Istri Simpanan Tuan Arga

Istri Simpanan Tuan Arga
Bab 62


__ADS_3

Mobil polisi sudah keluar dari hutan itu dan langsung di bawa ke kantor polisi.


Arga juga memutuskan untuk pulang, tapi sebelum pulang dia ingin memeriksa kandungan Andini serta ingin membeli susu dan vitamin untuk Andini.


Mulai dari dalam gudang Arga tidak melepaskan genggaman tangannya kepada Andini.


'' Lepasin dulu tangan aku mas.''


'' Tidak. Aku gak mau.'' Bantah Arga.


'' Iss. Nanti kamu gak bisa nyetir mas.'' Keluh Andini.


Tapi nampaknya Arga menghiraukan perkataan Andini, hingga Andini menjadi malas dan beralih menatap kearah luar dari jendela mobil.


Lama menatap ke arah luar, hingga sebuah ingatan yang baru beberapasaat terjadi terlintas di benak Andini.


Pikirannya langsung tertuju pada Abdi, sedang apa ya dia sekarang? Batin Andini.


'' Mas.'' Panggil Andini.


'' Hmm.''


'' Mas aku boleh gak jumpai pak Dandi?'' Tanya Andini yang mampu mengerutkan keningnya karena bingung.


'' Dandi? Siapa dia? '' Tanya Arga ketus.


'' Ayahku. Bukannya nama aslinya Dandi? Yakan?'' Andini menaik turunkan alisnya.


'' Ck. Aku kira siapa itu Dandi, kenapa kamu tidak bilang saja ayah? Kenapa harus pakai nama Dandi-Dandi segala?''


'' Biar keren aja mas. Hmm, kenapa ayah mengganti identitas nya ya mas?'' Tanya Andini sambil melirik ke arah Arga.


'' Ada beberapa faktor untuk ayah kamu mengganti namanya. Satu, mungkin dia tidak ingin mengenang masa lalunya. Yang kedua, bisa jadi dia ingin membuka lembaran baru dan caranya dengan mengganti identitas diri nya.'' Jawab Arga.


'' Kamu kok bisa tau mas?''


'' Alvin yang ngasih tau. Dia mengirimkan sebuah biodata ayah kamu dan perlu kamu ketahui. Ternyata kamu dan Rio saudara satu ayah, yang bisa di bilang kalian saudara sedarah atau sekandung.'' Perkataan Arga mampu membuat Andini melongo tak percaya.


'' Apa!''


'' Kamu tau dari Alvin kalau aku dan pak Rio Abang adik?'' Arga hanya mengangguk.


'' Terus. Kenapa kamu tidak memberi tahu pada aku?'' Tanya Andini kesal.


'' Aku bingung harus ngomong dari yang mana.'' Jawab Arga.


'' Ada lagi rahasia yang kamu sembunyikan dari aku mas?'' Tanya Andini mengintrogasi suaminya.

__ADS_1


'' Yaa... lumayan lah. Dan kalau di ceritakan akan memakan waktu yang cukup panjang.''


'' Maka dai itu. Aku putuskan untuk tidak menceritakan ini pada kamu, takut akan menjadi beban pikiran dan akan berdampak pada kandungan kamu.'' Lanjut Arga.


'' Tapi mas.. Aku...'' Ucapan Andini terhenti karena dia bingung harus berkata apa.


''Gini aja, nanti aku akan kasih sebuah pernyataan yang akan membuat kamu terkejut. Dan pernyataan yang sedang menimpa kamu itu sangat bagus dan tentunya bakal membuat kamu bahagia, bagaimana? Mau aku kasih pernyataan itu?''


'' Kenapa tidak sekarang aja? Aku sudah setengah mati menahan rasa penasaran yang bernaung di dalam hatiku mas.'' Andini mulai mengeluarkan kata-kata alayanya.


'' Lebay. Aku akan menceritakannya dan itu gak akan gratis, kamu harus menjalankan syarat yang aku bikin.''


Perasaan Andini mulai tidak enak. Pikiran-nya langsung tertuju pada kejadian minggu kemarin. Dan masalahnya sama, yaitu syarat.


'' Aku gak mau mas. Kamu bohong, bilangnya cuma ngemut permen eh gak taunya nina-ninu.'' Andini langsung cemberut.


Kalau saja dia tidak lagi mengemudi, rasanya ingin sekali mengec*p b1bir Andini, karena sangking gemas-nya.


'' Hahah. Kali ini tidak, aku tidak akan memberikan syarat yang aneh-aneh pada kamu. Syaratnya gampang, kamu malam ini harus memijat ku, karena tubuhku sangat lelah.''


