
Setelah selesai makan malam. Orang tua Arga, memutuskan untuk pulang, karena sudah larut malam
Saat, Andini sedang mencuci piring, Andini di buat kaget karena kedatangan Defi yang secara tiba-tiba.
"Eh. Andini, kenapa mertuaku bisa baik sama Kamu, padahal baru pertama kali jumpa. Apa jangan-jangan Mertuaku Kamu jampi-jampi, ya?" Defi menuduh yang bukan-bukan.
" Saya, tidak tau, nyonya.'' Jawab Andini takut-takut.
Defi, pun beranjak dari dapur menuju ke kamarnya, karena dia berniat untuk minta ijin dengan suaminya untuk pergi liburan bersama temannya.
Di kamar...
" Eh kamu sudah mau tidur? Kok cepet banget Mas, tumben." Heran Defi.
" Udah ngantuk, lagian besok pagi ada meeting penting dengan pak Dirga." Jawab Arga.
" Ooh. Emm, mas. Aku boleh gak minta ijin sama Kamu?" Tanya Defi berhati-hati.
" Mau ngapain? Perasaan Kamu selalu saja berpergian, tidak pernah di rumah." Keluh Arga.
" Aku mau pergi sama Tara, mas. Dia ngajakin Aku liburan, karena memang sudah lama Aku dan dia tidak liburan bareng." Kata Defi memelas.
" Memang nya, kamu mau liburan kemana? Aku juga mau ikut, sudah lama juga Aku tidak liburan." Ucap Arga, yang langsung di bales gelengan cepat oleh Defi.
" Tidak, mas! Kamu jangan ganggu liburan Aku dan Sahabatku. Kamu kalau mau liburan, ya, sama sahabat mu aja, Mas." Tolak Defi mentah-mentah jika Arga ikut pergi bersamanya.
" Sahabatku sibuk dengan urusan nya, sayang. Yasudah kalau Kamu mau pergi, kamu harus hati-hati, ya?" Peringat Arga.
" Kapan, kamu mau pergi? Dan kemana Kamu akan pergi?" Tambahnya lagi.
" Besok pagi, sekitar pukul tujuh pagi. Aku dan Tara. Rencananya ingin ke London, mas. Aku sama Tara ingin dua minggu aja liburan nya Mas." Jawab Defi.
__ADS_1
" Mas, aku minta uang dong, buat pegangan aku di sana, siapa tau nanti aku kepengen beli ini, itu. Boleh ya, mas?" Tanya Defi memohon agar di kasih oleh Arga.
"Kenapa lama sekali? Emang seminggu saja tidak cukup?" Tanya Arga keheranan mengenai waktu liburan yang cukup lama, yang di ambil Istrinya itu.
" Mau, berapa?" Imbuh Arga.
" Biar puas, Aku di sananya, Mas. Dua ratus juta aja Mas, please boleh ya? Ya?" Katanya memohon.
" Hmmm yasudah, besok aku transfer ke rekening, kamu" ujar Arga.
" Terimakasih Mas Kalau begitu kamu tidurlah dulu, Aku mau menyiapkan pakaian yang akan aku bawa besok." Kata Defi antusias.
Cup!
" Good night, mas." Ucapnya dengan nada centil.
" Hmm, kamu jangan tidur lama-lama, ingat." Peringat Arga.
🐐🐐🐐🐐🐐🐐🐐🐐
Pagi pun datang. Para manusia di bumi sudah memulai aktivitas mereka masing-masing, begitu juga di kediaman rumah Arga, nampak mereka lagi sibuk-sibuknya.
Arga sibuk bersiap-siap, karena pagi ini dia akan ada pertemuan dengan kliennya, Pak Dirga. Andini juga tengah meracik-racik bumbu, untuk dia masak menu pagi ini dan Defi juga sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan dirinya untuk pergi ke bandara.
Di sini mereka semua bertemu, di meja makan.
" Kayak nya. Aku tidak bisa ikut sarapan deh, mas. Aku sarapan di jalan aja, soalnya aku sudah telat ni, takut ketinggalan pesawat.'' Kata Defi terburu-buru dan langsung pergi meninggalkan suaminya begitu saja.
Arga hanya bisa membuang nafas berat nya. Yasudah lah demi istri tercinta bahagia, apapun bakal dilakukannya.
" Tuan, tuan tidak sarapan?" Tanya Andini.
__ADS_1
" Kurang nafsu, saya, Din" Jawab Arga.
"Kalau begitu, tuan ingin di masakan apa? Tuan seleranya apa?" Tanya Andini perhatian sekali dengan Arga.
" Eh. Tidak usah, Din. Kamu tidak usah repot-repot. Ayo Kamu duduk kita sarapan bareng." Ajak Arga.
" Emm, terimakasih, tuan." Ujar Andini sambil tersenyum tipis.
" Mau pake telur tidak, tuan?" Tanya Andini saat menyiapkan sepiring sarapan untuk Arga.
Boleh." Jawab Arga.
Setelah itu. Mereka sarapan berdua. Setelah selesai sarapan, sebelum Andini membereskan piring kotor yang bekas mereka pakai untuk sarapan tadi. Arga mencegah aktivitas Andini, karena ingin berbicara hal serius dengan Andini.
" Andini! " Panggil Arga.
" Iya, Tuan. Ada apa?" Tanya Andini.
"Besok kita akan liburan ke Bali." Kata Arga sambil menahan nafasnya.
" Hah! Bali? Ngapain kita ke sana tuan? "Tanya Andini bingung.
" Liburan. Emangnya Kamu tidak bosen mengurus rumah terus? Lagi pula semenjak kita menikah, kita belum ada liburan sama sekali."
" Saya tidak mau jadi suami durhaka, hanya karena menyenangkan hati istri pertamanya saja. Jadi besok pagi Kamu harus siap-siapan. Saya akan menyuruh Revan untuk memesan tiket untuk kepergian kita." Ucap Arga.
Dan Andini hanya bisa menurut saja, senang dia bisa liburan dengan suami dadakannya ini.
Ini awal yang baik untuk hubungan suami istri yang begitu dingin, semoga saja balik dari liburan mereka sudah tidak sedingin ini.
Bersambung.......
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote nya yaa 😊💖