
Paginya. Arga dan Andini sudah di buat pusing oleh Winda, dirinya pagi-pagi sudah riweh sendiri.
Seluruh isi rumah sudah dibangunkan nya, dengan malas mereka mandi dan bersiap-siap untuk ke gedung yang sudah disiapkan Winda untuk resepsi tujuh bulanan Andini.
''' Dari semalam mama membuat kita semua capek.'' Keluh Arga yang masih malas-malasan untuk mandi.
'' Iya nih, mama bikin acaranya kebangetan. Dua hari berturut-turut.'' Tambah Andini.
Tiba-tiba saja suara ketukan pintu terdengar di telinga Andini dan Arga, dengan malas Arga membuka pintu kamar yang sudah mendapati bi Nem yang sudah berdiri dengan seorang yang diyakini perias Andini dan Arga nanti.
'' Maaf den. Bibi di suruh sama ibu, untuk mengantarkan tukang rias ke kamar den Arga.'' Kata bi Nem.
'' Ck. Mama keterlaluan banget.'' Kesel Arga.
'' Ya udah. Terimakasih ya bi Nem. Mbak silahkan masuk.'' Arga membuka pintu kamar nya lebar.
Seseorang masuk ke dalam kamar Arga dia membawa koper yang berisikan segala macam make up yang di perlukan nya nanti untuk mendandani Andini.
'' Halo mbak!'' Sapa perias wajah itu dengan ramah.
'' Hai.'' Balas Andini.
'' Sudah siap untuk di rias?'' Tanya sang perias yang bernama Dewi.
'' Bentar ya mbak, saya mau mandi dulu.'' Ucap Andini sementara Arga keluar untuk menemui sang mama.
Hampir satu jam Andini di rias oleh Dewi yang selaku tukang rias. Sekarang berganti Arga yang di make-up-in tipis-tipis.
'' Selesai.'' Ucap Dewi.
Arga langsung beralih ke meja rias miliknya dan berkaca di depan cermin.
__ADS_1
'' Aku begitu tampan. Pantas saja Andini tergila-gila dengan ku.'' Ucap Arga dengan percaya dirinya.
Andini yang mendengar perkataan Arga langsung berpura-pura mual. '' Hoekk... Mual banget dengan kepe-dean pipi mu nak.'' Ucap Andini sambil mengelus perutnya.
Arga hanya tertawa. Dirinya juga melongo ketika melihat Andini yang sudah siapa di dandani. Wajah yang ayu di tambah dengan polesan make-up, menambah kesan anggun yang dikeluarkan oleh Andini.
'' Kamu juga cantik. Aku tampan dan kamu cantik, pasti anak-anak kita akan gemoyy dan lucu, sama seperti kita.'' Kata Arga yang langsung mencium perut buncit Andini.
Andini dan Arga menuruni anak tangga dengan bergandengan tangan.
Para keluarga yang sudah siap memutuskan untuk menunggu Andini dan Arga di ruang tamu. Tak lama Arga dan Andini datang dengan berbalut baju warna putih dan sebuah bando yang tercantum cantik di kepala Andini. Pakaian yang mereka kenakan, Arga dan Andini sendiri yang membelinya.
Mata mereka langsung tertuju pada Andini dan Arga yang menghampiri mereka.
'' Woww.'' Kata mereka serempak.
Mereka hanya menepuk kening mereka saat melihat kehebohan yang Winda tunjukan.
Mereka langsung mengikuti Winda. Mereka memakai dua mobil untuk menuju ke gedung resepsi tujuh bulanan Andini berada di jalan xxx.
Dua mobil itu memasuki kawasan hotel yang sudah di sewa satu hari oleh Winda
.
Setelah selesai memarkirkan mobil mewah mereka di lobby. Mereka segera turun dari mobil dan masuk ke dalam hotel itu.
Mereka berjalan menuju halaman belakang hotel yang sudah di dekor sedemikian rupa.
__ADS_1
Lagi-lagi Andini di buat terkesima dengan dekorasi yang memanjakan matanya.
Para tamu sudah mulai berdatangan. Rekan-rekan bisnis dan teman-teman semasa sekolah Arga pada berdatangan untuk memberikan selamat.
Arga dan Andini hanya tersenyum menanggapi ucapan demi ucapan yang mereka lontarkan kepada mereka berdua.
'' Selamat atas tujuh bulanan nya ya kak Arga dan mbak Andin.'' Ucap Ryder. Arga sengaja mengundang Ryder ke acara tujuh bulanan ini.
Dirinya sempat lost kontect dengan Ryder, tapi berkat pertemuan mereka di rumah sakit kemarin, mereka memutuskan untuk bertukar nomor.
Ryder membawa sang kekasih yang ia gandeng dengan posesif.
'' Makasih.'' Balas Andini dan Arga bersamaan.
'' Cepet nikah dan nyusul ya.'' Ucap Andini kepada pasangan muda itu.
'' Pasti mbak.'' Balas sang kekasih Ryder.
Lalu mereka turun dari pelaminan. Arga dan Andini langsung duduk di tempat yang sudah di sediakan, tak lupa pula fotografer yang sudah di siapkan untuk memotret mereka berdua.
Mereka hanya menurut, bermacam-macam fose sudah mereka lakukan untuk pemotretan.
'' Kita sudah seperti pengantin aja ya mas.'' Kata Andini berbisik pada Arga.
Acara itu berangsur hingga siang hari . Siang itu juga mereka langsung pulang dan dilanjutkan dengan acara pengajian yang dilakukan pada malam hari nanti.
Bersambung...
Gak main-main ni si mak Winda bikin acara tujuh bulanan Andini sampai dua hari berturut-turut.
__ADS_1
Jangan lupa vote dan hadiahnya ya gengss, biar aku makin semangat untuk ngetiknya 😊💗