
Apa yang dikatakan oleh Arga benar semua. Terdengar sudah suara sirine polisi yang akan membawa Rio dan Defi.
Mobil polisi itu berhenti tepat di lobby kantor dan beberapa polisi langsung keluar dari mobil, lalu masuk ke dalam.
'' Selamat siang pak.'' Sapa polisi.
'' Siang pak. Ini mereka tersangka nya pak, tolong bapak tindak lanjuti segera, karena mereka berdua ini sangat licik pak.'' kata Arga.
'' Baik. Bapak juga harus datang ke kantor kami, untuk sebagai saksi atas kejahatan yang dilakukan saudara Rio dan saudari Defi.'' Arga hanya mengangguk
Polisi pun langsung memborgol lengan Rio dan Defi. Lalu segera membawa mereka ke dalam mobil tersebut.
'' Mas. Aku gak rela kamu penjarakan aku mas, aku itu Istri kamu, mas.'' Teriak Defi.
'' Pak. Tunggu sebentar pak. Saya ingin berbicara dengan Defita Aldonna.''
Lalu Arga berjalan ke arah polisi dan berdiri tepat di depan Defi.
'' Defita Aldonna, dengarkan saya. Di depan orang tua saya dan para karyawan saya, mulai sekarang kamu saya talak tiga. Defita Aldonna saya talak kamu.'' dengan suara lantang Arga mengucapkan kata talak. Sambil jarinya menunjuk ke arah Defi.
__ADS_1
'' Pengacara saya akan mengajukan gugatan perceraian ini ke pengadilan.'' Lalu Arga pergi meninggalkan kantor menuju rumah sakit untuk melihat kondisi Andini yang hampir pingsan di buat mantan istrinya itu.
Sebelum pergi. Arga kembali menoleh ke arah belakang untuk melihat kedua orang tuanya.
'' Ma, pa. Ayo ikut Arga ke rumah sakit. Kita akan melihat kondisi calon cucu kalian.'' Ajak Arga.
'' Cucu?'' Mata Winda berbinar-binar saat mendengar kata 'cucu' dari mulut Arga.
'' He'em. Ayo, kasian Andini sendiri di rumah sakit.'' Akhirnya ketiga orang itu pergi dari kantor menuju rumah sakit.
Ada rasa sedih, saat mengetahui berakhirnya pernikahan anaknya dan mantunya, walaupun bukan menantu idaman, setidaknya ada sikap baiknya Defi kepada mereka berdua. Ada pula senangnya, saat mendengar cucu, yang tak lama lagi akan lahir dan akan mengubah status kedua paruh baya ini menjadi kakek dan nenek.
'' Mama gak nyangka atas apa yang sudah dilakukan oleh kedua manusia itu.'' Memang tak ada air mata dalam perceraian anaknya, tapi tak bisa di pungkii perasaan yang amat sakit saat mengetahui anak semata wayangnya di khianati oleh orang-orang yang di sayangnya. Orang yang membuat anaknya melawan pada dirinya karena dirinya tidak merestui hubungan anaknya dengan kekasihnya dulu dan orang yang selalu ada saat masa kecil dulu hingga sekarang.
Tak pernah terbayangkan rasa sakit di campur kecewa, saat mengetahui rahasia mantan istri dan sahabatnya.
'' Kamu yang sabar ya nak. Anggap saja ini penggugur dosamu.'' Kata Winda lembut.
'' Arga yang harusnya minta maaf, ma. Coba saja Arga mendengarkan apa yang mama katakan, pasti ini tidak akan terjadi.''
__ADS_1
'' Sudahlah. Nasi sudah jadi bubur. Gak ada yang perlu di sesali atau di rutuki. Semuanya sudah terjadi, yang terpenting sekarang kamu harus kuat menjalani kehidupan ini. Papa yakin kamu kuat.'' Sambung Wijaya.
'' Makasih pa.''
'' Kamu kenapa tidak bilang sama kami, kalau kamu dan Andini sudah menikah Arga?'' Kesal Winda.
'' Aku takut kalian marah.''
'' Mana mungkin kami marah, karena itu sudah menjadi keputusan kamu. Kami hanya bisa mendukung langkah mu dan perlu kamu ingat. Kamu tidak sendiri disini, berdiskusi lah dengan kami, jika kamu ada masalah, jangan coba-coba menyembunyikan-nya sendiri.''
Wijaya Adalah seorang ayah yang begitu bijaksana. Dirinya tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan dan dia juga bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Berbanding terbalik dengan Abdi, ayah kandung Andini. Abdi sendiri adalah sosok ayah yang sangat-sangat tega kepada anak-anaknya.
'' Mengenai laporan kamu. Apakah mereka benar-benar sudah menjadi tahanan?'' Tanya Wijaya.
'' Belum, pa. Waktunya tidak keburu, jadi Arga hanya menelepon polisi begitu saja, setelah ini Arga akan urus masalah ini.''
'' Bagus. Secepatnya kamu urus masalah ini. Papa begitu bangga denganmu, kamu sekarang sudah benar-benar dewasa. Kamu bisa menghadapi masalah ini sendirian. Good luck Arga.'' Wijaya memberikan senyuman manis nya kepada sang putra.
'' Thanks pa. Doain Arga, agar urusan Arga segera selesai.''
__ADS_1
''Pasti. Kami selalu mendoakan mu.'' jawab orang tua Arga secara bersamaan.