'' Oh kalau itu gampang, aku ini ahlinya.'' Andini langsung menyengir saat tau syarat yang diberikan Arga.


'' Iya cum itu. Kalau kamu mau mendapat pahala, kamu bisa menambahkan plus-plus pada pijatan nanti.''


Andini langsung menyubit perut Arga dengan gemas. Nampaknya pikiran Arga harus dicuci agar bersih, dirinya tak pernah jauh-jauh dari pembahasan nina-ninu. Suaminya ini sangat-sangat langkah.


'' Biar aku aja yang turun, kamu nunggu dimobil aja.''


Arga langsung membuka pintu dan berjalan menuju apotik untuk membeli susu dan vitamin Andini.


Selesai dengan susu dan vitamin. Arga langsung menjalankan mobilnya tempat makan terdekat, sudahdari siang dirinya dan Andini belum memasukkana asupan makanan kedalam perut mereka.


'' Aku gak mau makan di restoran mas.'' Andini tiba-tiba saja ngomong seperti itu.


'' Kenapa?''


'' Aku mau makan nasi Padang di rumah makan itu.'' Andini menunjukkan sebuah rumah makan yang cukup ramai di datangi pembeli.


'' Di situ?'' Andini mengangguk.


'' Kayanya enak makan di situ mas. Udah lama juga gak makan di rumah makan.'' Arga hanya menurut dan dia langsung menepikan mobilnya.


Arga dan Andini langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah makan itu. Arga menggandeng tangan Andini.


Arga mencari tempat kosong untuk mereka tempati dan akhirnya mereka dapat yang dekat pojokan rumah makan itu.


Arga langsung memesan makanan yang mau mereka makan. Tapi sebelum memesan Arga menanyakan kenapa Andini untuk memakai lauk apa.

__ADS_1


'' Kamu mau pakai apa, Ndin?'' Tanya Arga pada Andini yang sedang duduk sambil melihat sekitar.


'' Rendang sama sambal hijau aja mas. Terus pake kuah-kuah dikit mas,biar gak keselek makannya.'' Arga langsung mengangguk dan langsung pergi menuju sang penjual.


Selesai memesan. Arga kembali duduk di samping Andini dan beberapa saat pesanan Arga datang dan langsung menara di meja mereka.



Andini kaget dengan piring dirinya. Karena setau dirinya, dirinya hanya pesan rendang sambal hijau dan sedikit kuah gulai, tapi yang datang tidak sesuai ekspektasi dirinya. Piring nya begitu penuh dengan beragam lauk pauk, belum lagi lauk-lauk yang lainnya, yang sudah ditempatkan di mangkuk dan piring.


'' Selamat menikmati pak.'' Kata pelayan itu dan pergi dari situ.


Arga mulai memakan nasinya. Andini hanya melihatnya saja, dia saat ini sangat bingung harus memulai makan dari mana.


'' Mas.'' Panggil Andini.


'' Kenapa?'' Tanya Arga.


'' Kenapa kamu pesannya banyak sekali mas? Siapa yang mau ngabisin?'' Tanya Andini.


'' Kamu lah. Kamu harus makan yang banyak.'' Jawab Arga santai.


Andini hanya cemberut dan langsung memakan makanannya.


Arga hanya tersenyum melihat tingkah Andini. Dirinya sok-sokan mengeluh dengan makanan yang cukup banyak Arga pesan, dan akhirnya semua makanan itu ludes di makan oleh Andini.


'' Katanya gak bakal sanggup ngabisin ini semua, tapi kok habis semua lauknya ya?'' Sindir Arga sambil melirik Andini yang mulutnya dengan makanan.


Andini hanya menyengir menanggapi sindiran Arga tadi. Andini sibuk dengan makanan nya sendiri.


'' Ternyata makanan disini enak ya mas?'' Kata Andini yang baru saja menyelesaikan makannya.


'' Udah selesai makanya?'' Tanya Arga.


'' Sudah. Ayo pulang mas.'' Ajak Andini yang mulai menguap.


'' Sabar aku sedang memesan air hangat.'' Ucap Arga.


'' Untuk apa air hangat mas?''


'' Untuk bikin susu kamu. Kamu belum minum susu kan?'' Tanya Arga. Andini mengangguk.


'' Kamu itu so sweet banget sih mas.'' Andini langsung mencium pipi Arga di depan umum. Andini hanya tersenyum saat mendapatkan cium*an mendadak dari sang istri.


Bersambung....


Jangan lupa like dan hadiahnya ya gengss. Dan jangan lupa share link-nya sama teman-teman readers yang lain ya gengss 🤗😁

__ADS_1


__ADS_2