
Arga mulai mengikuti kemana arah GPS ponsel Andini. Dia sengaja memasang God di hapus Andini dan menghubungkannya di hp dirinya. Arga terus berjalan kemana arah lokasi itu.
Hingga di sebuah hutan yang terpelosok di sebuah kampung kuno.
'' Kemana mereka membawa Andini?'' Gumam Arga.
Mobil Arga berhenti di sebuah gedung tua, karena titik terakhir GPS Andini di sebuah gedung tua ini. Arga celingak-celinguk mencari keberadaan Andini sampai akhirnya pandangan Arga tertuju pada sebuah mobil sedan yang terparkir di halaman gudang tua itu.
Arga terus mengamati mobil sedan putih itu, lama mobil itu terparkir didepan halaman gudang itu sampai di persekian detik sebuah pintu kemudi dan disampingnya terbuka dan terlihatlah dua orang yang serba hitam keluar dan membuka pintu belakang dan memaksa seseorang untuk keluar.
'' Andini.'' Gumam Arga. Untung saja Arga memberhentikan mobilnya jauh dari titik gudang tua itu hingga mereka tidak menyadari bahwa dirinya sedang di perhatikan oleh Arga.
'' Bos ini dia orang nya.'' Ucap sosok hitam itu sambil menunjukkan Andini yang sedang meronta-ronta minta di lepaskan.
'' Lepas.'' Gertak Andini.
'' Diam!'' Bentak seseorang sosok hitam itu jumpai.
'' Bagus. Gak sia-sia saya nyuruh kalian,kerja kalian sangat bagus. Nih, uang sekaligus bonus untuk kalian, karena kalian sudah bagus kerjanya.'' Saat seseorang itu berucap. Andini seperti mengenal suara lelaki itu.
'' Suaranya seperti.'' Gumam Andini.
Andini langsung mendongak dan menatap wajah yang telah membayar orang untuk menculiknya.
'' Pak Abdi.'' Gumam Andini sedikit kuat hingga Abdi menoleh ke arah Andini.
'' Yaaa... Aku Abdi, apa kabar sayang?'' Abdi tersenyum miring saat melihat wajah ketakutan Andini.
__ADS_1
Ternyata yang menculik dirinya adalah ayah kandungnya sendiri. Sungguh tega ayahnya yang menculik dirinya, ntah ada salah apa dia kepada sang ayah sampai-sampai dirinya di culik oleh ayahnya sendiri.
'' Bawa dia masuk dan jangan lupa ikat tangan dan kakinya sama tutup mulutnya dengan lakban.'' Perintah Abdi.
Dua penculik langsung menuruti perintah Abdi, mereka membawa Andini ke dalam gudang itu walaupun Andini berontak tapi mereka tidak perduli,mereka menyeret Andini dengan paksa, hingga Andini menangis kesakitan.
'' Lepas! Mas tolong aku!'' Teriak Andini yang langsung di tampar oleh seorang sosok hitam itu.
Plak!
'' Jangan berisik.'' Bentak sosok hitam itu.
Darah segar keluar dari ujung bibir Andini yang baru saja di tampar.
'' Abdijaya!'' Geram Arga.
Di dalam gudang nampak abdi sedang memegang pistol dan berjalan mendekati Andini yang sudah duduk terikat seta lakban yang melekat d dalam mulutnya.
Abdi mulai menghampiri Andini, saat dirinya sudah berada tepat di depan Andini. Abdi menodongkan pistol ke kepala Andini.
'' Kamu harus mati. Aku tidak melihat musuh ku bahagia diatas penderitaan ku. Dia sudah memenjarakan anakku, dan dia harus menerima balasan dari ku walau, aku harus mengorbankan anak kandung ku sendiri, hahahaha.'' Abdi tertawa misterius.
Andini tak mampu berbuat apa-apa, hanya menangis. Ia pandangi wajah sang ayah, berharap sang ayah akan luluh dan membebaskan dirinya.
'' Satu dua ti...''
Dor!
__ADS_1
Andini langsung menutup rapat-rapat matanya. Andini sudah pasrah jika diri ya akan mati di tangan ayahnya.
Tiba-tiba saja Andini merasakan sebuah pelukan yang sedang memeluknya dengan erat. Andini memberanikan membuka matanya dan hal yang pertama ia lihat adalah sang suami.
' Mas Arga.' Batin Andini dia masih menganggap ini hanya halusinasi belaka, sampai suara Arga yang mampu menyadarkan Andini dari lamunannya.
'' Kamu tidak apa-apa kan?'' Tanya Arga cemas.
Tangis Andini langsung pecah saat dirinya tersadar dari lamunannya. Arga langsung melepaskan ikatan dan lakban yang melekat di tubuhnya.
Saat ikatan itu terlepas, Andini langsung memeluk erat tubuh Arga dan menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan Arga.
'' Aku takut mas. Dia ingin membunuh ku.'' Ucap Andini di sela-sela tangisannya.
'' Sudah-sudah kamu gak usah takut, udah ada aku disini sekarang.'' Arga membelai lembut rambut cokelat Andini.
Arga langsung menatap Abdi yang sedang menahan sakit akibat tembakan di kakinya.
'' Tangkap dia pak. Dia sudah berniat untuk melakukan pembunuhan terhadap istri saya pak.'' Kata Arga pada polisi yang sudah menembak kaki Abdi.
Andini langsung melepaskan pelukannya dan menatap Abdi dengan sedih.
'' Bertaubatlah yah. Gak ada kata waktu terlambat untuk melakukan hal yang lebih baik. Aku yakin ayah adalah seorang ayah yang hebat dan kuat, aku dan Tara selalu menyayangi ayah dan nama ayah selalu di dalam hati kami.'' Pesan Andini kepada ayahnya.
'' Aku gak tau maksud dari semua rencana jahat ayah lakukan untuk keluargaku dan mengubah identitas ayah. Tapi terlepas dari itu semua, aku sangat mencintai dan menyayangi ayah.'' Setelah selesai mengucapkan itu. Arga membawa Andini pergi dari gudang itu dan biar lah hukum yang akan berjalan, mereka hanya mengikuti saja.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan hadiahnya ya gengss 🤗