
Usai makan, mereka langsung pulang ke kontrakan Andin dan saat perjalanan pulang tetiba saja, Andin yang sedang melihat jalanan dari jendela menangkap penjual martabak manis dan asin.
Entah kenapa dia begitu menginginkan makanan itu, rasanya air liur Andin ingin keluar dari sana.
'' Mas, berhenti di depan mas. '' Kata Andin.
'' Kenapa?'' Tanya Arga yang langsung memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.
'' Aku mau itu.'' Tunjuk Andin kepada, penjual martabak manis dan asin itu.
Arga pun ikut ke arah yang di tunjuk Andin dan seketika dia mendapati tukang martabak di pinggir jalan itu.
'' Mau banget?'' Tanya Arga kepada Andin.
'' Iya, mas. Boleh ya, kayanya enak pas di makan anget-anget.'' Jawab Andini berbinar-binar.
'' Hmm. Kamu tunggu disini, biar aku yang beli." Ucap Arga yang langsung keluar dari mobil dan langsung menuju tempat penjual.
Andin begitu kegirangan melihat suaminya menuruti keinginan nya.
Sambil menunggu pesanan, Arga menyempatkan memainkan ponselnya dan dia menshercing sebuah tanda-tanda kehamilan.
Dan keluar lah beberapa tanda-tanda dari aplikasi pintarnya itu.
-Suhu tubuh naik
-Sering buang air kecil
-Pusing
-Mual
-Perut kembung
-Sembelit
__ADS_1
-Perubahan suasana hati (Mood swing)
Arga tercengang melmbaca artikel-artikel tanda-tanda kehamilan itu.
'' Kenapa, ini semua aku alami tiga hari lalu ya, hampir semua gejala aku rasain. Mulai dari mual-mual hingga perubahan suasana hati, iya aku yang merasakan ini semua. Apa jangan-jangan aku yang hamil?'' Gumam Arga, dia ternyata tak sepintar yang di bayangkan, sejak kapan lelaki bisa mengandung?.
Masih kalut dengan pikirannya, tiba-tiba penjual martabak memberikan dua bungkus pesanan yang di pesan Arga tadi.
'' Ini pak, pesanannya.'' Kata sang penjual sambil menyodorkan sebuah pelastik kresek.
'' Semuanya berapa, buk?'' Tanya Arga sopan.
'' Tiga puluh ribu saja, pak.'' Balasnya di ramah.
Arga mengeluarkan dompetnya dan mengambil uang lima puluh ribu untuk membayar pesanannya tadi.
'' Kembaliannya buat ibu aja.'' Ucap Arga menyodorkan satu lembar lima puluh ribu rupiah.
'' Terimakasih, ya pak.'' Kata sang penjual yang di balas dengan anggukan kepala saja.
Arga langsung menuju mobil untuk mengantarkan pesanan Andin.
'' Terimakasih mas.'' Ucap Andin antusias.
Arga mulai menjalankan mobilnya dan Andin mulai membuka kotak martabak manis yang menjadi pandangan pertamanya.
Lagi-lagi Arga teringat dengan pencarian tanda-tanda kehamilan yang ia alami itu. Dia masih tidak percaya sebelum dia sendiri yang membuktikan itu.
Arga melihat sebuah super market, dia langsung menepikan mobilnya. Andin heran dengan Arga yang tiba-tiba berhenti di sebuah super market.
'' Kamu ingin beli apa mas?'' Tanya Andini.
'' Ada benda, yang ingin aku beli.'' Ucap Arga.
'' Kamu ingin sesuatu?'' Tanya Arga.
__ADS_1
'' Emm. Aku mau makan eskrim kornetto rasa cokelat.'' Jawab Andin.
'' Oke.'' Lalu Arga keluar dari mobil untuk membeli keperluan nya dan pesanan Andin.
Arga memasuki super market itu dan mencari-cari yang ingin dia cari tapi tak kunjung dia temukan. Karyawan super market yang melihat Arga sedang kebingungan, mendekati Arga dan bertanya dia sedang mencari apa.
' Bapak ingin mencari apa? Pak. Biar saya bantu. '' Ucap salah satu karyawan super market itu.
'' Saya ingin, mencari test kehamilan. Tapi dari tadi saya tidak menemukan barang itu.'' Kata Arga bingung.
'' Ohh, nyari testpack toh. Saya kira ingin apa.'' Ucap karyawan sambil tertawa.
'' Kenapa tertawa? Ada yang lucu?'' Tanya Arga heran.
'' Ada pak. Nah ini dia alat test kehamilannya pak.'' Ujar karyawan itu, yang mengambil test itu tepat di belakang Arga berdiri. Lalu karyawan itu memberikan testpack itu pada Arga, Arga yang malu bukan kepalang.
'' Si bapak, sangking semangat nya, sampe tidak baca bungkus nya. Padahal dari tadi sudah bapak lewati saat mencari-cari testpack, hihihi.'' Ucap karyawan kegirangan.
Arga langsung berlalu dari sana dan dia langsung memilih-milih eskrim kornetto rasa coklat yang di pesan Andin tak lupa juga dia membeli untuk dirinya.
Dirasa semua sudah lengkap Arga langsung membayar belanjaannya ke kasir depan.
'' Semuanya total nya, seratus ribu rupiah, pak.'' Ucap penjaga kasir.
Arga menyodorkan selembar uang merah ke kasir itu lalu dia hendak berjalan keluar, tapi tak sengaja karyawan super market menghibahi dirinya, pasal mencari testpack itu.
'' Lo, mau tau. Itu bapak-bapak itu tadi nyari testpack. Dan lebih parahnya lagi testpack itu ada di depan dia, dia sama sekali gak liat. Gue rasa dia sangking semangat sampe-sampe gak baca-baca itu tulisan. hahaha.'' Ucap karyawan itu ketawa yang di ikuti oleh temannya.
Arga melirik duo sejoli itu dan dia langsung mengatakan. '' Kerja! Jangan gosip aja. '' Kata Arga sinis.
lalu dia benar-benar keluar dari super market itu.
Para karyawan itu hanya tertawa melihatnya, pria aneh' pikir mereka.
bersambung...
__ADS_1
Maaf ya guys telat up, soalnya hari ini sibuk banget 😊
jangan lupa like dan kembang sekebonnya😂