
Tok'
Tok'
Tok'
'' Masuk.''
Andini langsung masuk ke dalam ruangan pribadi Arga. Belum sempat duduk, Arga sudah melemparkan satu pertanyaan ke pada Andin.
'' Kenapa terlambat?''
'' Maaf, mas.''
'' Kamu tau gak? Aku sudah lama menunggu kamu. Aku sudah tidak sanggup harus menunggu mu, aku sangat merindukanmu, Andini.''
Blush!
Pipi Andini merona, saat mendengar ucapan Arga.Di dalam benak Andini, dirinya bakalan kena omel. Ternyata tidak, bahkan dirinya di bucunin oleh suaminya itu.
Ntahlah sifat Arga sangat susah di tebak. Kadang romantis dan kadang pula cuek dan dingin, Andini harus bisa menyiapkan stok kesabaran saat bersama Arga.
'' Hey. Kenapa bengong?'' tanya Arga membuyarkan lamunan Andini.
Andini masih saja berdiri. Hal itu mampu membuat Arga geram, Arga langsung berdiri dan menarik tangan Andin menuju sofa dan mendudukkan dirinya di pangkuan Arga.
'' Kenapa? Dari tadi aku berbicara, tetapi kamu tidak merespon. Ada masalah?'' tanya Arga bingung.
'' Emm. Tadi pas aku mau kemari, aku tidak sengaja mendengar pembicaraan karyawan, mas.'' adu Andini.
'' Oh, ya? Mereka berbicara apa?'' tanya Arga yang siap mendengar cerita Andini.
__ADS_1
'' Mereka nyeritain aku, mas. Mereka berbicara tentang kehamilan aku, mereka curiga dengan kehamilan aku, karena menurut data perusahaan, aku belum menikah dan lihat lah sekarang.'' Andini menunjukkan perut buncitnya.
'' Kenapa?'' tanya Arga yang pura-pura tidak tau.
'' Ish. Gak peka banget sih jadi orang.'' Andini memanyunkan bibirnya, Arga tersenyum geli melihat perubahan wajah Andini.
'' Sudah, jangan kamu masukkan ke hati perkataan mereka. Mereka memang selalu begitu.''
Arga mencoba untuk menenangkan Andini dengan membelai lembut rambut dan pipinya.
'' Sudah, jangan dipikirkan lagi. Lebih baik kita bersenang-senang.''
'' Bersenang-senang?'' tanya Andini heran.
'' Iya. Hari ini jadwal aku kosong kan?'' tanya Arga yang tanpa persetujuan sang empu langsung menyosor bibir Andini.
Andini mencibik kesal. Dia langsung turun dari pangkuan Arga dan berniat untuk ke ruangannya. Tapi rencananya tidak berjalan dengan mulus, Arga tidak akan melepaskan mangsanya begitu saja.
''Aku masih kangen dengan baby kita. Aku ingin menjenguk nya, apakah dia bahagia di dalam sana tu tidak.'' Andini langsung mengetahui apa yang barusan di katakan oleh suaminya.
'' Tapi mas, kita masih di kantor. Kalau ada yang dengar bagaimana?''
'' Suut. Kamu ini pelupa ya? Bukannya beberapa bulan lalu, kita juga melakukannya di sini juga, Emm? Kamu ini benar-benar pelupa.'' Arga tertawa pelan.
'' Dan perlu kamu ketahui. Ruangan aku ini kedap suara, jadi apapun yang kita lakukan di sini, tidak akan ada yang mendengarnya, sayang.''
'' Ck. Ada mau nya aja, manggil nya 'sayang-sayang'. Biasanya itu manggilnya, Ndin-Ndin. Nama aku 'Andini' mas, bukan 'Udin'. '' Hal itu menimbulkan rasa ngakak tersendiri bagi Arga. Karena dirinya selalu memanggil namanya dengan sebutan 'Ndin'.
'' Sudah jangan banyak bercanda Andini. Aku sudah tidak tahan lagi.'' rengek Arga.
'' Aku sudah lama menunggu kamu. Tapi waktunya tidak pernah tepat. Aku kangen suara merdunya yang mendayu-dayu di telinga ku, aku kangen melihat wajah kenikmatan mu itu. '' goda Arga.
__ADS_1
'' Kamu kan di rumah ada, mbak Defi. Pasti kamu sering nganu-nganu, kalau kamu lagi pingin. Beda dengan aku mas, aku tu di rumah cuman ada Tara, gak enak lah pokoknya.'' keluh Andini.
Arga bisa menangkap apa isi hati Andini. Arga tau, pasti Andini juga mengharapkan belaian darinya.
'' Kamu kangen juga kan?'' goda Arga.
'' Bohong banget, kalau aku gak kangen, mas. Abisnya enak.''
Arga kembali tertawa dan langsung mencium bibir Andin. '' Nakal ya kamu sekarang.''
'' Hehehe. Sesekali aja mas, gak pa-pa.'' balas Andin dengan cengiran.
Arga sudah lama menahan gejolak hasrat nya. Tanpa basa-basi, Arga langsung menyerang Andini dengan cumbuan, belaian dan kecupan manja yang di berikan Arga kepada Andini. Andini sudah tak bisa lagi menolak perlakuan suaminya, karena dirinya Sudah terbuai oleh perlakuan suaminya kepada tubuhnya.
'' Uhh, mas. Kamu paling bisa bikin aku melayang.'' kata Andini di sela-sela aktivitas mereka yang hanya mereka sendiri yang tau.
Mereka terus saja melakukan hubungan yang penuh kenikmatan itu hingga membuat mereka berkeringat. Sofa pun sudah tidak beraturan, bantal sudah terlempar ke sana-sini akibat pertarungan yang di ciptakan oleh kedua insan yang haus akan hasrat.
Arga memang sudah lama mendambakan tubuh Andin. Dia sudah tak tahan lagi, saat di rumah. Defi selalu saja menggodanya dengan berpakaian kurang bahan dan perlakuannya yang manja, siapa yang melihatnya dan mengalaminya, pasti akan terangsang. Tetapi itu tidak berlaku untuk Arga, dirinya berasa sudah mati rasa dengan Defi, saat dirinya di sentuh oleh Defi pun, tubuhnya tidak bereaksi apapun. Seolah-olah menolak.
Beda saat dia bersama Andini. Saat melihat bibirnya saja, adik kecil Arga, sudah meronta-ronta minta keluar.
'' Sudah, mas. Aku cape.''
'' Sebentar lagi, sayang. Ini sungguh nikmat.''
'' Aku akan selalu merindukan goa lembab-mu ini, sayang. Ahhh. '' Akhirnya Arga menyudahi permainan mereka yang memakan waktu hampir dua jam.
bersambung...
Jangan lupa like dan hadiahnya ya gaes, biar othornya semakin semangat buat nulis
__ADS_1
Untuk menebus kesalahan othor, karena udah beberapa hari ga up-up, aku doubel up ni. Dah jangan nanya-nanya kapan up lagi ya gaes.😎😂