? Apa jangan-jangan Tara ini...' Batin Alvin.


'' Tidak ada apa-apa. Warga hanya salah paham sama Alvin,mereka mengira kalau Alvin ini maling uang penjual martabak.'' Kata Arga yang mencoba menjelaskan kronologi kejadian sebutan maling tadi.


'' Eh, wajah kamu mirip dengan foto yang ada di ponsel Tara. Jangan-jangan kamu ini....'' Andini mulai menebak-nebak.


'' Alvin, kenapa?'' Tanya Arga heran.


'' Jadi begini mas ceritanya. Tara kan punya pacar yang namanya my boy dan foto my boy nya ini begitu mirip dengan dia dan siapa nama kamu?''


'' Alvin'' Jawab Arga.


'' Iya, sama seperti yang Tara ucapkan padaku, my boy nya juga bernama Alvin, bukan begitu Tara?'' Andini mulai menaikkan sebelah alisnya.


'' Apaan sih mbak.'' Kesal Tara.


'' Jadi Alvin ini....'' Andini langsung menyambar ucapan Arga.


'' Sepemikiran mas. Aku yakin Alvin ini my boy nya Tara.'' Baik Andini maupun Arga mereka sebisa mungkin menahan tawa, ternyata dunia begitu sempit hingga mampu membuat mereka bertemu dan menjalin hubungan.

__ADS_1


__ADS_2