
Setelah selesai membersihkan diri, mereka memutuskan untuk sarapan karena cacing di perut mereka minta di isi.
Mereka sedang sarapan pagi dengan wajah yang nampak lebih fresh dan cakep.
''Kamu mau?'' Tanya Arga, saat dia hendak memakan bubur ayam. Andin terus saja melihatnya tanpa berkedip.
'' Emang boleh?'' Tanya Andini, ntahlah dia rasa makanan milik Arga lebih enak dibanding nasi goreng miliknya.
'' Kenapa tidak? sini tukaran.'' Arga langsung menukar sarapan mereka.
Saat mereka sedang memakan sarapan yang di tukar tadi, mendadak Andin juga ingin merasakan nasi goreng itu.
'' Tuan.'' Cicit Andin.
'' Jangan panggil 'Tuan', jika kita sedang berdua. Saya tidak suka dengan panggilan itu.'' Ucap Arga.
'' Emm, Mas. Saya boleh icip nasi goreng mas?'' Tanya Andin.
'' Berbicara lah seperti layaknya suami istri Andin, bagaimana kita bisa dekat kalau kamu saja masih canggung dengan ku.'' Kata Arga yang sudah berbicara biasa, layaknya suami istri.
'' Aku mau nasi goreng, mas.'' Cicit Andin.
'' Hmm, aaaa!'' Ucap Arga, menyuruh Andin untuk membuka mulutnya dan Andin langsung menerima suapan dari Arga dengan senang hati.
''Setelah ini, kita akan berjalan-jalan ke pantai, sayang kita tidak melihat pemandangan di sini.'' Ujar Arga.
__ADS_1
ππππππ
Mereka langsung meluncur menuju beberapa tempat yang banyak di sukai orang-orang.
Mereka langsung menuju ke pantai Kuta
Saat tiba di pantai, Andin tak henti-hentinya mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru pantai Kuta ini dengan mata yang berbinar-binar.
'' Apa kamu suka?'' Tanya Arga.
''sangat suka mas, pemandangan alam yang sangat indah dan air yang sangat biru.'' Kata Andin antusias.
'Apakah, dia tidak merasa sakit di bagian bawahnya? Kenapa dia bisa lari-lari, bener-bener wanita hebat' batin Arga tersenyum lebar.
Arga merasa kasihan dengan Andini, disaat anak kecil seusianya sedang di manja- manja, tetapi tidak dengan Andini dia dari kecil sudah merasakan pahitnya kehidupan.
Arga merasa bersyukur, sampai sekarang masih di berikan keluarga yang lengkap, walau kadang-kadang dia masih sering melawan dengan orang tuanya.
Arga langsung mengambil ponselnya dan langsung memotret Andini dengan beberapa gaya layaknya para model, ada yang sedang tertawa dan tersenyum.
Arga melihat hasil potretnya tadi, sangat cantik Andin ini mau lihat dari sisi mana pun' pikir Arga sambil senyum-senyum sendiri.
Arga sudah berjanji untuk membahagiakan Andini dengan semampunya.
__ADS_1
'' Andin sini.'' Panggil Arga, sambil melambai-lambaikan tangannya.
Andin mendekat dan langsung duduk di samping Arga. '' Ada apa, mas?'' Tanya Andini ngos-ngosan, karena asyik berlari kesana-kemari.
'' Sudah mainnya, nanti kamu cape.'' Peringat Arga dan langsung menyodorkan Andin dengan air kelapa yang masih ada di dalam tempurung kepala itu.
'' Makasih, mas.'' Ucap Andin langsung mengambil ahli air kelapa tersebut.
ππππππ
Sore telah tiba sekarang mereka sedang bersiap-siap untuk kembali ke vila. Saat Andini hendak berjalan tetiba saja sendal yang di pakainya putus.
'' Mas, sendalku putus.'' Adu Andin, yang entah sejak kapan sudah akrab dengan Arga.
Arga langsung menggendong Andini tanpa aba-aba dan para pengunjung bersorak ria, melihat keromantisan mereka di depan umum.
'' Mas, aku malu.'' Ucap Andin, dia mengalungkan tangannya di leher Arga dan menyembunyikan wajahnya di dada Arga.
lagi-lagi Arga hanya tersenyum melihat tingkah laku istri keduanya ini, sangat aneh' pikir Arga.
bersambung.....
mau dong di gendong sama bang Argaπ, enak banget jadi Neng Andin di gendong bang Argaπ. Kitakan jadi iri π
jangan lupa like vote dan komen ya guyss.
__ADS_1